
Setelah menyuapi Zira,Alma pamit untuk membelikan obat untuk Zira.Tidak lupa juga memberi tahu keluarganya.
Alma turun dari kamar Aydan dan segera menyusul Ummi Siti yang sekarang sedang berada di dapur menyiapkan makan siang.
"Ummii..ummii.." ucap Alma dengan mengatur nafasnya karena panik akan terjadi sesuatu pada Zira.
"Ada apa dek?"Umi Siti menatap heran anak bungsunya itu.
"Ummii..adek mau beli obat buat kak Zira di apotik" ucap Alma dengan sedikit tenang.
"untuk Zira?kakak kamu sakit apa dek?" tanya Umi Siti.
"Gak tau ummi,badan kak Zira panas banget dan juga badannya menggigil gitu ummi.Aku pamit beli obat dulu ya ummi,Adek minta tolong ummi siapin kompres an buat kak Zira" Pamit Alma dengan mencium punggung tangan Umi Siti. "Assalamualaikum.." tambah Alma dan bergagas ke apotik dekat pesantren.
"Iya-iya ummi buatkan kompres an.Waalaikumsalam" jawab Ummi Siti.
"Astaghfirullah.. kira-kira menantu sakit apa?kenapa belum pernah cerita" tanya Ummi Siti pada dirinya.
Ini pertama kalinya Zira sakit di rumah Aydan.
Ketika Ummi Siti membuat kompres an,tiba-tiba Kyai Abdullah datang.
"Umi buat kompres an untuk siapa?" tanya Kyai Abdullah yang melihat istrinya.
"Untuk menantu kita Abah.Kata Alma Zira demam dan menggigil" jawab Umi Siti karena belum melihat Zira karena ia sedang membuat kompres an.
"Innalilahi..Apa sudah diberi obat belum ummi?" tanya Kyai Abdullah lagi.
__ADS_1
"Alma sedang membeli obat di apotik" balas Umi Siti.
Aydan yang masih mengajar di pondok pesantren masih belum diberi tahu tentang keadaan Zira saat ini karena takut mengganggunya.
Alma dengan tubuh yang tergesa-gesa masuk ke dalam rumahnya.
"Assalamualaikum Ummi,ini Adek sudah beli obatnya" ucap Alma.
"Waalaikumsalam..Ya sudah kita ke kamar Abangmu,sebentar umi ambil kompres an nya dulu" jawab Umi Siti.
Kiyai Abdullah?beliau kembali mengatasi urusannya dipondok pesantren.
*****
Umi Siti dan Alma sudah ada di depan pintu kamar Aydan dan Zira.
Tok..tok..tokk..
Tok..tok..tokk..
"Kak ini Alma sama Ummi" ucap Alma.Tetapi lagi-lagi tidak ada jawaban dari dalam kamar.
"Ummi apa kita masuk saja?" tanya Alma
Ummi Siti menganggukkan kepala karena beliau juga khawatir dengan menantu nya yang tiba-tiba sakit.Apa ini penyebab dari Zira yang diculik sebelumnya?Mungkin saja itu terjadi.
Ketika pintu kamar Aydan dibuka oleh Alma...
__ADS_1
berbarengan dengan Zira yang baru saja keluar dari kamar kecil,sepertinya tadi Zira ingin membuang air kecil.
Zira yang melihat Umi Siti dan Alma membuka pintu ia lantas berjalan kearah mereka,walaupun memang jalannya yang menjadi beda dari sebelumnya,dengan jalan yang tertatih Zira berjalan.
"Ummi..Alma.." gumam Zira.
Ummi Siti yang menyadari cara berjalan Zira yang berbeda beliau mengerti dan tersenyum,sedangkan Alma? Alma menatap heran dengan cara berjalan Zira.
"Kakak udah mendingan?" tanya Alma yang menatap Zira sudah lebih baik dari sebelumnya.
Dengan mata yang masih terlihat lelah Zira mengangguk pelan kepalanya.
"Iya..Alhamdulillah,tadi sehabis sarapan aku cukup mendingan" jawab Zira.
"Ya sudah..Alma beri obatnya pada kakakmu" perintah Umi Siti yang tidak ingin mengganggu menantunya itu yang masih lelah.
Alma memberikan kantung obat pada Zira.
"Terimakasih Ummi.." ucap Zira.
Umi Siti menganggukkan kepala juga menggulung senyuman pada menantunya itu.setelah itu Umi Siti dan Alma beranjak dari kamar Aydan dan kembali ke dapur untuk memasak.
...****************...
Waahh...wahh..wahh sepertinya Umi Siti mengetahui penyebab mengenai demam yang terjadi pada menantunya ituðŸ¤
Jangan lupa like setiap chapternya dan follow author♡︎
__ADS_1
Jangan lupa kritik dan sarannya boleh komen aja