Hanya Ada Mocci Imut

Hanya Ada Mocci Imut
27. Terkuaknya kematian Dina


__ADS_3

Acara makan malam pun d mulai, setelah kedatangan Gendis dan keluarganya, Kami menyambut mereka dengan hangat.


" Silahkan masuk " Kata bi inah setelah membuka pintu


Aku, Ayah dan Mamah yang telah menunggu di ruang tamu pun kemudian mempersilahkan mereka duduk.


Setelah perbincangan tentang kesuksesan bisnis yang aku dan gendis pegang mereka mulai membahas tentang hubungan kami, tapi sebelum terlalu jauh ayah langsung memotong dan mengajak mereka untuk makan malam yang sudah disiapkan mamah sedari tadi.


" Sebenarnya kedatangn kami kesini bukan hanya masalah bisnis kita, tapi juga saya mau hubungan kita lebih dekat seperti keluarga" kata pak aji pada Ayah sembari tersenyum


" Saya sih bagai mana anak anak kita pak aji" kata ayah yang tak mau mengambil keputusan sepihak apalagi ayah sudah tau kalau aku menyukai Ajeng.


" Benar itu pak Doni, bagai mana menurutmu nak Gio?"


Katanya sembari memandangku dan Gendis yang duduk bersebelahan.


" Kalian sangat serasi kalau dijadikan pasangan, benar kan pak Doni " Katanya lagi sembari tersenyum pada ayah


" Maaf pak aji, tapi kebetulan saya sudah punya kekasih" Kataku sembari memandang Ayah dan Ibu Gendis.


" Bukan kah Wanita itu sudah meninggal?" Katanya sembari menghentikan aktifitas makannya.


" Dina memang sudah meninggal, dan yang telah membunuhnya adalah orang suruhan bapak bukan" Kataku santai sembari berbalik memandangnya.


" Apa maksud kamu?" Kata pak aji panik


" Iya , beberapa hari yang lalu supir truk yang bapak suruh untuk menabrak Dina datang dengan polisi ke kantor" kataku masih santai


****


Beberapa hari yang lalau


" Permisi pak, ada dua polisi diluar ingin bertemu bapak" Kata sekertarisku


" Polisi? Ada apa polisi datang kesini?" Tanyaku keherannan


" Saya tidak tau pak"


" Ya sudah suruh masuk" Akupun langsung merepihkan pakaianku dan berdiri menuju kursi sofa yang ada diruangan itu.


Setelah mereka masuk, alangkah terkejutnya aku saat salah seorang bapak memegang kakiku sembari meminta maaf, aku pun sontak menyuruh Bapak itu berdiri, dan polisipun segera memegangnya. Ku lihat tangannya terborgol, dia menangis dan terus mengucapkan permohonan maafnya pada ku.


" Maafkan saya pak... maafkan sayaaaa"

__ADS_1


katanya sembari menangis


" Silahkan duduk dulu pak, saya tidak mengerti maksud bapak" Akupun menyuruh kedua polisi dan bapak tua itu duduk.


" Sebenarnya kami mencari bapak anton dan ibu anita, tapi menurut info kami mereka sedang di luar negri"


" Maaf pak Gio, kami mengganggu bapak saat bapak sedang di jam sibuk seperti ini. Kami mengantar pak oman ini kesini karena beliau ingin mengatakan satu pengakuan" kata salah seorang polisi itu


" Pak anton dan ibu anita?Pengakuan apa maksud bapak?" Kataku semakin heran


" Saya yang menabrak gadis itu dengan sengaja pak, maafkan sayaaaaaa.... saya cuma disuruh"


" Gadis? maksud bapak?" Kataku semaki tak mengerti


" Maafkan sayaaa" katanya yang kemudian kembali memegang kakiku sembari menangis


" Bapak ini adalah supir truk yang menabrak Gadis bernama Dina yang merupakan anak pak anton dan ibu anita. Dalam pengakuannya dia bukan sedang mabuk waktu itu, tapi dia diperintah oleh seseorang yang bernama pak aji untuk sengaja menabrakan mobilnya"


" Maaf kan saya pak, saya terpaksa... karena saya sedang membutuhkan uang untuk pengobatan anak saya... tapi anak saya pun meninggal, mungkin karena kesalahan saya yang mendapat uang haram... maafkan saya paakk maaafkan sayaaaa" Katanya sembari menangis di kakiku


Hatiku bergetar, kemarahan, kekecewaan, Kebingungan semua jadi satu. Aku hanya terpatung seakan semua menjadi melambat.


Aku tak tau harus berbuat apa saat itu, apa yang aku dengar dan yang aku lihat seakan hanya mimpi buruk yang tak pernah ingin aku alami.


" 100 juta. Saat itu saya sedang membutuhkannya untuk anak saya... maafkan saya... saya menyesaaal " Katanya sembari menangis


" Maaf Pak silahkan bapak bapak pergi dari sini, saya tak mau melihat dia lagi" kataku sembari berdiri dan memalingkan muka


" Maafkan sayaaa"


Polisipun kemudian berpamitan dan membawa pak tua itu meninggalkan ruanganku.


***


Meja makan


" Kenapa Pak aji melakukannya? saya sudah memanggil polisi untuk menangkap Bapak atas pengakuan pak oman"


" Gio apa maksud kamu nak? kata Mamah sembari memegang bahuku


" Gio apa hal ini benar?" Kata ayah yang ikut terkejut


" Iya Yah, ini benar. Pak aji nyuruh seseorang bernama oman untuk menabrak Dina malam itu" kataku tegas

__ADS_1


" Apa maksud kak Gio pah?" kata Gendis yang panik


" Pah apa apaan ini? apa maksud nya papa menyuruh orang?" kata istri pak aji sembari panik memegang tangan pak aji.


" Apa apaan ini? Saya tak melakukan apapun" kata pak aji memukul meja langsung berdiri dan ingin melangkah keluar. Tapi saat Pak aji hendak pergi Polisi datang dan langsung memberikan surat penahanan.


Malam itu Pak aji ditangkap, Gendis dan ibunya yang tidak mengetahui ini langsung pingsan dan dibawa kerumah sakit. Semenjak itu Aku menghubungi keluarga dina untuk menjelaskan bahwa kecelakaan dina terjadi karena kesengajaan seseorang yang menaruh dendam terhadap mereka.


Ternyata Pak aji yang tersinggung oleh sikap pak Anton ayah Dina dulu yang tak mau bekerja sama dengan perusahaannya membuat pak aji marah dan melakukan hal seperti membunuh untuk balas dendam.


Ahirnya keluarga Dina pun meminta maaf padaku dan keluargaku karena menyalahkan kami atas meninggalnya dina.


Setelah semua selesai, aku pun bersama Ayah, mamah, pak Anton dan bu Anita datang ke pemakaman Dina.


Disana kami menaburkan bunga dan berdo'a.


" Maafkan kami mbak, kami menyalahkan mbak dan keluarga karena meninggalnya Dina, padahal kamilah yang salah" kata Bu anita pada mamah


" Gak apa apa Nit, ini semua juga ada kesalahan kami yang tidak bisa menjaga Dina" Kata mamah yang kemudian berpelukan sembari menangis.


" Mas Doni, saya minta maaf mas" kata pak anton sembari memeluk Ayah


" Iya Ton, aku juga minta maaf" kata ayah membalas pelukan


" Maafkan Tante sama om ya Gio, kami malah menyalahkan kamu" Kata tante Anita sembari memelukku


" Iya tante saya juga minta maaf"


" Terimakasih sudah mencintai anak kami" Kata om Anton sembari tersenyum


" Kalian mau kemana sekarang?" Kata ayah setelah adegan saling memeluk


" Kami akan kembali ke luar negri mas, mbak. Kami tidak akan sanggup kalau disini. Kami akan memulai hidup baru disana" Kata tante anita


" Apakah tidak sebaiknya kalian tinggal disini bersama kami, supaya dekat dengan Dina juga" Kata ayah


" Tidak mas terimakasih"


Setelah itu kami pun mengantarkan kepergian om anton dan tante anita ke bandara.


Aku merasa lega ahirnya kejadian yang membuatku selalu merasa resah telah usai.


Aku selalu berpikir hal yang janggal saat kecelakaan dina sekarang telah terungkap dan menjadi jelas.

__ADS_1


Ada rasa syukur karena pak oman mau mengakui hal ini, mungkin jika pak oman terus menutup mulutnya, pak aji tak akan pernah tertangkap dan tersangka utamanya pun akan bebas berkeliaran.


__ADS_2