Hanya Istri Kontrak Tuan Zack

Hanya Istri Kontrak Tuan Zack
Ancaman Bryan


__ADS_3

[08xxx]


Jangan ceritakan peristiwa penculikan itu pada siapapun, kecuali jika kamu sudah bosan menatap matahari.


Zack membaca pesan singkat berisi ancaman melalui screenshot yang dikirim oleh Gadis untuk Zack. Wanita cantik itu ketakutan setelah membaca sms dari nomor asing. Zack sendiri merasa aneh, dari mana orang itu tahu nomor handphone Gadis? Padahal, handphone Gadis masih baru. Pastinya sim card yang digunakan oleh Gadis juga baru. Karena, hanya ada kontak Zack saja disana.


"David kembali berulah." gumam Zack yang masih menatap layar handphone. Jemarinya kini tertuju pada kontak whatsapp Faris.


[Faris]


Siapkan beberapa dokumen perjanjian pernikahanku dengan Gadis.


Tidak bisa Zack biarkan lebih lama lagi, keputusannya untuk menikahi Gadis sudah bulat. Zack sama sekali tidak memikirkan bentuk penolakan apapun dari Gadis, semua rencananya harus berjalan sesuai keinginan. Lagipula kesucian Gadis sudah Zack renggut, rasanya tidak sulit bagi Zack untuk mengikat Gadis dalam perjanjian pernikahan.


"Sorry Gadis, kalau kamu harus terlibat dalam pertarungan keluarga Victor." ungkap Zack sendirian di dalam ruang kerja. Pria itu kembali meletakkan handphone di samping laptop, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.


Zack berharap setelah pulang dari Tokyo, semua persiapan acara pernikahannya dengan Gadis sudah selesai. Agar Zack bisa segera mengikat Gadis ke dalam ikatan pernikahan. Walau ikatan pernikahan tanpa cinta, tapi hati Zack sedikit senang. Setidaknya, dia bisa kembali menyalurkan gairahnya kepada Gadis. Harus Zack akui, hanya tubuh Gadis yang mampu membangkitkan kembali naluri lelakinya.


•••

__ADS_1


"Ide gila apa lagi Zack?" gerutu Faris setelah membaca pesan dari Zack. Sepertinya menjadi kepercayaan seorang Axelio Kevin Zack semakin tidak mudah. Bukan hanya urusan kantor saja, Faris juga lelah mengurusi kehidupan pribadi Zack.


Pria dengan perawakan tinggi sedikit kurus itu langsung mengacak rambutnya kasar. Dia memikirkan bagaimana cara memyampaikan semua maksud Zack pada Gadis?


"Gadis, sore ini setelah pekerjaanmu selesai, saya minta kamu datang ke ruangan saya." ucap Faris setelah line telpon miliknya berhasil tersambung dengan line telpon milik Gadis.


"Baik Pak Faris, nanti saya akan temui Bapak." tidak ada pilihan lain lagi untuk Gadis selain menuruti perintah orang kedua di DZ Production.


"Oke, see you Gadis." ucap Faris mengakhiri percakapannya dengan Gadis.


Sementara pikiran Gadis bertanya-tanya, ada hal penting apa yang akan disampaikan oleh Faris padanya? Apalagi Gadis sudah mengirimkan pesan berisi ancaman dari orang yang tidak dia kenal kepada Zack.


"Apa mungkin ini ada hubungannya dengan pesan itu?" gumam Gadis sendirian di sela-sela aktivitasnya.


"Baiklah, apapun itu. Akan aku hadapi Zack." ungkap Gadis yang sudah mengertikan maksud undangan Faris. Semua itu pasti atas perintah Zack. Kemudian Gadis fokus kembali pada pekerjaannya untuk menyiapkan berbagai kebutuhan naskah untuk jadwal shooting besok.


•••


"Waduh! Apa ini gak salah Tuan? Siang bolong begini tuan sudah bersantai di teras belakang." pertanyaan Maman menginterupsi lamunan Bryan. Pria paruh baya itu terkejut mendapati Bryan yang tengah duduk bersandar di sofa. Apalagi pakaian Bryan sudah berganti dengan celana jeans pendek, dan kaos casual.

__ADS_1


Kepergian Bryan dari kantor ternyata hanya untuk pulang ke rumahnya. Bryan ingin sedikit meredam rasa kalutnya. Bagi Bryan berada di kantor dengan suasana hati yang kacau terasa sangat membosankan. Entahlah, pria itu menjadi uring-uringan setelah kepergian Gadis.


"Kenapa Mang Maman? Memangnya ada yang salah?" kilah Bryan melirik Maman sekilas.


"Ya nggak juga sih Tuan, cuma aneh saja." masih terlihat raut wajah Maman yang merasa heran dengan keberadaan Bryan.


"Kenapa anehnya?" tanya Bryan sedikit cuek, tidak memandang ke arah Maman. Pria itu sibuk dengan sebatang rokok di sela jarinya.


"Biasanya Tuan selalu sibuk dengan urusan kantor, sampai pulang malam. Tapi, sekarang Tuan sedang santai di teras." ujar Maman menjelaskan kejanggalannya terhadap Bryan.


"Lagi males Mang." hanya itu jawaban Bryan untuk Maman.


"Bilang saja sama Mamang kalau Tuan sedang putus cinta." goda Maman dengan sedikit tawa kecil.


"Apaan sih Mang Maman. Udah sana lanjutin lagi kerjaan Mamang." ucap Bryan sedikit ketus. Pria itu tidak ingin diganggu oleh siapapun.


"Gadis, lama-lama aku bisa gila." gumam Bryan sendirian dengan perasaan kesal. Tiba-tiba terbesit dalam hati Bryan ingin menyengsarakan Friska, setelah pernikahan itu terjadi.


"Jangan salahkan aku Friska. Karena, sedikitpun aku tak menginginkan pernikahan itu terjadi." ucapan Bryan tidak main-main, ada gurat ancaman dari sorot mata sipit Bryan.

__ADS_1


•••


Up lagi, klik like ya 😉


__ADS_2