
Brakkkk!
Tiba-tiba terdengar suara pintu ruangan didobrak oleh seorang pria. Begitu bengisnya pria itu menendang kuat pintu ruangan. Setelah pintu terbuka menampilkan sosok pria berbalut setelan jas hitam dengan bola mata coklat muda yang melirik tajam ke arah Gadis, juga David.
Tatapannya meyiratkan kebencian tak terkira, apalagi saat dia mendapati pemandangan David yang mengungkung Gadis di sudut dinding.
"Lepaskan dia!" ternyata Zack yang datang.
Dalam hati kecil Zack sedikit takut kalau David akan mengenali dirinya. Zack takut kalau David menyadari keponakannya yang lama hilang telah kembali.
"Lihatlah sayang! Betapa kuatnya pesonamu." ucapan David justru tertuju pada Gadis. Pria itu berpikir bukan hanya dirinya saja yang tertarik dengan Gadis, rupanya Zack juga tertarik.
Kalau Zack tidak tertarik dengan Gadis, tidak mungkin Zack akan sampai ke tempat rahasia milik David. Derap langkah Zack semakin memangkas jarak dirinya dengan David.
"Dia milikku!" ancam Zack sambil menarik kerah kemeja David dengan kasar.
__ADS_1
"Rupanya sepasang anak muda sedang dimabuk cinta." celoteh David dengan santainya sambil mengibaskan tangan kekar milik Zack dari kerah bajunya. David berasumsi kalau Zack adalah kekasih Gadis.
Secepat kilat Zack langsung menarik pelatuk pistol dari saku celananya, lalu meletakkan pistol tersebut tepat di pelipis David. Sementara Gadis terlihat ketakutan menyaksikan aksi Zack yang sangat gila.
Akhirnya, David mau melepaskan Gadis. Kesempatan ini tak ingin Gadis siakan, dia langsung pergi menghindar dari kedua pria yang sedang bertarung untuk mendapatkannya.
"Keberanianmu sangat luar biasa Nak, mengingatkanku di usia muda sepertimu." puji David untuk keberanian Zack.
"Apa masih ingin kuingatkan lagi?" kilah Zack yang langsung membayangkan aksi pembunuhan David terhadap Derryk sekitar lima belas tahun lalu.
Tatapan Zack benar benar berani terhadap David, dendam itu ingin segera membuncah. Namun Zack sadar, ini belum waktunya bagi Zack melenyapkan nyawa David. Anggap saja ini adalah momen perkenalan hadirnya Zack kembali di keluarga Victor.
Tiba-tiba David langsung memutar balik pistol yang ada dalam genggaman Zack, tanpa membalas ucapan Zack lagi. Posisi menjadi berubah, justru Zack yang berada dalam ancaman.
"Tenagamu masih lumayan juga di usia yang nyaris bau tanah." umpat Zack merendahkan kemampuan David. Kemudian Zack langsung menepiskan tangan David, sampai pistol itu terlempar ke lantai. Mereka berdua saling beradu cepat untuk mendapatkan pistol tersebut.
__ADS_1
"Menyerahlah! Jika masih ingin menatap matahari besok pagi." ancam Zack yang berhasil meraih pistol.
Kemudian Zack berjalan mundur mendekat ke arah Gadis, sementara mata tajamnya masih awas akan posisi David.
Akhirnya, David mengangkat kedua tangannya sebagai isyarat mengikuti perintah Zack.
"Gadis, come on. Lets take my hand." ucap Zack setelah langkahnya menyusur ke arah Gadis.
Wanita itu masih tidak percaya akan kebaikan Zack, dia semakin ketakutan dengan Zack. Apalagi setelah tahu kalau Zack memiliki senjata api.
Telapak tangan Zack masih menengadah, menunggu tangan Gadis meraih jemarinya. Cukup lama Gadis berpikir untuk menerima kebaikan Zack, hingga akhirnya Gadis meletakkan telapak tangannya di atas telapak tangan Zack.
"Apa mungkin Axel benar benar tulus menyelamatkanku? Atau aku justru akan terperangkap di kandang macan setelah lari dari kandang singa?" batin Gadis berkata kata. Masih menerka nerka siapa Zack sebenarnya?
•••
__ADS_1
Ayo klik like ya
Stay terus dengan ceritanya 😉