Hanya Istri Kontrak Tuan Zack

Hanya Istri Kontrak Tuan Zack
Dua minggu


__ADS_3

"Kakek dengar kamu akan menikah dalam waktu dekat Yan?" pertanyaan dari mulut Victor cukup menohok hati Bryan.


Tak biasanya Victor datang berkunjung ke rumah pribadi Bryan. Apalagi malam malam begini, biasanya Victor sudah duduk santai di kursi goyang.


"Tahu dari mana?" pertanyaan Bryan sengaja terdengar seperti menyepelekan siapa Victor sebenarnya.


"Sikap seperti ini yang beberapa minggu ini Kakek rindukan." ucap Victor dengan senyuman gemas terhadap cucu keduanya.


Pria tua itu selalu merindukan sikap sombong Bryan yang selalu nampak merendahkan dirinya. Namun, beberapa hari ini Bryan tidak datang ke rumah Victor.


"Kau bisa saja Kek." ucapan Bryan kali ini diiringi senyuman yang sedikit smirk.


"Jangan ambil rokok cucumu! Aku malas mengantarmu ke dokter spesialis." pekik Bryan saat tangan Victor mencoba meraih bungkus rokok miliknya yang tergeletak di meja.


"Kau ini selalu saja menganggapku tua bangka tak berdaya." raut wajah Victor nampak menyindir perilaku Bryan.


"Jujur saja sama aku, ada apa Kakek ke sini?" akhirnya Bryan menanyakan maksud kedatangan Victor.


"Setiap Kakek menemuimu, keinginan Kakek masih dengan hal yang sama." ujar Victor sambil menghisap sebatang rokok dengan hisapan yang dalam, seperti berusaha mengalirkan kepenatan dalam kepulan asap yang dilepaskannya.


"Zack." hanya itu respon Bryan.

__ADS_1


Selama ini Bryan sudah berusaha mencari keberadaan Zack, namun tetap saja usahanya nihil.


"Cari dia dulu, baru kamu menikah." keinginan terbesar dalam hidup Victor hanyalah bertemu dengan cucu pertamanya yang telah lama menghilang dari keluarga Victor.


"Aku tidak akan menikah dengan siapapun." kilah Bryan yang tidak menginginkan pernikahannya dengan Friska.


"Dasar anak pembangkang." ucapan Victor datar, pria tua itu merasa kalau Bryan sedang menentang keinginannya.


"Bukan karena aku pembangkang Kek, aku hanya tidak mencintai Friska saja." ungkap Bryan di hadapan Victor.


Bryan berharap Victor akan membantunya terlepas dari jeratan perjodohan konyol dari David.


"Pastikan Zack datang menemuiku, akan kubatalkan semua rencana gila papahmu itu." sahut Victor dengan nada santai.


Bukankah dalam lima tahun terakhir ini Bryan sudah berusaha melacak keberadaan Zack?


Tapi, tetap saja Zack masih tidak ia temukan.


"Kau memberikanku pilihan yang sangat sulit Tuan Victor." kilah Bryan.


Sejujurnya dalam hati Bryan menginginkan bantuan Victor tanpa harus barter dengan keberadaan Zack. Karena, semua itu sangat tidak mungkin bisa Bryan penuhi.

__ADS_1


"Sejak kapan cucuku bernyali ciut seperti ini?" ucapan Victor terdengar merendahkan Bryan.


Sejak dulu, Victor memang terkenal keras dalam mendidik keluarganya. Semua ketentuan dan pilihannya selalu bersifat kaku, semuanya harus tunduk pada aturan main Victor.


"Kakek tahu, pernikahanmu hanyalah alat bagi papahmu untuk mendapatkan semua bagian dari keluarga Victor. Tapi, tak semudah itu Yan."


"Aku tahu Kek." potong Bryan merasa tidak ingin terlihat tamak di mata Victor.


Bryan selalu takut kalau Victor akan menganggapnya sama seperti David yang selalu haus bagian harta keluarga Victor.


"Dua minggu waktumu Nak." ucap Victor sambil beranjak dari sofa yang berada di teras belakang rumah Bryan.


"Yang benar saja kau ini Kek. Bagaimana mungkin menemukan Zack dalam waktu dua minggu?" protes Bryan dengan mengernyitkan dahi.


"Brarti kau sudah siap hidup bersama Friska." hanya itu respon Victor setelah mendengar protes dari Bryan.


"Tidak!" pekik Bryan.


"Akan aku pastikan abangku Zack, akan aku bawa ke rumah keluarga Victor." ancam Bryan dengan semburat keyakinannya.


Kemudian Victor hanya tersenyum kepada Bryan, dan meninggalkan Bryan seorang diri di teras belakang.

__ADS_1


•••


Klik like ya guys 😉


__ADS_2