
-Keesokan harinya-
Dipagi hari,Zira mengingat dirinya akan mencoba testpack yang ia beli kemarin.Zira bangun lebih awal dan bergegas ke kamar mandi.
Setelah mencoba testpack tersebut ia menunggu hasil dari testpack nya sekitar sepuluh menit.
"Kok aku jadi deg-degan gini ya" Zira pada dirinya.
Sepuluh menit berlalu Zira tidak langsung berani melihat hasil dari testpack nya karena ia entah kenapa begitu takut dengan hasilnya.
"Kenapa aku jadi takut begini sihh?" Zira kesal pada dirinya lagi.
Dengan mengumpulkan keberanian yang sangat besar ia melihat hasil nya.
Zira terharu dengan hasilnya,ia benar-benar terharu sampai terisak.
"Hikss..hikkss..aku positif?apa ini bener?aku harus coba pakai testpack nya lagi" gumamnya dan mencoba memakai testpack nya yang satu lagi belum ia pakai.
Dan testpack tersebut memperlihatkan ada dua garis merah yang menunjukkan bahwa Zira sedang mengandung.
"Alhamdulillah Yaa Allah" batin Zira yang sangat bersyukur karena telah diberikan kepercayaan untuk mengandung.
Setelah sedikit tenang,Zira berpikir sejenak apa akan ia beritahu secepatnya kepada Aydan atau menunggu waktu tepat untuk memberi tahunya dengan sebuah surprise.
"Nanti aku bakalan kasih surprise ini ke Mas Aydan" keputusan Zira.
Setelah itu,Zira keluar dari kamar mandi dan menyembunyikan hasil testpacknya didalam nakas sisi ranjang dan menutup nya dengan sedikit tumpukan entah apalah itu.
__ADS_1
Zira mempersiapkan kebutuhan suaminya seperti biasanya.
"Sayang,kamu habis nangis?" Aydan melihat mata istrinya sedikit sembab.
"Nggak mas,mungkin cuman perasaan mas aja" jawab Zira.
Aydan mendekat ke arah Zira dan menatapnya lekat."Gak usah bohong Ra,Mas bisa lihat mata kamu sembab" katanya.
"Katakan,kamu nangis karena apa?"tanya Aydan.
Zira tidak menjawab Aydan,ia menunduk.Aydan mengangkat dagu Zira.Karena istrinya tidak menjawab Aydan dengan pasrah hanya mengecup kedua kelopak mata Zira tidak lupa juga kening dan kedua pipi istrinya.
Dan lantas berkata "Kalo ada sesuatu bilang sama mas,jangan dipendem sendiri ya".
"Iya Mas" Zira dan senyumannya.
"Nanti Mas kayaknya gak bakalan makan siang dirumah,sayang.Mas ada rapat di pondok,gak apa-apa kan?" ujar Aydan.
"Mendingan nanti aku anterin makan siang ke pondok,jadi nanti aku bisa kasih tahu Mas Aydan kalo aku lagi hamil anaknya" batin Zira.
"Ya sudah yuk sarapan dibawah" ajak Aydan.
Zira mengangguk dan berjalan disebelah Aydan.
"Zira masih pusing,nak?" tanya Kyai Abdullah yang mengetahui menantunya jatuh pingsan kemarin.
"Alhamdulillah sekarang sudah nggak,Abah" jawab Zira.
__ADS_1
"Lebih baik harus banyak istirahat dulu,nanti kalo ada apa-apa bisa minta tolong ke Umi atau Alma" sahut Umi Siti.
"Baik Ummi"
*****
"Ummi,Zira mau anter makan siang Mas Aydan di pondok soalnya Mas Aydan katanya nggak bisa makan dirumah" izin Zira.
"Iya silahkan,ambilkan kotak makannya ada di rak piring" perintah Umi Siti.
"Baik Ummi" Zira dengan bergegas mengambil kotak makan.
Zira memasukkan makan siang Aydan di kotak makan dan bergegas menuju pondok pesantren,mungkin Aydan sedang berada di kantin pondok dan akan memesan makanan.
Namun keadaan tidak berpihak padanya,Zira melihat Aydan sedang duduk dimeja kantin bersama wanita lain.
"Kamu tega banget,Mas" gumam Zira dikejauhan tetapi masih bisa melihat Aydan bersama wanita lain.
...----------------...
Kok berani-beraninya ya Aydan sama wanita lain?
...----------------...
Mampir ke Novel baru aku :
-Berawal Kebencian Menjadi Cinta (Ongoing)
__ADS_1
Jangan lupa like setiap part dan follow author♡︎
Jangan lupa kritik dan sarannya boleh dikomen