
"Untuk apa Zack membawaku ke kantor urusan agama?" tanya Gadis setelah mobil Zack sampai di depan KUA.
"Menikah." hanya itu jawaban Zack.
Pria gila macam apa Zack ini?
Bisa bisanya membawa Gadis untuk menikah tanpa persiapan apapun.
"Bukannya pernikahan kita itu besok?" kembali Gadis memastikan, sirat mata wanita itu masih terperangah tak percaya. Gadis masih tak habis pikir akan cara berpikir Zack.
"Jangan pernah membayangkan pesta pernikahan." ujar Zack seakan mengertikan isi kepala Gadis.
"Bukan itu yang akan aku permasalahkan." tepis Gadis, tak ingin dikira oleh Zack kalau dirinya mendambakan idealnya pesta pernikahan.
"Lalu?" kembali Zack ingin tahu pernyataan Gadis.
"Aku hanya..." Gadis menggantungkan kalimatnya.
"Hanya apa?" Zack memang benar benar pria yang seenaknya, seolah menganggap Gadis bukan manusia.
"Aku hanya belum siap saja menjadi istrimu." ungkap Gadis mengutarakan keraguannya untuk Zack.
"Come on girl, tak perlu kamu anggap serius tentang pernikahan ini. Bukankah kamu sudah tandatangan perjanjian itu dengan Faris?" dengan entengnya Zack mengungkit kesepakatan Gadis dengan Faris beberapa hari lalu.
__ADS_1
"I know that Zack." tidak ada pilihan lain lagi untuk Gadis, mau menolak bagaimanapun semua sudah sepakat di atas kertas.
"Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan, percayalah pernikahan ini tidak akan mengubah kebebasanmu sebagai wanita." tapi, sepertinya Gadis tidak percaya akan kalimat Zack barusan. Wanita itu hanya menatap Zack sesaat, lalu turun dari mobil.
Zack menggandeng tangan Gadis erat, mungkin tujuan Zack hanya ingin meyakinkan beberapa staff di KUA kalau pernikahannya dengan Gadis memang berdasar cinta.
"Dasar Mr. Drama!" batin Gadis memaki Zack, saat lengannya ditarik erat oleh Zack.
Kemudian keduanya memasuki gedung KUA. Semua syarat pernikahan sudah Faris siapkan, sehingga Zack dengan Gadis dapat langsung mengucap janji suci pernikahan.
Hanya butuh waktu lima belas menit saja mereka resmi menikah, tanpa ada embel-embel gaun pengantin, dan pernak-pernik lain. Hanya ada Faris, dan beberapa kerabat Zack saja yang menyaksikan janji suci yang diucap oleh Zack.
"Sekarang kamu resmi milikku." bisik Zack tepat di telinga Gadis, kemudian Zack mencium kening Gadis sesaat.
Mulai hari ini, dan detik ini Gadis akan menjadi istri terbaik untuk Zack. Wanita cantik itu sudah bertekad untuk menjadi istri yang menurut pada semua keinginan suaminya. Karena, mulai hari ini juga Gadis di masa lalu sudah tiada.
Gadis sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau cinta itu tidak akan pernah ada lagi di hidupnya. Jika bersama Zack akan cukup menyelamatkan hidupnya, biarlah semuanya Gadis lakukan sebagai pengabdian dirinya kepada Zack. Karena, hanya Zack yang mampu menjamin keselamatannya dari kejaran David.
•••
"Kemana lagi kita akan pergi Zack?" tanya Gadis setelah kembali memasuki mobil milik Zack.
"Pemotretan." ternyata Zack masih mempunyai naluri juga, karena ia ingin mengabadikan momen pernikahannya dengan Gadis.
__ADS_1
"Untuk apa?" Gadis selalu saja tak pernah sungkan bertanya kepada Zack.
"Aku ingin ada foto pernikahan kita di apartemen." hanya itu jawaban Zack, lalu ia mulai menyalakan mesin mobil untuk segera bergegas ke studio foto.
•••
Sesampainya di studio foto, Gadis langsung disambut oleh team make up yang sudah Faris siapkan untuk bosnya, agar hasil jepretan foto pernikahan lebih maksimal.
Selang lima belas menit Gadis sudah muncul kembali di hadapan Zack dengan mengenakan gaun pengantin warna putih yang tidak terlalu mewah, namun elegan.
Rambut Gadis disanggul minimalis dengan hiasan mawar putih di samping kiri sanggulnya. Rupa Gadis sungguh terlihat cantik di mata Zack, hingga seutas senyuman tercetak dari bibir manis Zack.
Melihat Gadis yang masih berdiri mematung di depan kamar ganti, membuat langkah Zack semakin ingin mendekat ke arah Gadis.
"Kau cantik sekali, istriku." bisik Zack tepat di telinga Gadis. Kemudian pria itu menyodorkan telapak tangan di hadapan Gadis, berharap Gadis akan menerima sambutan hangat dari Zack.
Andai pria di hadapannya itu Bryan, mungkin Gadis akan merasa sangat bahagia. Namun, kenyataannya semua kebahagiaan ini palsu. Hanya bayang semu dari semua niatan politik Zack.
•••
Tidak akan pernah ada lagi kehidupanku di masa lalu.
(Gadisha Kharisma)
__ADS_1