Hanya Ada Mocci Imut

Hanya Ada Mocci Imut
1. Tamu


__ADS_3

"Gio sini Nak" Panggil Mamah padaku saat Aku akan pergi bersama teman ke sebuah cafe tempat biasa kami nongkrong


"Iya Mah " Jawabku pada mamah sambil menoleh.


"Gas tunggu gue didepan nanti gue nyusul" Kataku pada Bagas seorang teman yang sudah dari tadi menunggu ku.


Aku pun menghampiri mamah yang sedang duduk di sofa bersama ayah dan seorang wanita yang terus menundukan kepalanya.


" Iya mah, kenapa?" Tanyaku setelah aku ada dihadapan mamah.


" Kamu mau kemana?" Tanya Ayah padaku


" Mau ke tempat nongkrong yah, Gio suntuk dirumah terus" Jawabku sambil menggaruk kepala yang tidak gatal, yaa aku sedikit takut waktu itu ayah tidak memberiku ijin, apalagi waktu itu sudah menunjukan pukul 20.20 malam.


" Memangnya kamu besok gak kuliah Nak?"Tanya Mamah padaku lagi


" Enggak mah, besok gak ada mata kuliah" Jawabku


" Yasudah hati hati yah" Kata mamah sambil mengelus punggungku


" Kamu bawa motor?" Tanya Ayah


" Iya Yah, soalnya Bagas gak bawa kendaraan. Jadi sekalian Gio anter pulang" Jawabku lagi.


Ketika aku hendak pergi mamah memanggilku lagi.


" Eh Gio, Tunggu" Kata mamah sambil melambaikan tangannya


Aku pun kemudian berbalik dan mendekat kembali


" Apa mah?" Tanyaku sambil memainkan kunci motor yang sedari tadi aku pegang


" Ini mamah mau kenalin Dina kamu inget gak?" Tanya mamah sembari tersenyum. Gadis itu berdiri dan masih menundukan kepalanya.


" Enggak mah, emang ini siapa?" Tanyaku sambil menyodorkan tanganku pada gadis itu, berniat berkenalan.


" Saya Dina kak gio" Kata gadis itu yang kemudian mencium tangan ku. Sontak aku langsung melepaskan tanganku.


"Eeeh kenapa lo nyium tangan gue?" Tanyaku pada gadis itu.


" Soalnya kakak lebih tua dari aku, maaf kalau kakak merasa tidak nyaman" Jawab gadis itu sembari membungkukan tubuhnya seperti menyesali apa yang telah dia lakukan.


" Eeh enggak apa apa, gue cuma gak biasa" jawabku sambil tersenyum dan menyuruhnya agar tidak membungkuk lagi.


Mamah dan Ayah hanya tersenyum melihat kami.

__ADS_1


" Ini Dina sayang, dulu waktu masih kecil kamu juga pernah ketemu dia" Kata mamah sambil memeluk gadis itu yang masih tertunduk.


" Mmm tapi kalau ketemu nya dulu waktu Gio kecil mana inget mah" sontak mamah dan ayah tersenyum mendengar perkataan ku.


"Nunduk terus nih cewek, kayak gak punya tulang leher aja" Ucapku dalam hati


" Iya sayang... , Dina ini mau tinggal disini sementara waktu, soalnya keluarga Dina ke Thailand buat urusan bisnis" Kata mamah yang kemudian duduk lagi ditempatnya.


"Kenapa dia gak ikut Mah" Tanyaku untuk memastikan


" Dina ini masih sekolah, lagian di Thailand mereka gak selamanya, kalau di rumahnya kasian dia sendirian" Kata Ayah sambil melirik Gadis itu


" Iya nak, lagian kita kan masih kerabat nya. Selama kita masih bisa bantu kenapa enggak?" Kata mamah melanjutkan jawaban Ayah


" Eh lo duduk aja lagi" Suruhku pada gadis yang terus menundukan kepalanya itu.


" Iiiya Terimakasih" Jawab gadis itu gugup yang kemudian kembali duduk


" Ini anak aneh banget sih, kaya..." Ucapku dalam hati


" Oh yaudah... Selamat datang dirumah ini ya dina, semoga kamu betaah" Kataku yang kemudian berpamitan pada Ayah dan mamah.


" Gio berangkat sekarang ya" Pamitku


Saat aku melangkah akan keluar aku mendengar bahwa gadis itu akan menempati kamar disebelah kamarku di lantai 2. Aku sedikit menguping percakapan mereka dari arah tangga yang memisahkan ruang keluarga dan ruang tamu.


" Bi.. bi.. bi inah" Panggil mamah pada seorang ART rumah.


" Iya bu saya" Kata bi inah sambil membungkukkan badannya


" Tolong antar Dina ke kamar atas, biar bisa langsung istirahat" Kata mamah yang kemudian membuat bi ina langsung mengangguk dan membawakan koper yang berada disamping Gadis itu.


" Kamu istirahat dulu ya nak, takutnya kamu capek" Kata mamah yang kemudian dipatuhi gadis itu.


Gadis itu segera mengikuti bi inah yang telah mendahuluinya.


" Yah, kenapa Dina pendiam sekali ya? mamah takut dia tak betah disini" Kata mamah yang terlihat sedikit cemas


" Jangan bilang gitu, mungkin memang Dina anaknya pendiam" Jawab ayah agar mamah tak merasa hawatir


"Mamah harus lebih dekat dan sering mengajaknya bicara, apalagi kita gak tau Orang tuanya sampai kapan di Thailand" Lanjut Ayah


" Iya Ayah bener" Kata mamah yang membenarkan saran Ayah, tapi masih menunjukan rasa b8ngung di wajah mamah.


Aku segera melangkahkan kaki ku keluar rumah.

__ADS_1


"Itu anak kesambet atau apa, nunduk aja. Badan kecil kulit puti, kayak moci hehehe" ucapku dalam hati sambil tertawa kecil


" G lama amat lo" Kata bagas yang tak sabar sedaritadi menunggu diatas motor ku


" Sorry... tadi pamit dulu gue" Kataku sambil melempar kunci motor


" eeeh, lo aja yang bawa, gue ogah bawa motor lo" Kata bagas yang kemudian melempar kembali kunci motor


" Lo mah emang males" Ejek ku pada Bagas


" Udah tau masih aja nyuruh" Kata Bagas sembari tersenyum dan mengangkat alisnya


Kami kemudian berangkat , Diperjalanan entah kenapa aku terus memikirkan gadis itu.


"hehehe baru kali ini tangan gue ada yang nyium, biasanya gue yang nyium tangan cewek, heheh" ucap ku dalam hati


" Kenapa lu G? senyum senyum sendiri, kesambet lo?Pake tuh helm entar ada polisi ****** kita"Kata bagas yang sedari tadi memandangi ku dari kaca spion


"Iya bawel" Kataku yang kemudian segera memakai helm dengan tangan sebelah kiri.


***


Sekedar informasi


Gio Andrea Putra adalah anak tunggal dari pasangan suami istri yang bernama Doni Putra dan Ana Andreana.


Gio sekarang sedang duduk dibangku kuliah semester ahir.


Gio termasuk mahasiswa yang cerdas dan mudah bergaul, Gio juga orang yang cukup populer dikalangan Mahasiswi dikampusnya. Perawakan yang tinggi juga cukup tampan, kulit kuning langsat dan rambut yang bergaya korea membuat Gio banyak dikagumi.


Terkadang Gio membantu Ayahnya di perusahaan keluarga mereka walaupun hanya sekedar membuat laporan keuangan. Karena hal itu juga yang telah dikuasai Gio selama kuliah.


***


Dina Ayunda Putri adalah anak bungsu dari pasangan suami istri yang bernama Anton Setiawan dan Anita yanuar.


Dina memiliki satu kakak perempuan yang telah meninggal karena penyakit yang dideritanya.


Perawakan Dina yang mungil, berkulit putih dan berkacamata tebal membuatnya tak sepopuler Gio, tapi kepintaran Dina cukup imbang dengan Gio.


Dina yang tak pintar dalam bergaul hanya memiliki satu teman baik yang bernama Gendis.


Dina juga sering menerima buly dari teman temannya yang tidak suka dengan kepintarannya.


Sikap diam Dina dan kepolosannya membuat semua keluarganya tidak tau bagaimana keadaan Dina jika berada disekolah.

__ADS_1


Ayah dan Ibu yang selalu sibuk dengan pekerjaan mereka, membuat Dina sulit untuk berkomunikasi.


Dina hanya melaluinya sendiri, karena itulah dina tak pernah terbuka pada siapapun dan benar benar dekat dengan seseorang termasuk Ayah dan Ibunya bahkan teman sebangkunya pun tak benar benar mengetahui perasaan Dina.


__ADS_2