
Semoga makin seru ya ceritanya 😉
•••
Derai air mata mulai luruh di pipi Gadis. Wanita cantik itu melangkahkan kaki dengan cepat, karena tak ingin wajah sebamnya dilihat oleh siapapun.
Langkah kaki Gadis mencoba menyusur ke area balkon, berusaha menjauh dari kerumunan lokasi syuting, agar ia bebas menumpahkan semua perasaannya di tempat sepi.
Ternyata kekhawatiran Tania terjadi, kalau Gadis memang harus menyiapkan hati yang kuat untuk menghadapi Friska.
"Tuhan... Apakah manusia hanya berbicara soal status sosial?" gumam Gadis sendirian dengan air mata yang masih mengalir di kedua pipinya.
Hati kecil Gadis masih sangat merindukan kehadiran Bryan di saat dirinya merasa sedih seperti ini.
"Aku memang tidak pantas untukmu Yan, tapi bukan berarti semua orang bebas merendahkanku." sepertinya semua keluh ingin Gadis ungkapkan sendirian di tempat sepi dengan hamparan taman hijau.
"Tidak ada satupun yang berhak merendahkan nyonya Zack." kalimat yang diucapkan Zack seperti memotong keluh kesah Gadis.
Kemudian Gadis menoleh ke arah belakang tubuhnya, ia ingin memastikan siapa yang datang mengikutinya. Kalau dari suaranya nampak seperti suara Zack.
Bukannya Zack sedang berada di Tokyo?
Batin Gadis mengatakan demikian. Ternyata benar dugaan Gadis, kalau pria yang datang memang Zack.
__ADS_1
Gadis sedikit terkejut dan juga takut, karena ini pertemuan pertama mereka setelah mereka melakukan itu.
"Nyonya Zack?" sahut Gadis dengan mengernyitkan kening, karena Gadis masih tidak mengerti dengan nyonya Zack yang dimaksud.
"Besok lusa adalah hari pernikahan kita, aku tidak ingin melihat Nyonya Zack bersedih seperti ini." kalimat Zack sedikit memberikan perhatian untuk Gadis. Lagipula Zack sangat tidak menyukai melihat raut wajah Gadis yang menangis di hadapannya.
"Hanya pernikahan palsu." jawab Gadis dengan memalingkan pandangan dari arah Zack.
"Aku tidak pernah suka melihat wanita menangis di depanku, apalagi wanita itu adalah wanitaku." sejak dulu Zack tidak pernah tega menyaksikan derai air mata dari seorang wanita.
"Sekalipun istrimu adalah istri palsu?" cecar Gadis yang tidak ingin kalah dengan semua pernyataan Zack.
"Aku menikahimu resmi disaksikan oleh pihak hukum dan agama, jangan pernah berpikir pernikahan kita itu palsu." ungkap Zack yang tidak suka dengan pernyataan Gadis.
"Lengkap dengan dokumen perjanjian yang Faris sodorkan." cecar Gadis berusaha menyanggah ucapan Zack. Sementara Zack hanya tersenyum getir di depan Gadis. Langkah Zack semakin mendekat ke arah Gadis.
Tatapan Zack menatap tajam ke arah Gadis, sementara jemari kekarnya mengusap bekas tamparan Friska di pipi Gadis. Pria itu sangat tidak menyukai ada yang berani menyentuh boneka kesayangannya, apalagi menyakiti.
"Aku tidak menginginkan pernikahan ini Zack. Aku tahu kau tidak mencintaiku, begitupun denganku." akhirnya Gadis berani mengungkapkan rasa keberatannya untuk menjadi istri Zack.
"Kenapa kamu tidak mencintaiku Gadis? Sedangkan aku ini pria tampan dan kaya. Seluruh dunia juga mengakui itu." dengan percaya diri Zack menanyakan alasan Gadis yang tidak mencintainya.
"Mulai detik ini aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mencintai siapa-siapa." memang benar apa yang diungkapkan oleh Gadis, tekad Gadis sudah tidak ingin mencintai pria terlalu dalam. Karena, Gadis takut cintanya akan berujung perpisahan lagi.
__ADS_1
"Kalau suatu saat nanti kau jatuh cinta denganku bagaimana Gadis?" rupanya Zack semakin berani mencecar Gadis.
"Tidak akan pernah aku biarkan hatiku jatuh padamu Zack." sahut Gadis tidak mau kalah. Bahkan wanita itu semakin berani menatap Zack dengan lekat.
"Aku tidak yakin. Semua wanita mudah sekali tergila padaku, dan aku rasa kamu sangat tahu persis." mendengar ucapan Zack hanya membuat Gadis tersenyum masam.
"Baiklah, mari kita lakukan pernikahan ini tanpa cinta." tanpa ragu Gadis menerima tantangan yang ditawarkan oleh Zack.
Untuk saat ini jangan bicarakan soal harga diri, karena Gadis berpikir harga dirinya sudah hilang di malam itu, malam dimana Zack berhasil merenggut kesucian Gadis.
"Walaupun kita melakukannya tanpa cinta, tapi aku akan selalu menjagamu. Akan aku berikan hakmu sebagai seorang istri, aku janji." ucap Zack pelan, lalu mengecup pipi Gadis yang merah akibat perbuatan Friska.
Entahlah, Zack itu pria seperti apa? Yang jelas saat ini kondisi Gadis sedikit lebih baik.
"Thanks Zack. Maaf aku harus kembali ke lokasi syuting lagi." ucap Gadis sambil melepaskan jemari Zack dari pipinya, karena Zack tak henti membelai pipi Gadis.
"Tidak perlu!"
"Kenapa?" potong Gadis penasaran.
"Syuting sudah aku batalkan, besok akan datang model pengganti Friska." ungkap Zack yang sudah membuat keputusan.
Kemudian Zack berlalu dari hadapan Gadis, meninggalkan Gadis seorang diri di balkon lantai enam. Karena, Zack tidak ingin orang-orang di DZ melihat kedekatannya dengan Gadis.
__ADS_1
•••
Seperti kehilangan selera untuk mencintai siapa siapa. (Gadisha Kharisma)