
"Aku kembali kerja lagi Zack." ucap Gadis sambil merapihkan kerah kemeja barunya.
"Tak seharusnya nyonya DZ bekerja begitu keras." ucapan Zack kali ini seperti tidak merelakan kepergian Gadis dari ruangannya.
"Hanya nyonya palsu." timpal Gadis yang langsung memotong kalimat Zack.
Wanita itu kembali ingin menyadarkan Zack kalau pernikahan mereka hanya dibangun oleh satu misi balas dendam Zack terhadap David.
"Tapi, terimakasih buat kebaikanmu pagi ini." ujar Gadis dengan tatapan penuh berani ke arah kedua mata Zack.
Gadis mulai melanjutkan langkahnya dengan mengenakan pakaian berlabel branded yang sudah Zack pesan dari Faris.
Namun, baru saja Gadis melenggang satu langkah tiba-tiba tangan Zack langsung menarik lengan Gadis. Entahlah, apa lagi yang diingankan Zack dari Gadis?
"Apa begini gayamu kalau meninggalkan kekasihmu bekerja?" tanya Zack dengan menatap Gadis lekat.
"Maksudmu?" Gadis masih tidak mengerti keinginan Zack.
"Bukankah kau punya kekasih sebelum menikah denganku?" pertanyaan itu terdengar sumbang di telinga Gadis.
Bukannya Zack sangat marah dengan pengakuan Gadis yang sudah memiliki kekasih waktu itu?
"Iya." jawab Gadis pelan dengan menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Kalau begitu perlakukan aku seperti kekasihmu dulu. Keluarkan sisi agresifmu di depanku Gadis, hanya di depanku saja!" tandas Zack lagi.
Sepertinya bos DZ sedang menginginkan pernikahan dengan sedikit perlakuan romansa dari Gadis.
"Itu tidak ada dalam syarat perjanjian kita Zack." kilah Gadis yang masih tetap ingin menganggap Zack seperti pria asing.
"Aku benci wanita pembangkang!" pekik Zack yang langsung menarik dagu Gadis, lalu mengecup bibir Gadis sesaat.
"Baiklah, mulai hari ini kau adalah kekasihku Zack." bisik Gadis yang langsung menarik tubuh Zack ke dalam pelukan.
Sebenarnya batin Gadis merasa dirinya tidak beda dengan wanita murah saat di depan Zack, mungkin karena Zack yang selalu menuntut Gadis untuk lebih agresif saat bersamanya.
"Menurutlah padaku, aku pastikan semuanya tidak akan ada yang berani menyakitimu lagi." tutur Zack yang masih tidak terima kalau Gadis kesayangannya ada yang melukai, seperti kejadian di pantry bersama Rachel.
Mengapa wajahmu begitu mirip dengan Alana?
Bisik hati kecil Zack dengan tangan yang masih mendekap tubuh ramping Gadis. Ternyata Zack sudah menatap pesona Gadis sejak Gadis keluar dari kamar.
Ruang kerja milik Zack begitu megah di sana, bahkan di dalamnya sudah disediakan kamar tidur, sehingga memudahkan Gadis untuk berganti pakaian di sana.
Harus Zack akui kalau rupa Gadis nyaris mirip dengan mantan kekasihnya yang telah lama pergi meninggalkan Zack.
Aku tidak bisa memungkiri hatiku yang masih mencintai rupa Alana.
__ADS_1
Kehadiranmu seperti membangkitkan kembali rasaku untuk jatuh cinta.
"Zack..." panggil Gadis di tengah pelukan mereka.
"Yes honey."
"Bisakah kau lepaskan pelukannya?" tanya Gadis yang sejak tadi berusaha menguraikan pelukan Zack, namun tetap saja sulit Gadis lepaskan.
"Kali ini aku melepaskanmu Gadis, tapi tunggu aku malam ini di apartemen."
"Aku akan menunggumu suamiku." bisik Gadis dengan nada begitu manis. Kemudian Gadis mengecup pipi Zack sesaat.
"Aku balik kerja lagi."
Cuppp!
Gadis kembali mencium pipi milik Zack, lalu pergi meninggalkan Zack sendirian di dalam ruangan.
"Seleramu memang luar biasa David, tapi dia milikku." gumam Zack sendirian sambil menatap Gadis pergi dari ruangannya.
•••
Andaikan rupamu tidak nyaris seperti dia, apa aku akan tetap menuntut cinta?
__ADS_1
Axelio Kevin Zack