
Aku kemudian kembali menghampiri ajeng yang masih di posisinya.
" Aku udah pesen makanan, aku mau mandi dulu" kataku sembari pergi dan menaruh hp di meja dekat ia berdiri.
Di kamar mandi aku berpikir bagai mana aku harus memulai dan dari mana mengawali kegiatanku dengan ajeng, apalagi kondisi ajeng yang sangat labil.
" Aaaagh, entahlah... biar kan saja apa adanya" kataku kesal dan kemudian menyelesaikan mandiku.
Saat aku telah selesai berpakaian aku segera pergi membuka pintu ketika bel berbunyi, kulihat Ajeng tengah duduk dilantai sembari melihat pemandangan senja.
" Ayo kita makan" Kataku sembari membawa makanan ke meja. Dia masih tak bergeming dari tempatnya. Ahirnya aku memutuskan akan menyuapinya kalau dia tak kunjung menghampiriku.
" Buka mulut kamu, setelah makan kamu minum" Kataku sembari menyodorkan sesuap nasi dengan lauknya. Dia masih saja tak merespon
" Sayang besok kita jalan jalan ya, kita beli perlengkapan kamu. Tapi kamu ikut aku ke kantor dulu" Kataku. Dia kemudian memandangku, aku pun langsung menyodorkan lebih dekat makanan tapi dia malah menggelengkan kepala.
" Baiklah kalau kamu gak mau makan aku juga gak mau, kita bisa kelapara bersama" kataku sembari menyilangkan tangan didada. Ketiaka itu hp ku berbunyi dan aku pun segera mengangkat nya.
" Iya apa?... Aku akan periksa sekarang... iya... kita ketemu besok di kantor" Kataku kemudian duduk di kursi dan bersandar sembari menutup mata.
" Apa?" kataku ketika Ajeng datang membawa piring dan ingin menyuapiku.
" Aku gak mau, kamu juga gak makan kan?" Kataku sembari menyilangkan tangan, Kemudian dia memasukan sesendok makanan kemulutnya dan memberikan sesendok lagi ke mulutku.
Ahirnya dia makan dan meminum obatnya, saat telah selesai makan aku langsung membawa buah buahan dari lemari es dan alangkah terkejutnya aku ketika kembali Ajeng sedang nggosok gosokkan garpu ke tangannya yang terdapat luka bakar
" Apa yang kamu lakukan?" kataku sembari merebut garpu dan kulihat tangannya telah berdarah
" Ini menjijikan, harusnya ini hilang saya harus menghilangkannya" Katanya sembari menggosok lagi tangannya yang telah berdarah
" Hentikan... Hentikan" kataku sembari memegang kedua tangannya
" Mas aku bisa hilangkan, biar kamu juga gak jijik dan ninggalin aku" Katanya sembari menangis dan terduduk dilantai.
" Aku akan ambil obat tunggu disini" Kataku kemudian mengambil P3K. Saat kembali Ajeng masih diposisi yang sama sembari masih menangis.
Kuobati lukanya, kupandangi dia yang masih menatap kosong. Tak terlihat Rasa sakit di wajahnya ketika ku oles kan obat dia hanya menghentikan tangisnya dan kembali terdiam. Aku pun langsung menggendongnya ke kamar
" Tidur lah, ini sudah malam" Kataku setelah menyelimutinya. Aku kemudian pergi mengambil hp yang tadi aku taruh dimeja dan kembali ke kamar.
" Kamu gak tidur" tanyaku yang melihat ajeng masih membuka matanya
" Atau kamu mau mandi dulu?" Tanyaku lagi dan masih tak ia jawab. Aku langsung duduk disampingnya dan menaruh hp.
" Sayang" Kataku sembari mengusap pipinya.
__ADS_1
" Ayo kalau kamu tak nyaman aku bantu kamu mandi" Kemudian aku membuka selimutnya
" Saya bisa sendiri" Katanya sembari turun dan pergi ke kamar mandi.
" Yank, aku taruh baju kamu di depan pintu" Kataku sembari menaruh piyama hadiah dari Rara tadi.
Aku kemudian langsung duduk dan membuka laptopku untuk melihat pekerjaan yang harus aku selesaikan. Tak lama Ajeng selesai dan kembali ke posisi tadi.
" Sudah selesai? " kataku setelah ajeng disampingku
"besok kamu ikut ke kantor ya? setelah itu kita jalan jalan" kataku. tapi ajeng malah memunggungiku.
" Kamu tidur?" Aku kemudian menaruh laptop dan mendekati Ajeng
" Sini" kataku sembari menarik ajeng ke pelukan ku dan mencium pipinya.
" Ada yang kamu mau bilang ke aku?" Kataku sembari memainkan jari Ajeng karena posisi kami saat itu ajeng membelakangi ku dan aku memeluknya dari belakang
" Atau ada yang kamu mau lakukan?" Tak mendapat Respon aku pun mulai membuka kancing piayama nya, Tapi kemudian ajeng berbalik dan memandangku.
" Kenapa? Apa kamu belum siap?" Kataku kemudian memegang tangannya
" Mas Gio tidak jijik? lihat mas tangan ini dan ini, apa mas gak jijik" katanya sembari menangis
" Aku gak jijik atau apapun yang kamu pikirkan. Sudahlah jangan bahas itu lagi" kataku kemudian mulai melepas kancing piamanya satu persatu. Kulihat luka bakarnya juga ada di payudaranya dan diperutnya.
" Kamu Cantik Sayang, hanya saja rambut kamu terlalu panjang, besok kita potong ya" Kataku sembari menyibakkan rambut dari wajahnya.
" Mas tidak..."
Aku langsung mencium bibirnya dan mulai dengan aksiku.
" Mas aaah" Rintihnya saat aku mulai menyusuri tubuhnya
" Kenapa?" kataku sembari tersenyum saat kembali memandang wajahnya
" Aku mulai sekarang ya?" Kataku yang kemudian membuka semua pakaian ku.
Malam itu aku menikmati malam pertama kami, meninggalkan tanda cintaku disekujur tubuhnya.
Kulihat ajeng juga sedikit merespon dengan perlakuanku dan menikmati setiap yang aku lakukan padanya . Ditengah tengah pergelutan kami pun ajeng terus memanggil namaku dengan desahan yang membuatku sangat bahagia.
Setelah semuanya selesai aku langsung merebahkan diri di samping nya, tak kuduga ajeng langsung memelukku erat.
" Sudah apa belum?" kataku sembari tersenyum menggodanya
__ADS_1
" Kalau belum kita mulai lagi" Kataku yang kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku
" Mas tidak jijik dengan semua luka yang..."
" Ssssst, aku tanya kamu mau lagi atau tidak, bukan bahas luka. Lagi pula kalau diobati, luka itu pasti hilang." Kataku yang kemudian bangun mengambil laptop dan menunjukan sebuah obat yang bisa menyembuhkan bekas luka bakar.
" Lihat? banyak di dunia ini obat yang bisa sembuhin luka seperti ini, kita tinggal beli" kataku kemudian menaruh lagi laptopnya
" Yang sulit itu, bikin kamu cinta mati sama aku" Kataku sembari tersenyum
" Saya..." katanya sembari menunduk
" Sayang...apa pun yang si bre**** k itu katakan, gak masalah buat aku, aku cuma mau kamu, hati kamu daaaan... yang tadi" Kataku sembari berbisik di telinganya.
" Aku suka" Kataku saat melihat ajeng tersenyum dengan kata godaan dariku
" Tapi ini sakit" Katanya sembari menunjuk ke arah bawah
" HEHEHE maaf, tapi enak kan?" kataku kemudian menindihnya lagi. ia hanya mengangguk dan tersenyum malu.
" Mas Sayang aku?"
" Iya, sayaaaang banget. Mas gak mau kehilangan kamu. Apalagi liat kamu sedih lagi, Mas mau kamu bahagia" kataku kemudian mencium bibirnya
" Mas mau kamu mengatakan apapun yang kamu pikirkan dan rasakan, oke"
" Iya"
" Sekarang mas tanya balik, kamu cinta sama mas apa tidak?"
" mmmm" katanya sembari mengernyitkan dahi
" Mikirnya lama amat. Ayo jawab" kataku sembari mengkelitikinya
" Iya mas.... iya" Katanya sembari meronta ronta
" Iya apa?"
" Iya cinta mas"
" Kamu harus lupain si bre***k itu dan di hati kamu cuma ada aku. Ngerti?"
" Iya aku janji"
" Ayo tidur, aku capek. Istirahat dulu nanti mulai lagi" kataku kemudian menarik Ajeng ke pelukanku.
__ADS_1
Malam itu Aku sangat bahagia melihat ajeng mulai bisa diajak komunikasi dan merespon candaanku. Aku berharap inilah awal kesembuhan Ajeng. Walaupun masih terbersit keraguan ku pada ajeng yang akan melupakan edo dan perkataannya. Tetapi setidaknya aku sudah berusaha mengambil hatinya.