
Klik like setelah scroll baca ya 😉
•••
Sekitar pukul sembilan malam Gadis baru sampai di apartemen milik Zack, karena hari ini Gadis harus kembali lembur akibat insiden di lokasi syuting.
Keputusan Zack untuk memutuskan kontrak DZ dengan Friska, membuat Gadis beserta timnya harus bekerja ekstra. Karena, semua projek harus dimulai dari awal lagi.
Bahkan Gadis diberikan beban, serta tanggung jawab untuk memilih model yang pas untuk ambassador iklan parfum dari anak perusahaan DZ. Semua beban dan tanggung jawab itu membut kepala Gadis terasa seperti mau pecah.
Langkah kaki Gadis menuju kamar miliknya, namun baru saja sampai di ruang tengah, Gadis terkejut akan kehadiran Zack.
"Dari mana saja kamu?" rupanya kepulangan Gadis sudah ditunggu oleh Zack.
Pria itu tengah duduk di sofa ruang tengah dengan kedua bola mata yang masih fokus pada layar laptop di pangkuannya.
"Pekerjaanku baru selesai." sahut Gadis dengan nada bicara sedikit takut.
"Apa harus selarut ini?" sanggah Zack yang tidak rela melihat Gadis pulang malam. Mungkin pria itu sudah sangat bosan menunggu kepulangan Gadis.
__ADS_1
"Anda itu CEO dari DZ, saya rasa Anda lebih paham dengan sistem kerja di DZ, Tuan Zack." ujar Gadis sambil mendekat ke arah Zack dengan melipatkan kedua tangan di depan dada.
Kemudian Zack meletakkan laptop di meja, lalu menarik lengan Gadis, hingga membuat Gadis jatuh ke dalam pangkuannya.
"Aku merindukanmu, Gadis." bisik Zack tepat di telinga Gadis. Sontak bulu kuduk Gadis langsung berdiri akibat bisikkan sensual dari Zack.
"Kamu pikir aku akan percaya dengan mulut berbisamu, Tuan Zack." tepis Gadis. Wanita itu tidak ingin mudah jatuh dalam rayuan Zack.
"Layani aku malam ini." bisik Zack lagi sambil membelai rambut Gadis.
"Tidak!" pekik Gadis sambil berusaha bangkit dari pangkuan Zack.
"Dalam perjanjian pernikahan, kamu baru akan melakukan itu setelah kita resmi menikah." alasan yang diungkapkan oleh Gadis cukup masuk di akal.
"Baiklah, tapi beri aku satu ciuman darimu." Zack masih berusaha mendapatkan keuntungan dari Gadis.
"Tidak akan!" tandas Gadis sambil melangkah meninggalkan Zack. Namun, Zack segera bangkit dari sofa mengejar Gadis.
"Baiklah, aku yang akan memberimu satu ciuman." ucap Zack yang sudah berhasil menghalau jalan Gadis.
__ADS_1
"Tubuhku masih bau lokasi syuting Zack, aku rasa kau tidak akan tahan mencium bau tubuhku." Gadis masih berusaha menolak dengan segudang alasan.
"Di mataku kau masih terlihat menggoda." mendengar ucapan Zack tadi membuat Gadis merinding. Menurut Gadis pria di hadapannya berubah menjadi sangat mesum, sama persis dengan David.
"Minggir Zack!" ucapan Gadis sama sekali tidak digubris oleh Zack, dia justru semakin gemas akan tingkah Gadis.
"Zack, apa kau dengar suara bell di depan?" pertanyaan Gadis sedikit menghentakkan kedua bola mata Zack. Lalu Gadis segera berlari menuju kamar setelah melihat Zack sedikit lengah dari Gadis.
"Tapi bohong! Hahaha." tawa Gadis pecah saat melihat Zack seperti orang bodoh yang sedang dikelabui oleh Gadis.
Rupanya wanita itu sedang bermain siasat licik untuk bisa lepas dari Zack. Kemudian Gadis langsung lari ke lantai dua menuju kamar, meninggalkan Zack sendirian di ruang tengah.
"Sial! Berani sekali dia membobongiku." ucap Zack dengan sedikit senyuman yang menghias indah bibirnya.
Telah lama senyuman seperti itu hilang dari bibir Zack. Pria itu merasa kalau kehadiran Gadis akan menjadi warna baru di hidupnya.
"Kau memang benar-benar Gadis nakalku." ucap Zack sendirian. Dia merasa sangat bodoh, karena sudah dibohongi oleh Gadis.
•••
__ADS_1