
"ZIRA!!" Aydan dengan meninggikan suaranya.
"Suami sedang bicara dijawab! bukan malah di abaikan seperti ini! kamu ingin menjadi istri durhaka!!" ia mencengkram erat kedua bahu Zira.
Zira memejamkan matanya ia menahan sakit dari bahunya yang dicengkram kuat suaminya.
Mata Aydan mulai memerah,entah ada apa dengannya yang membuatnya seperti ini,ia seperti bukan Aydan yang biasa.
"Katakan ada apa,Zira!!" bentak Aydan.
Zira masih menunduk,menangis dan menahan sakitnya.Ia merasa takut ketika suaminya sedang marah seperti ini,karena sebelumnya suami belum semarah ini pada dirinya.
"KATAKAN!!" teriak Aydan.
"M-mass" Zira dengan suara bergetar dan lemah.
"Katakan!Atau.." Aydan dengan mengangkat satu tangannya keatas.
Zira mengangkat wajahnya,dan dilihatnya suaminya akan melesatkan tangan itu pada dirinya.Tak kuat!sungguh ia sudah tidak kuat.
Brugghh
Zira pingsan dipelukan suaminya.
"Astaghfirullah" Aydan sadar dengan sikapnya.
Kini Aydan menatap istrinya,ia menyadari bahwa sikapnya itu berlebihan,ia merasa sangat bersalah dengan istrinya.
"Maaf sayang,maaf..Mas gak bermaksud seperti itu" ucapnya pada Zira yang ada dipelukannya.
Diangkatnya tubuh Zira dan di letakkannya di ranjang miliknya.Lagi-lagi ia meminta maaf atas perilakunya itu terhadap istrinya yang mungkin memang sudah berlebihan.
__ADS_1
"Zira,bangun..sayang" ucap Aydan dengan tangannya yang menggenggam tangan Zira.
"Mas minta maaf..Zira" Aydan menyesal,tak ia sadari air matanya mengalir pada tangan Zira.
Disisi lain,Umi Siti mendengar semua yang terjadi dengan anak dan menantunya.Sebenarnya kedatangan Umi Siti ke kamar Aydan adalah untuk meminta tolong menantunya ke minimarket membeli sesuatu,tetapi ia tidak sengaja mendengar teriakan anaknya yang terdengar sampai keluar kamar Aydan.
"Astaghfirullah,Aydan.Apa yang membuatmu seperti ini pada istrimu" lirih Umi Siti mendengar anaknya berteriak-teriak di dalam kamar.
Umi Siti sangat kecewa dengan anaknya karena sudah sangat keterlaluan memarahi,membentak,juga teriak pada Zira,menantunya.
Karena tidak tahan,ketika sudah tidak terdengar apa-apa lagi didalam,Umi Siti bergegas mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok..tok..tok..
"Aydan..Zira..."
Aydan mengelap pipi basahnya.
"Masuk Umi,pintunya tidak dikunci" Aydan dengan suara yang terdengar sedikit bergetar.
"Nak,apa yang terjadi?" Umi Siti melangkakan kakinya mendekati Zira.
Aydan menunduk,ia tidak menjawab pertanyaan Umminya.
Umi Siti mengetahui semua,sehingga ia tidak menggubris ketika anaknya tidak menjawab pertanyaan darinya.
Diambilkannya minyak telon di atas nakas,ia oleskan sedikit dekat pada hidung Zira.
"Zira,bangun..nak" pipi Zira ditepuk lembut.
Beberapa saat kemudian,Zira membuka matanya perlahan,ia menatap Umi Siti dan Aydan dengan bergantian.
__ADS_1
"Alhamdulillah" ucap Umi Siti dan Aydan.
"Ummi,Zira mau pulang" lirih Zira.
Tatapan Zira berbeda pada Aydan,ia merasa takut,takut akan apa yang sebelumnya Aydan lakukan.Sehingga ia lebih baik berbicara pada mertuanya.
"Pulang?Nak..ini kan juga rumahmu" ucap Umi Siti.
"Pulang ke rumah Papah,Zira tidak mau tinggal disini lagi" lirih Zira lagi dengan air mata yang juga keluar.
"Zira,Maaf" ucap Aydan.
"Maafkan..Mas,Zira.Tadi mas tidak bermaksud seperti itu" tambahnya lagi.
Tidak ada jawaban dari Zira,Zira masih meminta untuk pulang ke rumah Papahnya.
"Sayang,sebaiknya jika kamu ingin pulang ke rumah papahmu,mintalah izin pada suamimu" ucap Umi Siti dengan tangan yang mengelap air mata Zira.
"Umi akan buatkan kamu teh jahe,agar kamu tidak lemas seperti ini" tambah Umi Siti dengan beranjak dari sisi menantunya.
...----------------...
Aydan sudah keterlaluan nih😐
Kasian banget sama Zira,niatnya mau bikin surprise 😭
...----------------...
New Novel:
-Berawal Kebencian Menjadi Cinta (Ongoing)
__ADS_1
Jangan lupa like setiap part dan follow author sebagai dukungan ✨
Jangan lupa kritik dan sarannya boleh dikomen