Hanya Istri Kontrak Tuan Zack

Hanya Istri Kontrak Tuan Zack
Dokumen perjanjian


__ADS_3

Sore ini, semua pekerjaan Gadis sudah selesai. Sesuai perintah Faris, Gadis akan menemui Faris di ruangannya. Langkah kaki Gadis terasa cukup berat, seperti ada beban tersendiri. Gadis yakin akan ada sesuatu yang tidak Gadis inginkan. Namun, harus Gadis penuhi.


Kini sedikit demi sedikit, Gadis mulai mengerti akan sikap Zack yang sering memaksanya untuk menuruti semua perintah.


Tok... Tok...


Sesampainya di depan ruangan Faris, Gadis langsung mengetuk pintu ruangan.


"Masuk!" sahut Faris dari dalam ruangan. Akhirnya, Gadis berani membuka pintu tersebut, lalu memasuki ruangan Faris.


"Sebenarnya ada apa Pak Faris meminta saya datang menemui Bapak?" tanya Gadis setelah berhasil duduk di depan meja kerja Faris.


"Soal Zack." jawab Faris pelan dengan sedikit senyuman terpatri di bibirnya.


Dugaan Gadis memang tidak pernah salah. Benar saja, semua ini ada kaitannya dengan Zack. Tidak ada kalimat lagi dari Gadis, wanita itu hanya mampu menghela nafasnya dalam.


"Zack memutuskan untuk menikah denganmu minggu ini, Gadis." mendengar pernyataan Faris tadi membuat Gadis mengernyitkan dahi.


"Ide gila apa lagi ini Pak?" menurut Gadis, semakin hari semakin aneh saja semua ide Zack.


"Tidak ada pilihan lain lagi untukmu Gadis." ujar Faris sambil menarik secarik kertas dari dalam amplop coklat.

__ADS_1


"Ini adalah dokumen perjanjian nikah kamu dengan Zack. Saya minta kamu tandatangan di atas materai." pinta Faris dengan menyodorkan secarik kertas berisi beberapa butir perjanjian pernikahan.


Kemudian Gadis membaca dengan seksama. Ada beberapa syarat yang sulit Gadis terima, yaitu soal kebutuhan pasangan suami istri. Gadis harus tetap melayani Zack, baik lahir maupun batin.


"Apa ini tidak salah Pak Faris?" tanya Gadis yang keheranan di perjanjian terakhir.


Dalam dokumen tersebut menyebutkan kalau Gadis harus melayani Zack suka rela. Gadis boleh tidur di kamar terpisah, tapi saat Zack menginginkannya, Gadis harus menuruti permintaan Zack.


"Kenapa Gadis?" Faris justru berbalik tanya.


"Bukankah Zack bilang padaku kalau pernikahan ini tidak akan mengubah keadaan apapun?" Faris masih tidak mengerti.


"Saya keberatan kalau harus menemani Zack tidur." seketika itu juga Faris tertawa saat Gadis mengungkapkan ketakutannya akan perjanjian pernikahan yang diberikan oleh Faris.


"Ah, tidak usah berlebihan Gadis. Bukankah kalian sudah melakukannya?" sial! Rupanya Zack sudah menceritakan kejadian malam itu pada Faris.


"Cukup malam itu saja Pak!" pekik Gadis yang masih tak terima.


"Sudahlah Gadis, kamu ini wanita paling beruntung di dunia. Bisa tidur dengan Zack, dan menjadi istri Zack. Anggaplah pernikahan ini adalah pernikahan yang sungguhan, bukan pernikahan dengan unsur politik." ungkap Faris menuturkan fakta yang ada.


Hampir ribuan wanita tergila-gila akan Zack, dan ingin menjadi istri Zack. Bahkan mereka rela tidur dengan Zack, tanpa harus dalam ikatan pernikahan.

__ADS_1


"Percayalah Gadis, sosok Axelio Kevin Zack itu tidak menyeramkan seperti yang kamu bayangkan." ungkap Faris lagi yang sudah lama mengenal Zack. Sementara Gadis masih termenung membayangkan masa depan kehidupannya. Entah berapa lama dia harus berpura-pura menjadi istri dari keturunan Victor.


"Apa boleh saya meminta satu permintaan? Sebelum saya tandatangan kontrak perjanjian ini Pak." tanya Gadis sedikit takut menatap ke arah Faris.


"Katakan saja." ucap Faris sambil menyesap secangkir kopi yang ada di meja kerjanya.


"Saya masih betah bekerja disini Pak, saya tidak ingin semua karyawan DZ mengetahui pernikahan saya dengan Zack." ungkap Gadis menuturkan rasa takutnya.


Ada perasaan berdosa yang menyelimuti hati Gadis saat ini. Sebenarnya Gadis bukan mengkhawatirkan karyawan DZ mengetahui pernikahannya dengan Zack, Gadis lebih takut kalau Bryan mengetahui Gadis menikah dalam waktu dekat. Semua itu semakin terkesan kalau Gadis mengkhianati hubungannya dengan Bryan.


"Baiklah Gadis, tidak masalah. Lagipula Zack hanya membutuhkan keberadaanmu di keluarga Victor saja, bukan di dunia bisnisnya." ungkap Faris yang tidak keberatan dengan permintaan Gadis. Kemudian Gadis mulai menekan pena di atas materai, sesungguhnya ada nyeri di hati Gadis saat menggoreskan tandatangan.


Kehidupan cinta yang tak pernah terbayangkan oleh Gadis sebelumnya, pernikahan yang dia harapkan bukan yang seperti ini. Bukan pernikahan dengan secarik syarat yang sulit Gadis penuhi.


"Semuanya sudah beres Pak, saya permisi." ucap Gadis di depan Faris. Kemudian wanita itu beranjak pergi meninggalkan Faris sendirian di ruangannya.


"Maafkan saya Gadis. Semua ini kehendak Zack." gumam Faris sambil menatap kepergian Gadis dengan mengacak rambutnya kasar. Ada perasaan tidak tega dari lubuk hati Faris. Namun, kembali lagi kekuasaan Zack jauh lebih berperan dibandingkan dengan naluri Faris.


•••


Semoga kalian suka ceritanya, klik like di setiap episode ya teman. 😉

__ADS_1


__ADS_2