Gus Tampan Untuk Zira

Gus Tampan Untuk Zira
Zira Kembali


__ADS_3

"Berani-beraninya kau menyentuh istri saya!" ujar Aydan kepada Devan.


"Mas..udah mas" lirih Zira.


"Mas gak terima kamu disentuh orang lain" gumam Aydan yang menyadari ada Zira memeluknya.


Aydan mengatur nafasnya dan mulai beristighfar mengingat dirinya yang sedang tidak bisa mengontrol emosinya itu.


 


Kembali pada rencana awalnya,Aydan,Zidan,dan Pak Hadi akan membawa pulang Zira,mereka tidak ingin sesuatu terjadi pada Zira.


Tetapi hendak mereka akan membawa Zira,Devan terlebih dahulu menghentikan langkah mereka.


"Aku akan menghabisi Zira jika kalian membawanya pergi dari sini!" teriak Devan yang membuat mereka membalikkan badan.


"Itu mustahil,Zira istri saya! Zira akan saya jaga dan tidak akan hilang dari penglihatan saya!" jawab Aydan dengan tegas.


Jika ditanya Pak Hadi dan Zidan kenapa mereka hanya diam? jawabannya tadi mereka sudah menyelesaikannya dengan berdebat terlebih dahulu.


Kemudian mereka kembali keluar dari rumah Devan dan memasuki mobil dan meninggalkan kediaman Devan.


"AGGRHHHH" Teriak Devan dan mengusap kasar wajahnya.


*****


-Dimobil Pak Hadi-


Mereka kembali dengan senang karena berhasil membawa Zira pulang.

__ADS_1


"Tangan sama kaki kamu kenapa Zira?" ucap Aydan yang baru menyadari tangan dan kaki Zira di baluti dengan perban.


"Kamu terluka dek?" balas pak Hadi dan Zidan serempak yang berada di bangku depan.


"Nggak papa kok,ini cuman luka kecil aja,tadi Adek ga sengaja mecahin piring" jawab Zira dengan terkekeh kecil melihat sikap mereka padanya.


"Luka kecil gimana?ini udah jelas-jelas bukan luka kecil" ujar Aydan dengan melihat luka tangan Zira.


"Gak papa Mas,tadi udah di obatin juga kok" Zira dengan tersenyum.


"Di obatin sama siapa Ra?" Aydan dengan penasaran.


"Ya sama Zira sendiri mas,mau sama siapa lagi?" balas Zira dan di anggukkan oleh Aydan,Zidan juga Pak Hadi.


Sebenarnya Aydan ingin memeluk istrinya karena sangat merindukannya atetapi ia mengurungkan niatnya karena di mobil itu ada papah mertua dan juga Abangnya Zira.


Sehingga tidak berapa lama,mobil itu sampai di lingkungan pesantren Al-Kautsar.Mereka keluar dan masuk menuju rumah Kyai Abdullah.


"Assalamualaikum" salam mereka.


"Waalaikumsalam" ucap Kyai Abdullah,Umi Siti,Bu Hani dan juga Alma yang sembari tadi menunggu kedatangan mereka.


"Ziraa..." ucap Bu Hani seraya memeluk erat tubuh Zira.


Sedangkan yang lainnya mengucap syukur karena Zira sudah kembali dengan selamat,walaupun ada sedikit luka pada tangan juga kaki Zira yang membuat Zira berjalan berbeda dengan umumnya.


"Tangan sama kaki Kak Zira kenapa?" Alma yang menyadari ada luka pada Kakak iparnya itu.


"Ahh ini,gak apa-apa kok"jawab Zira dan membuat semua yang belum mengetahuinya panik.

__ADS_1


"Kamu kenapa dek?" tanya Bu Hani.


"Gak papa kok mah" balas Zira.


Zira melepaskan pelukannya dan beralih pada Kyai Abdullah,ia mencium punggung tangan Kyai Abdullah dan dibalas dengan usapan lembut pada pucuk kepala Zira.


"Alhamdulillaah kamu kembali menantu" gumam Kyai Abdullah.


"Alhamdulillah Abah" gumam Zira.


Dan kini Zira beralih pada Umi Siti yang menatap Zira dengan tersenyum lekat.Terlebih dahulu Zira mencium punggung tangan Umi Siti dan kini Umi Siti membalasnya dengan memeluk Zira.


"Alhamdulillah...Alhamdulillah..kamu selamat menantu" Umi Siti dengan suara sedikit bergetar karena terharu menantunya itu kembali.


"Alhamdulillah Ummi" lirih Zira.


Dan kini Zira beralih lagi pada Alma,tanpa pikir panjang Alma memeluk tubuh kakak iparnya yang sudah ia rindukan,karena bisa dibilang Ziralah yang menjadi teman paling dekat Alma yang sekaligus kakak iparnya.


"Alhamdulillah kak...Alma masih bisa ketemu Kaka" ucap Alma pada Zira.


"Iya dek,Alhamdulillah" balas Zira.


...****************...


HI GUYS!


Terimakasih ya sudah membaca novel ini,semoga kalian suka dengan alur ceritanya.


Jangan lupa like setiap chapternya dan follow author♡︎

__ADS_1


Jangan lupa kritik dan sarannya boleh komen aja ya hehe


__ADS_2