
"Kalau boleh jujur,aku sebenarnya udah siap Mas.Karena aku yakin hubungan kita ini tujuannya memang untuk mendapatkan keturunan,walaupun memang kita sebelumnya sama sekali tidak saling mengenal" batin Zira.
Aydan mencium pucuk kepala Zira dan berkata.
"Sayang kalau kamu sudah siap beritahu Mas ya,jadi Mas nggak perlu nunggu lama lagi" ucap Aydan.
Deg!
Entah mengapa tiba-tiba saja jantung Zira berdegup dengan kencang,ia mereka dirinya sangat bingung,disisi lain ia sudah siap dan disisi lainnya ia malu untuk mengatakannya.Sehingga...
Aydan beranjak dari sofa untuk bersiap tidur,tetapi ia merasa Zira akan memanggil nya.Dan ya? memang Zira akan memanggilnya dan itu membuat Aydan membalikkan badan dan duduk disebelah Zira lagi.
"Mas,aku sebenernya udah siap" lirih Zira tetapi masih bisa didengar oleh Aydan.
"Apa?kamu serius?" Aydan sembari meyakinkan istrinya yang berada didepannya itu.
Zira yang merasa malu hanya menganggukkan kepalanya.Dan siapa sangka?Aydan yang menyadari anggukkan Zira itu sangat bahagia sampai-sampai ada kata lagi yang akan diucapkan.
"Kalau Mas minta hak Mas sekarang apa kamu siap Ra?" ucap Aydan.
Dan lagi-lagi Zira menganggukkan kepalanya bertanda Aydan boleh melakukan apapun kepadanya.Toh memang ini juga sudah kewajiban Zira yang seharusnya.
*****
__ADS_1
Dimulai Aydan yang membaca doa sebelum melakukan hubungannya dengan Zira dan diaminkan oleh Zira.
Pertama-tama Aydan mencium kening,kedua mata,dan kedua pipi Zira juga tak lupa dengan mencium bibir Zira dengan lembut.
Deg..Deg..Deg..
Jantung Zira semakin berdebar kencang ia merasakan hal yang pertama kali ia belum pernah rasakan sebelumnya.
Tanpa pikir panjang Aydan membawa Zira ke atas kasur miliknya dan menjadikan Zira istri seutuhnya.
Setelah melakukannya,mereka terlelap di atas kasur dengan hanya ditutupi selimut.
"Terimakasih sayang,terimakasih" Aydan dengan nafas tidak teratur mencium kening Zira dan terlelap disampingnya.
Zira yang merasakan badan seperti remuk dan lemas karena yang pertama kali nya hanya menganggukkan kepalanya juga terlelap di sebelahnya
*****
Aydan yang bangun terlebih dahulu,ia membuka matanya dan menyadari Zira ada dalam pelukannya.
"Zira,sayang..bangun yuk.Kita harus mandi dahulu" Aydan dengan mengecup kening Zira agar ia bangun.
Zira yang masih lelah dan sekujur tubuh nya sakit masih belum bisa membuka matanya.
__ADS_1
"Eeumm..Mas bentar lagi ya,rasanya mataku masih belum bisa bangun" ucap Zira dengan matanya yang masih tertutup.
Aydan yang mungkin bisa merasakan rasa bagaimana lelahnya Zira pun memakluminya dan bergegas untuk mandi terlebih dahulu.
"Ya sudah,Mas duluan ya sayang" ucap Aydan dan turun dari ranjangnya.
Setelah selesai,Aydan masih melihat Zira yang terlelap,dengan segera Aydan membangunkan Zira dengan lembut karena sebentar lagi waktu subuh.
"Sayang,masih lelah ya?bangun dulu trus mandi biar segeran" bisik Aydan di telinga Zira.
Zira yang sedikit mendengar ucapan Aydan pun sedikit membuka matanya.
"Mas udah mandi?" Zira dengan mengumpulkan nyawanya.
"Iya,ayok bangun terus mandi,kalo kamu masih ngantuk lanjut nanti udah sholat ya" ucap Aydan.
Zira menganggukan kepalanya karena memeng dirinya masih merasa kantuk yang luar biasa.Dan ketika ia akan turun dari ranjang,tiba-tiba...
...****************...
Hi!
Terimakasih ya sudah membaca novel ini,semoga kalian suka dengan alur ceritanya.
__ADS_1
Jangan lupa like setiap chapternya dan follow author♡︎
Jangan lupa kritik dan sarannya boleh komen aja ya hehe