
Maaf author baru bisa up lagi heee
Jangan lupa klik like setelah baca ya guys 😉
•••
Faris langsung mengambil handphone setelah Gadis keluar dari ruangan. Pria itu mencoba menghubungi Zack, namun sambungan telpon masih belum juga terhubung.
"Susah sekali menghubungimu Zack." gerutu Faris sendirian. Mungkin Faris sedikit kesal akan kebiasaan buruk Zack yang seperti ini, selalu saja sulit dihubungi.
"Ada apa?" tanpa basa-basi Zack langsung bertanya pada Faris saat sambungan telpon sudah terhubung.
"Gadis sudah mau tandatangan dokumen perjanjian konyol itu." ujar Faris yang menganggap pernikahan Zack dengan Gadis seperti main-main.
"Baguslah." ucap Zack datar. Sementara Faris merasakan dentuman musik di belakang Zack terdengar sangat riuh. Teriakan wanita menyebutkan nama Zack mampu Faris dengar dari balik handphone.
"Tuan Zack, bisakah Anda mundur dari para fans Anda sebentar saja?" tanya Faris yang merasa risih akan jeritan dan tawa wanita yang terdengar lepas.
"Kau ini terlalu pintar membaca situasi Faris." ungkap Zack memuji ketajaman feeling Faris.
"Tak bisa kubayangkan perasaan nyonya Zack nanti, setelah tahu kalau suaminya banyak digandrungi oleh wanita-wanita sexy di luar sana." tiba-tiba Faris membayangkan masa depan pernikahan Gadis bersama Zack.
__ADS_1
Rasanya tidak mudah menjadi pendamping seorang Zack dengan rupa yang mempesona, serta segudang kekayaan yang tidak akan pernah habis.
"Tak perlu kau bayangkan, yang terpenting saat ini bagaimana caranya kamu meyakinkan Gadis agar mau menikah denganku." Faris hanya menyunggingkan senyum kemenangan setelah mendengar ucapan Zack barusan.
"Aku menelponmu hanya ingin menginformasikan kalau Gadis sudah tandatangan dokumen perjanjian itu. Tapi, sepertinya Tuan Zack sedang asyik dengan wanita lain." tanpa sungkan Faris mengejek Zack. Faris terlalu paham akan dunia Zack.
Sejak kepergian mantan kekasihnya, Zack selalu saja bermain-main dengan wanita. Pria itu selalu menjadi trending topic di dunia bisnis negeri sakura. Hampir tiap malam Zack selalu berganti wanita, entah apa tujuan Zack bersikap seperti itu? Faris juga tidak mengerti.
Mungkin Zack ingin membuktikan pada mantan kekasihnya kalau dia mampu mendapatkan ribuan wanita cantik, bahkan jauh lebih sexy.
"Ya sudah, siapkan semuanya. Dua hari sebelum acara pernikahan aku akan ke sana. Pastikan semuanya berjalan lancar, aku tidak mau terjadi sesuatu pada Gadisku. Awasi terus pergerakan David." ungkap Zack yang masih mencemaskan keselamatan Gadis.
•••
"Apa kau akan menikah Zack?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut wanita yang datang dari arah punggung Zack.
"Yes, thats right." ujar Zack mengakui rencana pernikahannya. Kemudian Zack membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa wanita yang berani mendengarkan percakapannya dengan Faris di telpon.
Ternyata wanita itu adalah Vanya, sosok model favorit di Suzuka sirkuit. Dia asli sosok Japanese, telah lama Vanya menyimpan rasa untuk Zack. Namun, Zack hanya menganggap Vanya teman biasa.
"Apa kamu yakin Zack?" tanya Vanya yang masih tak percaya akan rencana pernikahan Zack.
__ADS_1
"Memangnya kenapa?" dengan santainya Zack justru berbalik tanya.
"Sesaat aku hanya berpikir akan keselamatan wanita yang akan menjadi istrimu. Apa kamu yakin bisa menjamin keselamatan istrimu?" pertanyaan Vanya memang ada benarnya juga, dunia Zack itu terlalu banyak musuh mengintai.
Malam ini saja balap liar akan kembali dimulai, musuh Zack yang nampak di depan mata sudah berkeliaran di arena sirkuit. Mereka ingin menjatuhkan Zack dengan berdalih adu skill balap.
"Sepertinya kamu yang sedang tidak yakin denganku, Vanya." kilah Zack dengan segudang kepercayaan diri tinggi.
"Atau kamu yang sedang merasakan sedikit api cemburu pada calon nyonya Zack?" ucap Zack lagi dengan nada khasnya yang selalu terlihat santai dan maskulin.
"Sejujurnya aku sangat cemburu pada nyonya Zack." gerutu Vanya sambil bergelayut manja di bahu Zack. Pria itu hanya merespon aksi Vanya dengan senyuman angkuh yang bisa melelehkan ratusan wanita di Suzuka.
"Andai aku bukan seorang Japanese, apa kamu akan memilihku untuk menjadi nyonya Zack?" Vanya sangat tahu betul kalau Zack tidak pernah menyukai wanita berdarah Jepang.
"Aku akan tetap menolakmu Vanya." ujar Zack yang sama sekali tak memiliki rasa iba pada Vanya.
"Kenapa?" tanya Vanya lagi. Wanita itu semakin penasaran pada pria yang sering dijuluki King of Suzuka.
"Selain Japanese, aku tidak pernah menyukai wanita yang berkeliaran di Suzuka." jawab Zack penuh penekanan, lalu pria itu pergi meninggalkan Vanya sendirian. Karena, Zack akan bersiap untuk uji coba kemampuan mobil yang akan digunakan olehnya untuk race malam ini.
•••
__ADS_1