
-Sore Harinya-
"Assalamualaikum" ucap Pak Hadi dan Zidan masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam..Papah sama Abang udah pulang?" balas Bu Hani dan mencium punggung tangan suaminya.
"Iya Mah"
Lalu mereka duduk santai diruang keluarga.
"Kayaknya udah lama banget Papah gak jenguk Adek disana" Pak Hadi yang belum mengetahui bahwa putrinya ada dirumahnya.
"Kayaknya besok Papah mau kesana aja.Sekalian berkunjung ke pondok pesantren" tambahnya lagi.
"Iya pah,aku mau ikut ya" tembal Zidan.
Bu Hani yang baru saja datang dari dapur membawa minuman dan juga cemilan memotong pembicaraan antara Ayah dan anaknya.
"Papah sama Zidan mau ke tempat Kyai Abdullah?mau menemui Zira?" ucapnya.
"Iya mah,lagian kan udah lama juga gak main kesana" jawab Zidan.
"Mendingan gak usah deh" jawab Bu Hani.
"Lohh,kenapa Mah?" heran pak Hadi.
"Orang Adek ada disini,dia lagi istirahat dikamarnya"
Pak Hadi dan Zidan beradu pandang heran.
"Loh Lohh,kapan kesini?kok gak ngabarin?" ucap Zidan.
"Tadi pagi kesini bareng Aydan" jawab Bu Hani.
"Aydan?Mana?Kok papah gak liat dirumah?" tanya Pak Hadi.
__ADS_1
"Aydan tadi cuman nganter Adek aja.Katanya ada urusan ke luar kota jadi gak bisa nemenin Zira".
"Oh ya sudah,biarin Adek istirahat dulu" ujar pak Hadi.
*****
Keesokan Harinya...
Sekitar pukul 04:00 dini hari.
Aydan akan berangkat mendampingi peserta lomba ke Aceh.
Ia sedang membenahi pakaiannya kedalam tas.
'Sayang,kamu sedang apa?Apa kamu masih marah sama Mas?' batin Aydan.
"Mendingan aku telpon Zira dulu" gumamnya.
Sedangkan dirumah Pak Hadi,Zira masih terlelap dengan tidurnya karena apa?karena ia mengingat lagi tentang Aydan yang bersama wanita lain itu dan membuatnya menangis semalaman.
Suara panggilan dari ponsel Zira.
Zira membuka sedikit matanya tanpa melihat siapa yang meneleponnya lalu ia angkat panggilan tersebut.
-Panggilan terhubung-
[Assalamualaim,si-siapa?] ucapnya dengan suara khas bangun tidur.
Aydan tersenyum sumringah lantaran istrinya mengangkat telpon darinya.
[Waalaikumsalam,sayang]
Zira membuka matanya sempurna karena mendengar suara yang tidak asing darinya.Mungkin jika ia tahu suaminya yang menelponnya ia tidak akan mengangkatnya.
[Mas Aydan..Ada apa?]
__ADS_1
[Tidak tidak ada apa-apa,Mas cuman mau pamit lagi ke ka--]
[Oh iya Mas] singkatnya
[Sayang?kamu masih marah?] pikir Aydan yang menganggap Zira masih marah lantaran sikapnya pada istrinya kemarin.
[Tidak Mas,sebentar lagi udah mau subuh kayaknya aku tutup telponnya ya]
[Bentar ya,temenin Mas bentar..Karena kamu tidak ada dirumah Mas jadi gak ada yang bantuin nyiapin barang-barang yang mau Mas bawa]
[Iya Mas]
Aydan menggantikan panggilan tersebut menjadi panggilan video/VC dan diterima oleh Zira.
[Lihat sayang,Mas bingung banget deh soalnya gak ada yang bantu Mas siapin ini semua] Aydan mengarahkan kameranya pada barang-barangnya yang tergelak di kasur.
Aydan belum menyadari sesuatu apa wajah istrinya.
[Maaf ya Mas] Zira meski pun kecewa pada suaminya itu tetapi ia tidak tega membiarkannya.
[Iya gapapa,Zira..mata kamu kayaknya sembab banget gitu?habis nangis ya?] tanya Aydan.
Mendengar yang diucapkan suaminya,ia melihat pada layar ponselnya dan ya benar,matanya menjadi bengkak ia lantas memutar kameranya menjadi kamera belakang.
[Nggak kok,Mas cuman salah liat]
Aydan heran dengan yang diucapkan istrinya pasti bohong karena mata Zira sudah terlihat olehnya.
Lalu Aydan membenahi barang-barangnya dengan ditemani sang istri walaupun hanya di video call.
...----------------...
-Berawal Kebencian Menjadi Cinta (Ongoing)
Jangan lupa like setiap part dan follow author sebagai dukungan ✨
__ADS_1
Jangan lupa kritik dan sarannya boleh dikomen