
"Bang apa semasa Zira sebelum menikah dengan saya ada orang lain yang ada dihidup Zira? tanya Aydan the point.
Aydan sebelumnya hanya ingin tahu lebih dalam tentang istrinya,karena semenjak ia menikah dengan Zira, Aydan dan Zira sangat minim mengobrol berdua karena urusan mereka.
"Kalau tidak salah,ada salah satu mantan pacar Zira yang bermasalah,salah faham fatal dengan Zira" jawab jelas Zidan.
"Apa saya boleh tahu bagaimana masalah Zira.Bang?" tanya Aydan.
//Zidan menceritakan tentang masalah sewaktu SMA Zira dulu.
Berawal dari Zira yang waktu itu tengah menduduki bangku kelas 10 atau kelas 1 SMA.Sangat banyak pria yang mendekatinya tetapi tidak ada yang bisa menaklukkan hatinya selain Devan.
Devan,kakak kelas lebih tua 2 kelas dengannya,tepatnya Devan menduduki bangku kelas 12.
Tidak berselang lama,Devan yang juga mengagumi Zira.Ia memberanikan diri untuk berpacaran dengan Zira,Zira yang juga menyimpan rasa kepada kakak kelas nya itu menerima cinta dari Devan.Walau Devan yang memang berbeda keyakinan dengannya.
Awal-awal hubungan mereka memang berjalan dengan baik,sampai suatu ketika Zira dibawa kerumah Devan untuk dipertemukannya dengan ibunda Devan yang tengah dirawat dirumah sakit.
Ibunda Devan yang melirik Zira adalah wanita yang baik juga penyayang membuat ia sangat menyetujui hubungan mereka.Tetapi tidak dengan keluarga Zira.
__ADS_1
Suatu hari,Zira memperkenalkan Devan kepada kedua orangtuanya termasuk juga Zidan.Kedua orangtua Zira yang memang tidak menyetujui hubungan mereka memutuskan untuk memisahkan hubungan Zira dan Devan,yang membuat ibunda Devan yang sedang sakit itu mendadak kritis dan akhirnya meninggal setelah mendengar ungkapan dari putranya.
Setelah hubungan mereka putus,dan Devan yang pindah keluar kota,membuat Zira dan Devan tidak saling ada hubungan kembali.
Zira menjalani hidupnya seperti biasa,tetapi sepertinya tidak dengan Devan yang memang sudah merencanakan hal buruk terjadi kepada Zira.
//Cerita jelas dari Zidan.
"Astaghfirullah..apa semua ini ada hubungannya dengan pria itu?" gumam Aydan yang mencurigai Devan.
Tetapi apalah daya,Aydan yang memang tidak mengetahui pria itu membuat ia tidak bisa mencari keberadaan istrinya.
"Tapi sepertinya kita juga tidak bisa langsung mencurigai dia" ucap Aydan.
"Coba kita bicarakan terlebih dulu sama orangtua kita" ucap Zidan mengusulkan bercerita kepada orangtua mereka.
"Iya bang,itu lebih baik" ucap Aydan
Aydan dan Zidan bergegas masuk ke ruang keluarga dan membicarakan tentang Devan (Mantan Pacar Zira).
__ADS_1
"Apa?beraninya anak itu menculik putriku!" geram Pak Hadi.
"Pah,papah tenang dulu,kita juga belum yakin,Zidan hanya mencurigai dia karena Zira hanya mempunyai satu masalah saja yaitu dengan Devan" Zidan dengan menenangkan Ayahnya.
"Tapi kita harus segera menemukan anak itu" ucap Pak Hadi.
"Hadi,kamu harus menenangkan hati kau terlebih dahulu" ucap Kyai Abdullah yang melihat besannya itu sangat murka.
"Maaf Abdul,aku sangat mengkhawatirkan putriku" gumam pak Hadi.
"Aku juga mengerti Hadi,Zira juga menantuku,ia juga putriku" ucap Kyai Abdullah.
Suasana di ruang keluarga itu menjadi sangat sedih,Zira yang tiba-tiba saja hilang itu membuat hati mereka seperti tergores-gores,tidak ingin Zira menghilangkan dari mereka begitu saja.
Lalu beberapa saat kemudian ada sesuatu yang terlintas di benak Alma.ia berpikir,kenapa tidak mencoba untuk menelpon ponsel milik Zira.
"Abang,kenapa nggak telpon saja nomber ponsel kak Zira?" tanya Alma pada Aydan.
"Astaghfirullah..iya juga,kenapa aku tidak berpikir kesana" Aydan yang memang sangat khawatir pada Zira membuat pikirannya tidak jernih.
__ADS_1
"Sebaiknya aku coba hubungkan nomber Zira" lanjut Aydan dan langsung menekan tombol nomber telpon Zira.