Gus Tampan Untuk Zira

Gus Tampan Untuk Zira
Obrolan Pertama


__ADS_3

Aydan bangun lebih awal,ia melihat Zira yang tertidur pulas di samping nya.Lalu ia membangunkan Zira dengan lembut.


"Zira bangun yuk,udah mau subuh" bisik Aydan pada telinga Zira.


Zira yang biasa bangun sebelum subuh pun tidak tidak susah untuk di bangunkan,ia membuka perlahan kedua matanya.Setelah setengah sadar,ia dikagetkan dengan Aydan yang berada dekat disampingnya.


"Astaghfirullah" lirih Zira.


"Ayok bangun,ambil wudhu dan kita sholat subuh berjamaah" ucap Aydan.


Zira mengangguk dan bergegas ke kamar mandi.


Di kamar mandi Zira menggerutu dirinya sendiri karena jantungnya berdetak sangat kencang.


"Ada apa dengan jantungku?kenapa berdetak dengan kencang?padahal Gus hanya berbicara saja disampingku" gerutu Zira.


Zira tidak menggubris nya dengan lama,ia langsung mengambil wudhu dan segera bersiap untuk melaksanakan sholat berjamaah yang pertama kalinya dengan suaminya.


Setelah selesai melaksanakan sholat berjamaah,Zira mencium punggung tangan suaminya dan tidak disangka oleh Zira,Aydan balik mencium keningnya.Disinilah jantung Zira berdetak kencang lagi.

__ADS_1


"Apa aku mulai menerima dan mencintai dia?" ucap Zira dalam hatinya.


Sepertinya memang benar adanya bahwa Zira mulai menerima dan mencintai Aydan karena perlakuan pria itu sangat lembut.


Zira memang type orang yang kalau bertemu dengan orang asing pertamanya memang sangat canggung,tetapi kalau Zira sudah mulai nyaman dengan orang itu Zira akan menerimanya


"Kenapa kamu melamun Zira? tanya Aydan menyadarkan Zira dari lamunannya.


"Ewhh..tidak Gus,maaf" Zira.


Sebenernya Zira masih belum bisa menerima pernikahanya tetapi karena malu dengan Aydan ia berniat untuk menutupi kekesalannya ini.


"Ew-ehh..Gus apa saya boleh bertanya?" tanya Zira dengan gugup.


"iya silahkan" jawab Aydan.


Dari pertama mereka berada dalam satu ruangan,Zira memanggilnya dengan sebutan Gus dan itu membuat Aydan sedikit tidak nyaman karena dipanggil itu oleh istrinya.


Walaupun Aydan saat akad sedikit cemas dan kaget tetapi dirinya ini sebenarnya memang sudah matang-matang ingin menikah karena ingin ada yang merawat nya dan ia yakin bahwa pilihan abahnya ini adalah pilihan yang baik,sehingga Aydan tidak ragu jika dekat dengan Zira yang sekarang adalah istrinya.

__ADS_1


"Kenapa Gus bisa menerima pernikahan ini?" tanya Zira dengan menundukkan wajahnya.


Ini yang ingin sekali Zira tanya kan,dan yang paling aneh lagi suaminya ini menerima Zira yang sekali pun ia tidak tahu sifatnya.


"Karena saya tahu bahwa apa yang di pilihkan oleh Abah saya itu pasti yang terbaik untuk saya,dan sekarang saya tanya sama kamu,kenapa kamu menanyakan pertanyaan ini?apa kamu tidak menerima dan menyesal menikah dengan saya?" jawab dan tanya Aydan.


Deg


Sepertinya Zira tidak bisa menjawabnya,tetapi setelah berdiam beberapa menit,ia menjawab pertanyaan itu.


"Sebenarnya saya tidak ingin pernikahan ini terjadi,saya ingin mencapai keinginanku dulu.Tetapi saya juga ngga bisa menolak pernikahan ini karena saya tidak mau membuat orangtua saya sedih karena tidak bisa memenuhi perintah beliau" jawab Zira.


Jujur saja disini Aydan merasa bersalah dan sedih bercampur dalam pikirannya.Disatu sisi Aydan yakin dan mau menerima pernikahannya,dan disisi lain yang Aydan nikahkan ini terpaksa menerima nya.Apalagi setelah Zira mengatakan ingin mencapai keinginan terlebih dahulu.


"Memang apa yang kamu ingin kan sebelum menikah?" tanya Aydan lagi.


Zira sebenernya risih dengan orang yang selalu bertanya padanya,tetapi apa boleh buat?ia tidak bisa mengelak karena ia tahu ada seorang istri kepada suaminya.


"Saya ingin pergi ke Turki mandiri Gus" jawab Zira.

__ADS_1


Ya,memang benar kalau dirinya ingin pergi tour ke Turki seorang diri,akan tetapi kini keinginannya itu sudah gugur.


__ADS_2