Gus Tampan Untuk Zira

Gus Tampan Untuk Zira
Sakit Hati


__ADS_3

"Ya! itu tepat sekali,sekarang siapkan gudang untuk mengurung wanita itu" ujar Devan.


"Sekarang kamu akan merasakan bagaimana rasanya menjadi aku yang dulu" batin Devan dengan tersenyum licik.


Devan merencanakan hal jahat yang akan ia berikan terhadap Zira.Setelah diberi alamat tempat tinggal Aydan oleh Kevin,Devan bergegas untuk menyamar sebagai santri disana.Kini dirinya sendirilah yang akan menculik Zira dan membawanya jauh dari Aydan.


*****


-Pondok pesantren Al-Kautsar-


Hari ini di ponpes Al-Kautsar sedang mempersiapkan sebuah acara memperingati Isra Mi'raj Nabi dan acara akan berlangsung selama 2hari 2 malam.Akan ada penampilan juga dari santri dan santriwati,salah satunya berpidato tentang sejarah Nabi,bersholawat,serta kajian.


Keluarga Kyai Abdullah tengah sarapan bersama diruang makan,setelah selesai Aydan dan juga Kyai Abdullah pergi untuk melihat persiapan yang akan dilangsungkan malam nanti.


Sedangkan Zira,Alma,dan Umi Siti membantu para ibu-ibu yang sedang menyiapkan bingkisan makanan (seperti puding,kue,dan semacamnya).


Sore hari tiba.


-Di kamar Zira dan Aydan-


"Sayang,apa kamu merasakan lelahnya hari ini?" Aydan sembari merebahkan diri ke kasur.


"Ya" singkat Zira.


"Zira,kamu masih marah sama kejadian tadi malem?" Aydan heren dengan jawaban singkat Zira.


Zira menggelengkan kepala,dan hendak masuk ke kamar mandi ia dicegah oleh Aydan.


"Sayang kamu ini kenapa?" Aydan melihat Zira hanya menunduk.


"Lihat aku,tatap aku,Zira!" mengangkat sedikit dagu Zira agar Aydan dapat menatapnya.


Mata Zira terlihat berkaca-kaca.Setelah menatap wajah Aydan sekilas,Zira menundukkan kepalanya lagi dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


"Permisi mas,aku mau mandi dulu keburu magrib" ucap Zira.


Aydan menggeser sedikit dari posisinya.


"Pasti terjadi sesuatu dengannya,sebaiknya aku tanya ummi" batin Aydan dan bergegas menemui Umi Siti.


*****


"Umi,umi tau kenapa Zira terlihat seperti sedih dan seperti telah terjadi sesuatu yang membuat hatinya sakit?" tanya Aydan.


Umi Siti yang mendengar penjelasan dari Aydan mengingat sesuatu yang apa yang telah terjadi saat mereka sedang membuat bingkisan bersama ibu-ibu.


//


Saat Zira,Alma,dan Umi Siti membantu membuat bingkisan untuk acara nanti malam,Zira yang baru bisa interaksi dengan ibu-ibu yang berada di wilayah dekat pondok pesantren pun hatinya sangat sakit setelah mendengar bisikan-bisikan dari ibu-ibu.


Zira hendak mengambil karton kardus yang hampir habis dilaci belakang,tetapi ketika kembali


"Kalian tahu istrinya Gus Aydan itu?" Bu Rini memulai obrolan dengan gaya berbisik pada ibu-ibu.


"Iya,iya tahu..katanya dia belum juga dapet tanda-tanda hamil,padahal nikahnya udah hampir 4 bulan ya?" timbal Bu Ani.


"Iya Bu,biasanyakan kalau ustadz gitu jadinya cepet,Apa istrinya Gus Aydan mandul ya?"Bu Eka.


"Husst..Bu ngomongnya dijaga,kalau keluarga Kyai mendengar bisa-bisa nanti marah gimana?" ucap Bu Santi.


"Astaghfirullah" gumam Umi Siti yang mendengar ucapan ibu-ibu disana


"E-euhh..Umi Siti,kapan ada di sini?" tanya Bu Eka gelagapan.


Semua ibu-ibu yang tengah berada disana sangat panik,dan menyadari bahwa ucapan mereka sangat penting.


"Itu tidak penting Bu Eka,saya saja yang mendengar ucapan ibu-ibu sangat sakit hati,lantas bagaimana kalau menantu saya yang mendengar?" jelas Umi Siti.

__ADS_1


"Maaf Umi,tadi kita tidak bermaksud seperti itu" gumam ibu-ibu.


"Maaf Umi" maaf ibu-ibu yang tidak enak hati Umi Siti mendengar percakapan mereka.


Setelah itu juga hati Zira sudah hancur sudah tidak bisa di tahan,Zira berlari keluar dari aula pesantren melewati para ibu-ibu disana.


Umi Siti beranggapan kalau Zira memang mendengar ucapan dari ibu-ibu disana hanya bisa menatap kasihan pada Zira.


//Memperjelas pada Aydan.


"Astaghfirullah...astaghfirullah" Aydan merasakan sesak di hatinya.


"Tapi bagaimana bisa mengandung kalau kita saja belum melakukannya" batin Aydan.


"Kamu sabar ya ay,kamu harus sabar" menenangkan anaknya.


"Iya Umi" Aydan dengan nada bergetar.


*****


Aydan memilih untuk kembali ke kamar dan bertemu dengan Zira.Saat kembali di kamar, ternyata Zira masih belum keluar dari kamar mandi.


Tok tok tok


"Zira,kenapa belum keluar?ini udah magrib" Aydan dibalik pintu.


Zira sedang menangis di dalam kamar mandi pun terhenti menangis dan mengelap pipinya yang basah.


"Emm..iya mas bentar lagi aku keluar" dengan suara bergetar.


Aydan bisa merasakan apa yang istrinya rasakan hanya dapat menenangkan hatinya itu dengan terus beristighfar.


Tidak lama kemudian Zira keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk,Zira mundur menolak Aydan yang hendak memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2