Hanya Istri Kontrak Tuan Zack

Hanya Istri Kontrak Tuan Zack
Secangkir kopi


__ADS_3

Setelah aksi malam pengantin semalam bersama Zack, membuat Gadis sedikit terlambat datang ke kantor. Mungkin karena Gadis yang kekurangan waktu tidur, akibat ulah Zack.


Gadis berjalan menyusur ke arah meja kerja, namun saat baru saja sampai di area divisi tim kreatif, Gadis sudah diejek oleh beberapa karyawan di sana.


"Dis, kenapa jalannya sempoyongan gitu?" tanya Andre, salah satu anggota tim kreatif.


Gadis hanya menjawab dengan seutas senyum untuk Andre, ia enggan menimpali celotehan Andre, mengingat waktu sudah hampir menunjukkan pukul setengah sembilan pagi.


Andai mereka tahu kalau langkah kaki Gadis sedikit kesulitan akibat perbuatan Zack, akibat pemilik DZ. Mungkin semua karyawan di DZ akan tunduk pada Gadis.


"Dis, lo kenapa?" giliran Tania yang bertanya setelah mendapati Gadis yang meringis kesakitan saat berjalan melewati meja kerjanya.


"Gue sedikit kesleo tadi di lantai bawah Tan." hanya itu jawaban Gadis, lalu ia meletakkan tas di meja kerjanya.


"Sial! Akibat ulahmu Zack, area sensitifku masih terasa perih." pekik Gadis dalam hati.


Ternyata, langkah Gadis sedikit terganggu akibat aktivitas malam pengantin bersama Zack. Ini semua terjadi karena Gadis masih belum terbiasa melakukan itu.


Gadis tak ingin mengingat momen dimana Zack dengan rakusnya menikmati tubuh Gadis semalam. Pria itu seperti sudah kesetanan saat bersanding dengan Gadis. Wajar saja, kalau Gadis merasakan nyeri yang tak terkira.


...[Gadis]...


Akibat ulahmu semalam, langkahku tidak bisa berjalan normal.


Tega kamu membiarkan aku mati diejek oleh seluruh karyawan DZ.


😢😢😢


Rupanya Gadis mengirimkan chat untuk Zack, bahkan nama Zack sudah gadis rename dengan nama Zack Gila. Mungkin karena Gadis sudah terlalu kesal akan tingkah Zack terhadapnya.


Kemudian Gadis mulai bergelut dengan aktivitasnya sebagai copywriter di DZ Production.


...[Zack Gila]...


Beritahukan saja kalau semua itu ulah pemilik DZ.

__ADS_1


😀😀😀


Hanya dalam lima menit Zack sudah membalas chat dari Gadis. Sepertinya pria itu semakin senang menggoda Gadis.


"Dasar pria licik!" pekik Gadis sendirian setelah membaca balasan pesan dari Zack.


Beruntung Tania tidak mendengar ucapan Gadis tadi, kalau sampai terdengar Tania bisa bahaya, bisa bisa seluruh karyawan DZ tahu kalau Gadis adalah nyonya DZ.


Hoammmmmmm


Rupanya Gadis tak henti menguap akibat kekurangan tidur semalam. Ia memutuskan untuk beranjak pergi menuju pantry, mungkin dengan secangkir kopi akan sedikit membantu matanya lebih segar.


"Tania, gue mau ke pantry. Lo mau sekalian gue bikinin kopi gak?" tawar Gadis untuk Tania.


"Thanks banget Dis, tapi gak usah deh." tolak Tania.


"Oke deh." ujar Gadis sambil berlalu dari meja Tania.


•••


"Ehmmm wanginya gak tahan." ucap Gadis sendirian, sambil mengendus aroma kopi kesukaannya.


"Kenapa Mba Gadis gak nyuruh saya saja Mba?" tanya salah satu officeboy di DZ.


"Gak usah Roy, saya bisa buat sendiri. Lagipula racikan saya lebih enak dari pada racikan kamu Roy." sahut Gadis dengan sedikit ejekkan untuk Roy.


Wanita itu tidak ingin menyusahkan Roy. Walaupun itu sudah menjadi tugas Roy sebagai OB, namun Gadis selalu berusaha mengertikan kesibukkan karyawan lain.


"Mba Gadis selalu saja mengejek saya." gerutu Roy sambil berlalu dari pantry.


Setelah beberapa detik kepergian Roy dari pantry, tiba-tiba ada suara derap langkah memasuki pantry lagi.


"Ada apa lagi Roy?" Gadis pikir itu adalah Roy, namun dugaannya salah.


"Berani sekali mulutmu menyamakanku dengan OB." hardik Rachel yang datang menuju pantry untuk ikut membuat kopi.

__ADS_1


"Ups! Maaf Mba, aku tidak tahu. Soalnya barusan Roy ke sini." Gadis berusaha menjelaskan kesalahannya, dan meminta maaf pada Rachel.


"Makanya lain kali lihat dulu sebelum ngomong!" mulut Rachel memang terkenal pedas, wajar saja kalau Tania sangat tidak menyukai karyawan satu ini.


"Iya Mba." hanya itu respon Gadis, ia tak ingin berdebat lebih dalam lagi dengan Rachel.


"Bagaimana kalau kamu buatkan aku secangkir kopi panas, dengan air yang baru mendidih dari kompor. Anggap saja itu bentuk permintaan maaf kamu padaku." mendengar perintah dari Rachel membuat hati Gadis langsung bergidig.


Gadis tak habis pikir mengapa ada karyawan seperti Rachel yang memiliki asas senioritas.


"Kalau Anda tidak tulus memaafkanku, rasanya tidak perlu. Anda terlalu berlebihan Nona Rachel." tutur Gadis dengan sedikit keberaniannya.


Kebetulan Gadis sempat membaca id card yang tergantung di leher Rachel, terpampang nama Rachel Wilmia di sana. Seketika itu juga Gadis teringat akan informasi dari Tania tentang Rachel.


"Berani sekali kamu!" hardik Rachel dengan semburat emosi.


"Maaf, saya tidak ada waktu Nona Rachel. Permisi." ucap Gadis sinis.


Kemudian Gadis melangkah pergi dengan membawa secangkir kopi panas. Namun, Rachel yang tidak suka akan sikap Gadis tiba-tiba langsung menghalau laju Gadis dengan kaki kanannya, hingga Gadis terjatuh di lantai dapur.


Cangkir kopi yang Gadis bawapun jatuh bebas di lantai, air kopi itu tumpah di lengan Gadis.


"Awww!" jerit Gadis saat tangannya terluka oleh pecahan cangkir, sekaligus tersiram panasnya air kopi.


Blus warna putih yang Gadis kenakan juga sudah penuh noda kopi di bagian lengan dan bahu. Kini, penampilan Gadis nampak berantakan.


"Bangun!" tiba-tiba kata itu muncul dari seorang pria. Pria itu menyodorkan telapak tangannya untuk membantu Gadis berdiri.


Rachel yang tahu persis siapa pria itu, langsung menganga tak percaya saat melihat Gadis ditolong oleh pria tersebut.


Sepertinya kebencian Rachel terhadap Gadis tidak akan sampai di sini saja.


•••


Tak ada penerimaan maaf yang bersyarat.

__ADS_1


...(Gadisha Kharisma)...


__ADS_2