
Lama dia tak bicara,Dia hanya terdiam dan menunduk saat kulihat dari kaca spion.
" Saya tidak punya niat memiliki, Saya bersyukur ada orang orang baik di sekitar saya. Mereka tidak membedakan saya dengan orang lain karena penampilan saya. Mereka tulus menjadikan saya teman" Katanya sembari terisak.
Mungkin aku sudah keterlaluan padanya tadi.
" Saya cuma ingin teman teman yang baik dan menerima saya, itu saja" Sambungnya lagi.
Aku langsung meminggirkan motorku dan menghentikannya.
" Turun" Kataku setelah melepas helm.
Saat dia sudah turun kulihat dia benar benar menangis.
" Lo nangis?" Gue cuma bercanda mocci"
Dia tak menjawab, dia hanya terus mengusap pipinya yang penuh air mata
" yaa ampun... lo tuh udah aneh, cupu, sekarang cengeng lagi" Kataku sedikit panik.
Aku kemudian membuka Helm nya
" Udah jangan nangis, nanti gue dianggap ngapa ngapain lo lagi" Dina pun menghentikan tangisannya tapi tetap air matanya tak henti terjatuh, aku yakin perkataan ku memang sudah menyakitinya.
" Oke oke gue minta maaf. Gue salah terlalu kasar sama lo" Kataku sedikit panik karena ada beberapa orang yang memandangi kami.
" Udah ayo naik lagi" Kataku karena merasa tidak nyaman.
Aku melajukan motorku ke sebuah supermarket yang tidak jauh dari sana. Kemudian aku membeli tisu, beberapa makanan dan air, sedangkan Dina duduk di kursi luar supermarket .
" Nih " kataku sembari menyodorkan belanjaan ku tadi.
" Maaf lo jangan nangis lagi, gue yang salah" Kataku sembari melihat wajah Dina yang masih saja tertunduk. Tak lama Hp ku berbunyi.
" Ya halo... Gue gak jadi ke kampus lagi, kita langsung ketemuan di tempat anak nongkrong aja... mmm iya iya...mmm iya" kataku yang kemudian menaruh kembali hp ke tas.
Aku memegang tangan Dina dan menatap wajahnya.
" Maaf oke, Gue yang salah" Dina kemudian mengangguk.
" Yaudah kita jalan lagi?" Kataku sembari tersenyum
" Kita mau kemana kak? kakak udah ijin ke mamah kakak?"
" Udah dapet ijin kok, oh iya mamah sama ayah juga gak pulang malam ini, katanya ada acara dan harus nginep di sana . Kalau soal kita mau kemana...Kita mau ke tempat biasa gue nongkrong ada urusan, disana nanti ada edo." Kataku sembari tersenyum
Sesampainya ditempat nongkrong aku langsung memarkirkan motor dan menghampiri empat sahabatku yang sedang berkumpul dengan anak anak lain.
" Sorry lama" kataku sembari menyalami mereka.
__ADS_1
" Haii mocci imut" Kata bagas saat melihat Dina dibelakang tubuhku. Saat Mereka akan berjabatan aku langsung memegang tangan dina.
" Gak usah jabatan"
" Ah lo G, ngalangin aja" kata Bagas kecewa
" Jadi posesif nih" Kata Angga
" Iya nih, curiga gue" Kata seno
" O iya kenalin nih pacar baru Gio dina" Kata beni sembari memegang pundak Dina dan mengenalkan dina ke semua orang yang ada disana. Dina yang terkejut dengan perkataan Beni hanya terdiam dan langsung melirik ku.
" Udah ah ngapain sih?" Kataku melepaskan rangkulan Beni ke Dina.
" Udah lo tunggu disana gue mau ngobrol dulu disini" Kataku pada dina sembari menunjuk ke arah kursi panjang kosong.
Dina pun menuruti perkataan ku.
" G kasian tuh dia sendiri, gue aja yang temenin" Kata Bagas
" Gak usaah" Kata Angga yang kemudian menarik Bagas
" Iya nanti ada yang ngamuk haha iya kan G" Kata seno sembari mengejek
" Hahaha bukan ngamuk lagi, bisa bisa lo gak bisa nginjakin kaki lo ditanah" Kata beni yang membuat semua yang berkumpul tertawa
" Udaaah, kita mau bahas masalah kita apa bahas cewek? " kataku mengahiri perbincangan tentang Dina
" Dingin ya? Edo gak datang, katanya ada urusan lain. Mau teh hangat gak?"
" Iya boleh kak" katanya yang kemudian menaruh hpnya di tas
Ketika aku membawa teh hangat, Dina yang duduk sudah dikelilingi empat sahabatku, ku lihat dia tertawa kecil ketika sedang berbincang. Entah apa yang mereka bicarakan sehingga bisa membuat Dina sebahagia itu.
" mmm cewek kalian kemana? kalau mereka tau habis lah kalian" kataku
" Apaan si lo G, mereka tau kalee kalo dina ini pacar lo" Kata Beni sembari mengedipkan mata ke arah Dina
" Tau aah. Nih tehnya" Kataku sembari menyodorkan teh hangat pada Dina
" Terimakasih kak" Kata dina yang kemudian menyeruput nya
" Kakak Gio mana buat Saya?" Kata Bagas sembari mengejek
" Beli sendiri" Kataku sembari menjitak kepalanya
" aaaaah ka Gio pilih kasih" katanya lagi
" Hahah lo gaaas gas gas" Kata angga sembari tertawa.
__ADS_1
" Ayo ah jangan ganggu yang lagi pacaran" Kata Beni yang langsung merangkul Seno
" Kita pacaran juga aaaah dadaaaah" Kata seno sembari meledek
Setelah mereka pergi aku duduk disamping Dina.
" Kak!" kata nya sembari memandangku
" Mmm ?" kataku sembari menyeruput kopi
" Emang kita pacaran?" Tanya Dina polos
" uhuk uhuk uhuk, emang kenapa? lo gak mau?" Kataku sembari merangkul Dina
" Bubukan gitu" katanya gugup
" Jadi...?" kataku sambil memandangnya
" Kakak gak pernah bilang mmm..." Katanya sembari menunduk. Aku langsung memegang dagunya supaya dia memandangku
" Mau gak jadi pacar gue?" kataku sembari tersenyum
"Kakak bisa bilangnya kayak gini ( Dina mau gak kamu jadi pacar kakak?)" Katanya sembari tersenyum manis
" Kenapa harus gitu?" Tanyaku yang kemudian melepaskan dagunya.
" Mmm itu karna Saya gak suka kakak ngomong lo gue" katanya menunduk lagi
" Maaf kak, saya..." tambahnya lagi
" Iya gu... maksudnya kakak janji kalau sama... kamu panggilnya aku kamu atau kakak panggil kamu mocci imut aja" Kataku sembari tersenyum.
" Oke? jadi mau gak jadi pacar akuuu? " Kataku lagi sembari memegang pipinya.
" Iya" katanya sembari tersenyum
Ada perasaan lega dihatiku mengetahui kalau Dina suka padaku dan Menerima ku di hatinya.
Mungkin mulai sekarang aku harus lebih perhatian lagi terhadap Dina dan melupakan Marsya.
Aku harus lebih menjaga perasaan Dina yang sekarang menjadi pengisi hari hariku.
Saat aku sedang bersama Dina membahas tentang niatku mengantar jemputnya kesekolah dan saling memberitahu jadwal masing masing, Edo datang menyapa kami.
" Kak Gio maaf saya terlambat" Katanya sembari mengulurkan tangan. Aku langsung berdiri dan menjabat tangannya
" Oh gak apa, tadi udah dibagiin kok tugas tugasnya masing masing, sekarang kita cuma harus siap siap dan kalau situasi mendukung kita berangkat bulan depan" Kataku menjelaskan hasil rapat tadi.
" Oh iya kak, kalau begitu saya nemuin ka Dimas" katanya sembari menyalamiku lagi
__ADS_1
" Iya silahkan"
Edo sedikit melirik Dina, tapi dina yang terus mengotak ngatik hp nya untuk menulis jadwal kuliahku tak sadar bahwa yang tadi bicara adalah edo laki laki yang dia sukai dulu.