Hanya Ada Mocci Imut

Hanya Ada Mocci Imut
17. Hancur


__ADS_3

Tak terasa saat pekerjaan ku telah selesai, jam menunjukan pukul 12 tepat, Aku keluar kamar setelah Dina mengetuk pintu dan memanggilku karena ada teman temanku.


" Kak ada kak Angga, Kak Bagas, Kak Beni sama Kak Seno juga pacar pacarnya" Katanya sembari berdiri didepa pintu. Aku langsung berdiri dan merangkul Dina dan turun menemui Mereka. Kulihat mereka telah duduk dan sudah disuguhi minum dan cemilan.


" Ada apa?" Kataku sembari duduk


" Mau kemana?" Kataku lagi saat Dina akan pergi melangkahkan kakinya, Dina kemudian melirik Mereka


" eeeeuh itu saya mau ke..." Sebelum menyelesaikan ucapannya aku langsung menariknya untuk duduk disamping ku. Mereka hanya tersenyum melihat sikapku Pada Dina, karena mereka tau bagai mana sikap dina yang terlalu minder jika bertemu semua temanku. Sebenernya mereka tau karena aku yang mengatakannya dan terkadang solusi solusi yang mereka berikan selalu benar.


Aku memang sebenarnya tidak tau harus bersikap seperti apa pada Dina, tapi setelah pembicaraan dengan teman temanku, aku tau menghadapi Dina tidaklah mudah seperti yang aku lakukan pada Marsya. Marsya yang akan patuh jika diberi uang dan semua keinginannya sangatlah berbeda dengan Dina yang hanya ingin rasa cinta, sayang dan perhatianku saja.


"mmm saya takut ganggu, kata Dina pelan"


" Ganggu siapa?" Kataku sedikit kencang yang membuat Dina mencubit tanganku


" Aaaw, aku cuma tanya?" Dia hanya menunduk dan sesekali memandangi teman teman yang ikut tertawa.


" Gak ganggu kok Din, kamu bisa ikut dengerin" Kata Rara yang membuat dina kemudian tersenyum


"Iya Mbak"


Setelah selesai, kami langsung berkendara dengan motor masing masing menuju tempat yang telah kami janjikan.


Sesampainya disana kami langsung bergabung dengan anak anak kampus yang lain. Sebenarnya disana bukan hanya tempat nongkrong, tapi disana juga bisa disebut tempat reuni teman SMP atau SMA . Ditempat itu cukup komplit untuk kami sekedar berkumpul dan berbincang. Disana ada warung makan yang kekinian yang menyediakan berbagai minuman dan berbagai macam makanan.


" Kak, aku pulang aja" Kata Dina sembari memegang lenganku ketika akan turun dari motor


" Kenapa?"


" Saya malu, lagian disini saya gak kenal siapa siapa" Katanya sembari memandangku " Aku kan ada, Angga, Rara dan yang lain. Kamu kan udah kenal sayang"


" Tapi..."


" Udah ayo, kita kesana ya"


Aku kemudian menggandengnya dan menyuruhnya duduk disampingku


" Lo baru datang?" Salah satu teman SMP ku dulu


" Sorry, gue ngobrol dulu sama Anak anak tadi dirumah" Kataku


Karena melihat Dina sepertinya mulai bosen, aku kemudian mengajaknya pindah duduk ke kursi yang kosong.


" Kamu bosen ya?" Tanyaku yang hanya dijawab dengan anggukan kepala.


" Mau pulang atau makan dulu?"


" Terserah kakak aja"


" Yaudah aku pesen makan dulu, kita makan disini terus pulang, oke?"

__ADS_1


"Iya" Katanya sembari tersenyum


Ketika selesai memesan dan menaruh makanan didepan Dina, aku terkejut karena ada yang memelukku dari belakang.


"Gio sayang..."


" Bella" kataku terkejut dan langsung melepaskan pelukkannya


" Ngapain kesini?"


" Kita kan udah janjian sayang"


Bella kemudian duduk disamping Dina, kulihat Dina hanya menundukan kepalanya.


" Eh dia Siapa Sayang" Katanya sembari memandang Dina yang tak menunjukan wajahnya.


" Calon istri gue"


" Calon istri? kamu gak salah? Iiiih anak cupu kayak dia?" Kata bella sembari memandang Dina dari atas kepala sampai ujung kaki.


" Udah lah gak penting, ayo duduk" Kata Bella sembari menarik tangan ku. Aku berada ditengah tengah antara Dina dan Bella.


Bella terus saja mengoceh tentang masalalu kami sewaktu masih satu sekolah, dan kenangan kenangan lainnya. Dina hanya terdiam dan makan makanan yang aku pesan.


" Gio, kamu mau kan sekarang sama aku? aku tuh udah lama nunggu kamu putus sama si Marsya"


" Sorry Bell, gue cuma anggap lo temen, Lagian gue udah punya calon istri" Kataku sembari merangkul Dina.


" Apa? gue udah bilang sama lo dulu, gue cuma anggap lo temen gue dan itu gak berubah"


" Giooo kamu tuh jahat, aku yakin lo bakal nyesel tolak aku " kata Bella yang kemudian pergi.


" Kak, apa kakak gak kelewatan?"


" Hehe biarin aja aaaaa" Kataku yang kemudian menyuapi Dina


" Bella kenapa G?" kata Seno yang kemudian duduk mengambil makananku


" Tau"


" Kayaknya dia marah banget, sampe gue ditabrak"


" Gimana rasanya ditabrak cewek?" Kataku sembari tersenyum


" Sama aja sakit" Katanya sembari memegang lengan kanannya.


Setelah selesai makan aku kemudian berpamitan pada yang lain dan mengambil motor.


Setelah Dina naik dan memakai helmnya, Marsya menghampiri kami.


" Gio" Katanya sembari menangis dan memelukku. Aku segera melepasnya karena Aku takut Dina cemburu.

__ADS_1


" Apa ?"


" Aku minta maaf"


" Gue maafin , tapi kalau mau balikan. gue gak bisa" Aku langsung memakai helm dan pergi. Tak lama melajukan motor dari tempat nongkrong.


" Kak aku mau beli sesuatu dulu di supermarket didepan"


" Iya"


" Kak, Aku sayang kakak" Katanya sebari mengeratkan pelukannya


" Aku lebih sayang kamu" kataku yang kemudian mencium tangannya


" Mulai sekarang jangan cemburu lagi ya! karena cuma kamu yang ada dihati aku"


Sesampainya di super market aku hanya menunggu diluar sembari merokok.


Ketika Dina berjalan menghampiriku entah dari mana datangnya Truk yang oleng dan kemudian Menabrak Dina.


" Dinaaaaa" Teriakku yang kemudian berlari menghampiri dina yang telah tergeletak dibawah truk, Badannya yang penuh dengan darah dan tidak sadarkan diri membuatku panik dan meminta pertolongan.


" Tolooooong" Teriakku panik karena Dina tidak sadarkan diri, aku mengecek napas dihidungnya, dan mencoba mengecek detak jantungnya dengan telingaku.


Beberapa saat orang orang datang dan ada yang menelpon ambulan dan polisi, ada juga yang hanya melihatku yang menangis karena syok dengan keadaan Dina.


Sesampainya Ambulance ditempat kecelakaan Dina langsung dimasukan kedalam ambulance


" Anda siapa korban?" Tanya salah satu petugas ambulan padaku


" Saya calon suaminya"


" kalau begitu ikut lah ke mobil"


Aku pun masuk kedalam ambulan dan terus berusaha membangunkan Dina yang tidak sadarkan diri. Sesampainya Di RS Dina langsung masuk UGD.


Lama Dina didalam ruangan itu mungkin hampir 2 jam.


Aku kemudian menelpon Ayah dan Angga tentang apa yang terjadi pada Dina.


" Yah, Dina kecelakaan. Sekarang dia di UGD RS*****, Ayah cepet kesini" Kataku kemudian menutup telpon dan menelpon Angga.


" Ga Dina kecelakaan, Gue di RS****... RS yang gak jauh tempat kita tadi.... Nanti gue ceritain disini.."


Tak lama mereka datang bebarengan.


" Gio apa yang terjadi?" Kata mamah yang panik melihat badanku yang penuh darah


" Dina ditabrak Truk mah, waktu keluar dari supermarket" Kataku sembari menangis dan memeluk Mamah.


" G, tenang gue yakin Dina gak apa apa" Kata Beni yang menenangkan ku.

__ADS_1


Tak lama Dokter keluar dan mengabarkan kalau Dina tidak bisa diselamatkan karena mengalami pendarahan di otaknya, Sontak semua merasa tak percaya dan terpukul, terutama Aku yang langsung tak sadarkan diri.


__ADS_2