Gus Tampan Untuk Zira

Gus Tampan Untuk Zira
Pertemuan


__ADS_3

Tok tok tok


"Dek ayo turun kita sarapan bersama,yang lain udah menunggu" ucap Bu Hani.


"Iya mah" Zira pun bergegas untuk menuju ruang makan.


Dengan raut wajah yang kesal,Zira akhirnya keluar dari kamarnya dengan mata yang sembab karena menangis semalaman.Zira terpaksa keluar kamar karena tidak ingin membantah orang tuanya.kalau tidak,mungkin Zira akan menetap dikamar selama ia sanggup.


-Ruang Makan-


"Lohh lohh mata kamu kenapa dek?" Zidan kaget juga khawatir karena melihat mata adiknya membengkak.


Zira tidak menanggapi ucapan Zidan,Zira hanya berdiam dan hanya memakan sarapannya.


"Zira,setelah sarapan bersiap-siaplah pakai pakaian yang rapih karena keluarga calon suamimu akan datang ke rumah." ucap Pak Hadi kepada Zira untuk memecahkan keheningan.


"Ohh jadi Zira menangis semalam karena ini.APA?! calon suami?Zira akan dijodohkan?" ucap Zidan dalam hatinya.


"APAAA?SECEPAT ITU?BAHKAN AKU BARU SAJA MENGETAHUINYA TADI MALAM DAN SEKARANG PERTEMUAN NYA?" gerutuk Zira dalam hatinya dengan kesal.


Jujur saja mungkin yang dialami oleh Zira sangat berat,kenapa ayah Zira bersi keras untuk menjodohkannya dengan anak sahabatnya itu.Tapi apa boleh buat?Zira hanya bisa pasrah apa yang sedang dia alami sekarang.

__ADS_1


"eumm..iya pah" ucap Zira lemas lesu.


"Kenapa papah dan mamah gak kasih tau aku kalo Zira akan dijodohkan?" tanya Zidan pada kedua orangtuanya.


"Kamu selalu saja sibuk dengan urusanmu sendiri Zidan,jadi apa papah harus memberi tahu mu?" jawab Pak Hadi.


"Tapi kan Papah bisa memberi tahu ku"


"Ya sudah,sekarang kamu sudah tahu sendiri dan papah tidak perlu untuk memberi tahu mu Zidan."


Pak Hadi memang tidak pernah memanjakan kedua anaknya,sehingga Zidan dan Zira tidak akan berani membantah apa yang telah dirinya lakukan.Toh yang dilakukan Pak Hadi memang untuk kebaikan kedua anaknya.


*****


"Apa ini tidak terlalu terburu-buru bah?" tanya Aydan kepada Kyai Abdullah sembari bersiap-siap.


Aydan memanggil ayahnya dengan sebutan abah dan umi kepada ibunya yang bernama Siti Aisyah atau yang sering dipanggil dengan sebutan umi Siti.


"Terburu-buru bagaimana maksudmu Aydan?" tanya balik Kyai Abdullah.


"Maksud Aydan,apa ini sangat cepat untuk Zira menikah denganku,sedangkan Zira baru saja lulus tahun kemarin mungkin saja Zira ingin menggapai keinginannya dulu" jawab Aydan.

__ADS_1


Aydan tahu beberapa tentang Zira karena Kyai Abdullah selalu bercerita kepadanya.Mungkin karena agar yakin dan menerima perjodohan ini.


"Jika kalian menikah kalian bisa saling melengkapi satu sama lain Aydan.Dan lihat ini,usia mu sudah siap untuk menjadi imam bagi istrimu kelak." jawab Kyai Abdullah.


Aydan menjadi seorang ustadz dan sekaligus anak dari pemilik pesantren itu.Aydan sangat cerdas dan juga memiliki wajah yang tampan.


Mereka sedikit berbincang dan akhirnya siap berangkat menuju rumah Pak Hadi.


-Di Kamar Zira-


Zira mandi terlebih dahulu dan memakai pakaian rapih karena perintah dari ayahnya.


Zira duduk didepan meja riasnya.Zira sedikit mengoleskan pelembab wajah dan lipbalm agar bibirnya tidak kering.Zira memang tidak suka memakai make-up tapi wajah serta kulitnya putih bersih alami.


"Sebenernya aku tidak mau perjodohan ini terjadi" gumam Zira.


"Tapi apa boleh buat,aku sudah dijodohkan oleh papah" lanjutnya dengan lesu.


Zira hanya bisa bergerutu tidak jelas dan sebenernya dirinya itu kini masih syok karena perjodohan ini,baru saja ia lulus sekolahnya tahun kemarin dan tahun ini ia dijodohkan dengan orang yang ia tidak kenal.Zira hanya tahu kalau yang akan calon suami itu adalah anak dari ayahnya dan nama adalah Aydan Athallah.


Setelah perjalanan selama 2 jam.Keluarga Kyai Abdullah sampai tepat di rumah Pak Hadi.

__ADS_1


Sebenernya ada sebuah kejutan yang sangat istimewa akan diberikan kepada Zira dan Aydan oleh Kyai Abdullah dan Pak Hadi.Apakah itu?apa sebuah pernikahan akan dilangsungkan hari ini?tapi itu mustahil mereka sepertinya tidak membawa seserahan.


__ADS_2