Hanya Istri Kontrak Tuan Zack

Hanya Istri Kontrak Tuan Zack
Gadis nakalku


__ADS_3

"Tolong aku Axel, please." bisik Gadis di ceruk leher Zack. Wajah Gadis sudah terkulai di sana, tatapannya kosong, sementara otaknya menginginkan hasrat itu segera dilepaskan.


"Malam ini milik kita sayang." bisikkan Zack tak kalah sensual dari Gadis. Pria tampan itu menegakkan kembali wajah Gadis, lalu menatapnya lekat.


"Kau terlalu cantik untuk dilewatkan." ucap Zack lagi. Kemudian Zack mulai mencium kening Gadis cukup lama.


Hati Zack sebenarnya tidak ingin berbuat lebih terhadap Gadis. Akan tetapi, Zack tahu betul racun yang berakibat fatal bisa terjadi di tubuh Gadis.


Sesaat Zack mencium bibir Gadis, lalu senyumpun merekah dari bibir Zack. Tak pernah Zack sangka kalau wanita yang sulit dia taklukan kini bertekuk lutut di hadapannya.


"Kau bilang panas bukan?" tanya Zack yang mulai membayangkan aktivitas mesranya dengan Gadis di dalam kamar mandi.


"Sangat panas!" seru Gadis yang masih merasakan gerah di tubuhnya. Akhirnya, Zack tidak ingin banyak bicara lagi. Pria itu sudah kembali menggendong Gadis menuju kamar mandi.


Tubuh Gadis diletakkan di bawah guyuran shower yang sudah Zack setting dengan air dingin. Kemudian Zack mundur beberapa langkah. Pria itu ingin menikmati pemandangan Gadis yang nampak riang di bawah guyuran shower. Helaan nafas panjang dari Gadis mampu terdengar oleh Zack. Setidaknya kondisi tubuh Gadis sekarang sudah lebih baik.


"Apa kau tidak mau ikut mandi denganku Axel?" tanya Gadis saat melihat Zack hanya berdiri di pintu toilet. Pria itupun hanya tersenyum tak kuasa menyaksikan tubuh Gadis yang sudah basah kuyup, apalagi blus warna putih tulang yang dipakai oleh Gadis semakin membiaskan pakaian dalam milik Gadis.


"Sial! Dia nampak begitu sexy." batin Zack memekik dirinya sendiri saat menatap ke arah Gadis. Tanpa sadar Zack mulai melangkahkan kakinya, lalu ikut bergabung di bawah guyuran shower.


"Gadis nakalku." bisik Zack sambil menarik dagu mungil milik Gadis. Kemudian...


Cuppppppp

__ADS_1


Ciuman dari Zack mendarat di bibir tipis Gadis yang sudah basah. Ciuman Zack sangat dalam, juga lembut. Telah lama Zack tidak mencumbu wanita setelah kepergian kekasihnya yang lebih memilih pria pilihan ayahnya.


"Lakukan saja, akupun menginginkannya." ucap Gadis dengan seringai genit di depan Zack. Gadis sudah benar benar di luar kendali, dia berubah menjadi wanita agresif di depan Zack.


Kemudian aktivitas itu masih terus mereka lanjutkan sampai reaksi obat yang diberikan oleh David sudah benar benar hilang dari tubuh Gadis.


•••


Keesokan paginya Gadis baru terbangun dari tidur. Wanita itu masih ingat dengan semua kejadian kemarin, terutama kejadian semalam. Tubuh Gadis masih dalam keadaan tak berbalut sehelai benangpun. Tapi, tunggu dulu. Kemana Zack?


Gadis mencari pria tampan bermata coklat di samping tempat tidur. Namun, Zack sudah tidak ada. Apa mungkin semua yang terjadi semalam hanyalah mimpi?


Kalau itu mimpi tidak mungkin tubuh Gadis hanya berbalut selimut saja. Masih teringat jelas dalam ingatan Gadis kalau semalam Zack sudah merebut mahkota berharganya sebagai wanita. Bahkan semalam Zack mendekap tubuh Gadis sangat erat saat tidur bersama.


"Bryan, maafkan aku." ucap Gadis dengan nada bicara terbata. Tenggorokannya seperti tercekat, buliran bening mulai mengalir di pelupuk matanya.


Gadis kini duduk di tepi ranjang dengan isak tangis tergugu. Dia menyesali semua yang telah terjadi antara dirinya dengan Zack. Namun, Gadis juga tak ingin menyalahkan sepenuhnya kepada Zack. Walau bagaimanapun juga semuanya bukan salah Zack, justru Zack yang sudah menyelamatkannya dari ancaman reaksi obat yang diberikan oleh David.


"Apa yang harus kukatakan padamu Bryan?" gumam Gadis lagi, dia tak sanggup membayangkan rasa kecewa yang dialami Bryan setelah tahu kalau Gadis sudah tidur dengan pria lain.


Tangis Gadis semakin pecah di dalam kamar milik Zack. Semua bayangan semalam menghantui pikiran Gadis. Masih teringat jelas dalam ingatan Gadis bagaimana Zack menikmati semua lekuk tubuhnya. Bos besar DZ sudah menidurinya semalam, dengan rakusnya menikmati setiap jengkal lekuk tubuh Gadis yang sudah seperti candu bagi Zack.


Semalam Zack sudah meminta sepuluh kali permainan dengan Gadis. Wajar saja, kalau tubuh Gadis terasa remuk saat bangun pagi.

__ADS_1


"Pria mesum!" pekik Gadis untuk Zack.


"Lebih baik aku mandi, lalu pergi dari tempat ini." ucap Gadis sambil beranjak dari ranjang dengan melilitkan selimut di tubuhnya.


Pandangan Gadis terhentak di nakas sebelah ranjang. Ada seutas kertas yang ditindih oleh kotak yang menyerupai kotak handphone. Kemudian Gadis menarik kertas tersebut, benar saja, ternyata kertas itu bertuliskan pesan dari Zack untuk Gadis.


Selamat pagi Gadis nakalku.


Aku pergi dulu, ada sedikit urusan.


Mulai hari ini kamu pakai apartemenku sesukamu, jangan coba coba untuk pergi dari apartemen jika kamu ingin lepas dari kejaran David.


Aku sudah menyiapkan handphone, baju, dan juga kartu debit untukmu.


Password kartu adalah tanggal malam pertama kita.


Zack.


•••


Kalau yang udah pernah baca sekilas cerita Sandara, novel ini lanjutan dari kisah Sandara.


Klik like ya teman- teman reader kece . 😉

__ADS_1


__ADS_2