
"Maaf mas,aku udah wudhu" gumam Zira.
Aydan memundurkan langkahnya.
"Maaf mas gak tau sayang"
"Mendingan mas ambil wudhu dulu,bentar lagi adzan" ucap Zira.
"Yaudah iya" Aydan dan bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
*****
Malam hari tiba.
Dilingkungan pondok pesantren Al-Kautsar sedang digelar acara memperingati Isra Mi'raj yang sedang berlangsung.Dan tentunya bukan hanya santi-santriwati saja yang berada dilingkungan pondok pesantren,melainkan dari warga terdekat pun ada.Sehingga disana sangatlah ramai
Zira,Aydan dan keluarga Kyai Abdullah berada di samping dekat panggung yang berada di aula.
Pak Hadi dan Bu Hani juga Zidan datang ke acara.
"Mah..mamah apa kabar?" tanya Zira sembari memeluk ibundanya.
"Alhamdulillah mamah baik dek.Kamu disini gimana kabarnya?" gumam Bu Hani membalas pelukan Zira.
"Alhamdulillah Zira juga baik mah" jawab Zira.
Semenjak Zira pindah ke rumah Aydan,Ia belum bertemu langsung dengan keluarganya itu dan hanya berkabar-kabar saja melalui video call.
Semua keluarga Pak Hadi di sambut hangat oleh Kyai Abdullah.Dan acara pun dimulai.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap pembawa acara.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap semua yang berada di acara tersebut.
Setelah membuka acara,pembawa acara mempersilahkan Aydan untuk memimpin do'a terlebih dahulu.
"Untuk Gus Aydan,dipersilahkan naik keatas panggung untuk pembacaan do'a"
Aydan naik ke atas panggung lalu membacakan do'a,setalah selesai dilanjutkan oleh acara-acara lain yang ditunjukkan oleh para santri dan santriwati.
__ADS_1
Ketika acara berlangsung,ada sekitar 3 orang pria yang masuk ke dalam acara dengan memakai pakaian santri.
"Kevin,cepat cari keberadaan wanita itu" perintah Devan.
"Baik Tuan" Kevin dengan bergegas masuk ke dalam acara bersama anak buah Devan, sedangkan Devan menunggu di dalam mobil.
"Assalamualaikum Ning Zira" ucap Anak buah Devan kepada Zira.
"Waalaikumsalam,ada apa?" tanya Zira.
"Kami ingin berbicara sesuatu,tetapi tidak disini,apa Ning bisa ikut kami?" ucap mereka.
"Iya silahkan,tapi saya harus izin kepada suami saya dulu" ucap Zira.
"Tapi Ning,ini sangat penting jika terlambat akan bahaya" ancam mereka.
"Memang kenapa?"tanya Zira.
"Sepertinya Ning harus ikut dengan kami terlebih dahulu" ucap mereka.
Zira berpikir sejenak dan mengiyakan apa yang di minta oleh anak buah Devan.
"Baiklah,kita harus kemana?" ucap Zira.
Zira mengikuti anak buah Devan sampai ke depan gerbang pesantren,setelah itu Zira diperintahkan masuk kedalam mobil.Dan didalam mobil tersebut ada Devan yang berada di bagian depan.
"Kenapa harus didalam mobil?kenapa tidak di luar saja?" ucap Zira.
"Karena kita akan pergi dari sini" ucap pria yang berada di depan yang tidak lain Devan.
"Kamu siapa?" ucap Zira.
"Aku adalah seseorang yang akan membalas dendamku karena ibuku meninggal karena mu" ucap Devan dan memperlihatkan wajahnya.
"De-Devan?!!" lirih Zira.
"Ada apa Zira?Kenapa kamu begitu terkejut denganku?" tanya Devan
"Devan,bukan aku yang membuat ibumu meninggal,itu semua sudah takdirnya" gumam Zira.
__ADS_1
"Hahahaha..Takdir?dan kenapa waktu itu kamu menyudahi hubungan kita?hah?" Teriak Devan.
Dan Devan melajukan mobilnya ke tempat yang sudah ia persiapkan dibelakang rumahnya yang sedikit jauh dari pesantren dan butuh sekitar 30menit untuk sampai disana.
Zira merasa takut berada didalam mobil tersebut ia terus meminta perlindungan kepada Allah SWT agar ia bisa kabur dari sana,tetapi Zira yang berada di tengah-tengah antara anak buah Devan dan membuat Zira sangat tidak nyaman.
"Devan,kenapa kamu membawaku ketempat ini?" lirih Zira dengan suara bergetar.
"Jangan banyak tanya,kamu akan merasakan apa yang waktu itu aku rasakan Zira!" ucap Devan.
"Astaghfirullah,sudah beberapa kali aku katakan semua itu bukan karenaku semua itu sudah takdir Devan" gumam Zira.
"Bawa dia ke gudang!" perintah Devan.
"Devan semua itu bukan salahku,aku tidak tahu apa-apa tentang kematian ibu mu" gumam Zira yang dibawa masuk kedalam gudang belakang rumah Devan.
Setelah Zira dimasukkan kedalam gudang,ia merasa ketakutan didalam sana.ia menangis terisak.
"Ya Allah,bantu aku.Mas Aydan tolong aku.." gumam Zira.
*****
Disisi lain,Aydan yang tidak melihat Zira sembari dari tadi ia mulai panik dan mencari Zira.
"Umi,Ibu,Alma..dimana Zira?" tanya Aydan.
"Loh..bukannya tadi bersamamu Aydan?" tanya Umi Siti.
"Tadinya kita kira Zira sama kamu menantu,soalnya dari tadi juga kita cari nggak ada" ucap Bu Hani.
"Iya bang,tadi juga pas Alma kerumah,nggak ada siapa-siapa disana" ucap Alma.
"Astaghfirullah Zira kamu dimana?" lirih Aydan.
"Sebaiknya kita harus cari Zira disekitar sini dulu" ucap Bu Hani.
"Iya Aydan,coba kamu cari lewat panggung" perintah Umi Siti.
"Baik Umi" Aydan dan bergegas untuk ke atas panggung.
__ADS_1
"Assalamualaikum,apa ada yang melihat Zira?istri saya?" gumam Aydan di atas panggung.
semua orang mulai mencari Zira dan menyebar dari ke sisi pesantren,tapi hasilnya nihil,Zira tidak ditemukan.sampai acara selesai,Zira masih saja belum di temukan.