Hanya Ada Mocci Imut

Hanya Ada Mocci Imut
3. Rumah Angga


__ADS_3

" Tante, ini saya Angga, ini saya mau bilang kalau Gio nginep disini..., enggak tante gio gak mabuk, iya tante..., mungkin besok... kita banyakan kok... ada Bagas, Seno dan Beni juga... Iya mamah Angga ada.. Iya tante terimakasih" Kata Angga yang langsung menelpon dari telpon rumahnya ke rumah ku.


" Gimana?" Tanya Beni


" Iya tante ngasih ijin, kayaknya kalian langsung ke kamar gue, gue ambil makanan dulu di dapur" Kata Angga


Malam itu aku menginap di rumah Angga. Beni, Seno, Bagas dan Angga semalaman bermain PS sedangkan aku memilih untuk tiduran dan memainkan hp ku. Sesekali aku mengirimkan pesan pada Marsya, tapi tak ada jawaban.


" G lo mau maen?" Kata Angga


" Enggak ah, gue mau tidur aja" Kataku yang kemudian mematikan hp dan tidur.


Pagi harinya aku bangun dan langsung kekamar mandi untuk cuci muka, kulihat berantakan sekali kamar Angga, aku pun kemudian memilih untuk merokok di luar sambil melihat jalan yang ada didepan rumah Angga.


" Eeh Nak Gio" Ibu Angga yang kemudian duduk disampingku


" Iya bu, sehat bu?" Kataku sambil mencium tangan wanita tua itu dan mematikan roko.


" Alhamdulillah ibu sehat, Nak Gio jarang kesini" Kata ibu itu yang kemudian duduk disamping ku


" Iya bu, saya sibuk kuliah, apalagi sekarang semester ahir, saya juga bantu ayah di perusahaan. Jadi saya jarang main" Kataku


" Iya, itu bagus. Apalagi Nak Gio anak tunggal." Kata ibu angga sembari tersenyum


" Mau ibu buatkan kopi atau teh?" Sambung ibu Angga


" Tidak usah bu, saya tidak mau merepotkan" Kataku


" Gak merepotkan, cuma minuman kok. Ibu ambilin dulu ya" Kata ibu itu yang kemudian berjalan menuju dapur


" Terimakasih bu" kataku yang merasa tak enak


Tak lama ibu angga datang membawakan kopi dan cemilan.


" Ibu kedalam dulu mau masak , takut angga keburu bangun kalau gak ada makanan nanti dia nangis" Kata ibu angga sembari tersenyum


" Iya bu, terimakasih kopinya" kataku membalas senyum si ibu


Aku menghidupkan hp ku yang semalam aku mati kan, Disana ada satu pesan yang membuatku tercengang.


" Iya bener, aku mau putus" Pesan dari marsya

__ADS_1


Aku langsung menelponnya setelah membaca pesan itu


" Apa?" suara Marsya


" Aku gak mau putus sayang aku mohoon.." Kataku sedikit memelas


" Gio, aku tuh udah bosen sama kamu" kata Marsya yang kemudian menutup telponku.


Aku mencoba menghubunginya lagi, tapi berapa kali pun tak diangkat oleh marsya, malah sepertinya marsya mematikan hp nya.


" G kenapa?" kata Angga yang kemudian duduk disampingku sambil membawa secangkir kopi.


" Lo bangun? mana yang lain?" Kataku untuk mengalihkan pertanyaan Angga


" Anak anak masih tidur, tadi lo kenapa?" kata Angga masih penasaran


" Marsya Ga, dia mutusin gue" kataku sedih sambil menyandarkan diri di kursi


" Bagus itu G, jadi lo bisa cari yang baru" Kata angga sembari menyeruput kopi


" Tapi gue Ga..." sebelum aku menyelesaikan perkataan ku Angga langsung berdiri dan menepuk bahu ku


" Gue bangunin anak anak, kita sarapan. Udah jangan dipikirin. Gak penting tau G. Marsya tuh gak pantas disesali" Ucap angga yang kemudian langsung masuk kedalam rumah.


" Ayo dimakan, ibu gak masak banyak seadanya aja yaa" Kata ibu angga pada kami


" Wah ini mah banyak bu, saya kalau dikontrakan cuma makan mie"Kata Seno sembari tersenyum


" Kalau begitu ayo makan" Kata ibu angga sembari duduk di kursi


" Nak Gio, kenapa? Gak enak ya masakan ibu" Kata ibu Angga yang membuat lamunanku terhenti


" Enggak bu, enak kok" Kataku gugup takut ibu angga tersinggung


" Gio lagi patah hati sama cewek yang gak bener bu" Kata Angga sembari mengunyah makanan


" Maksud kamu apa nak?" Ibu angga yang kemudian berhenti makan dan menaruh sendok dan garpu yang ia pegang.


" Gio pacaran sama cewek yang kebiasaannya gunta ganti cowok bu" Kata Seno sambil terus makan


" Bucin banget tuh si Gio" Timpa Bagas

__ADS_1


" Apa tuh Bucin?" Tanya ibu angga yang semakin heran


" Budak Cinta hahahah" serempak Beni, Seno, Angga dan Bagas.


Mendengar hal itu aku tak melakukan apa apa selain menatap mereka dengan tatapan masam.


" Nak Gio, cinta itu boleh. Tapi... Terlalu itu jangan" Kata ibu Angga yang kemudian melanjutkan makannya.


" Bener tuh bu, nasihatin aja biar tau. Kalau terlalu cinta itu gak boleh apa lagi terlalu terobsesi" Kata Seno sedikit menyenggol tubuh ku dengan sikutnya


" Bener tuuuh... haha" Kata Angga, Bagas dan Beni


" Udaah... Gak baik itu. Lagi makan kok ketawa ketawa" Kata ibu angga yang kemudian membelai kepalaku dan pergi ke dapur.


" Kalian itu sahabat atau bukan? " Kata ku kesal. Mereka hanya tertawa kecil dan terus melanjutkan makan


Ketika aku, Bagas, Seno dan Beni akan pulang, ibu angga memanggilku dan yang lain


" Nak Gio, maaf kalau ibu ikut campur. Tapi ibu sudah menganggap kalian seperti Angga. Anak ibu sendiri. Nak Jika memang wanita yang kamu cintai itu tidak baik seharusnya kamu bersyukur ketika kalian dijauhkan. Itu artinya Nak Gio dapat kesempatan untuk menemukan wanita yang lebih baik. Apalagi seorang wanita yang nantinya akan menjadi istri nak Gio. Istri yang baik akan membuat hidup nak Gio bahagia, karna seorang istri adalah cermin untuk suaminya" Kata ibu Angga sembari tersenyum dan menepuk pundakku.


" Bener tuh G, ibu gue udah pengalaman jadi istri" Kata angga yang kemudian memeluk Ibunya.


" G kita liat lo seneng putus sama Marsya bukan kita seneng liat lo jomblo kayak kita" Kata Bagas


" Bener G kata ibu Angga, lo pantes dapet cewek yang baik bukan cewek rubah kayak marsya" Kata Beni sembari merangkul ku


" Kita sahabat selamanya G, kita mau yang terbaik buat lo" Kata Seno menepuk punggungku


" Bener tuuh kita kan Best Friend Forever hahah" Kata Bagas yang kemudian merangkul Seno


Mendengar hal itu, aku tau bahwa mereka memang benar benar menyayangiku sebagai keluarga


" Iya gue coba lupain Marsya" Kataku sembari tersenyum


" Naaah gitu dong...Hahaha" Kata Beni, Angga, Bagas dan Seno sambil saling rangkul. Ibu Angga hanya tersenyum dibelakang melihat apa yang kami lakukan.


***


Angga adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, kakak angga yang pertama adalah seorang TNI yang berdinas di papua, kakak kedua angga adalah seorang dokter yang dinas dirumah sakit umum yang jauh dari kota sekarang angga berada.


Ayah angga telah meninggal sejak 3 tahun lalu, ibunya yang sudah tua hanya ditemani oleh angga yang belum lulus kuliah.

__ADS_1


Angga yang kuliah di kampus yang sama dengan Gio, Bagas, Seno dan Beni tetapi berbeda jurusan . Mereka bersahabat sejak SMP, sehingga mereka sudah hapal kebiasaan dan karakter masing masing


__ADS_2