
Buat kalian yang penasaran, lanjut terus ya bacanya. Klik like setelah baca, sudah membuat hati author senang.
😄
•••
Aku hanya menatap pria asing itu sesaat, lalu kutundukkan kembali pandanganku. Karena, aku tak kuasa jika harus berlama-lama menikmati pesonanya.
Saat aku berjalan melewati meja bartender, aku berusaha untuk berpura-pura tidak menatap ke arah pria asing tersebut, kebetulan meja itu searah dengan pintu keluar.
Langkahku kini setengah berlari menuju area parkir basement. Aku merasa seperti ada yang berusaha mengikutiku. Tapi, saat aku menoleh ke belakang tidak ada siapapun di sana.
Akhirnya, kuraih helm warna hitam yang menggantung di kaca spion motor milikku. Batinku mengatakan kalau aku harus segera sampai di rumah.
Baru kali ini aku merasakan ketakutan tak terkira, semua ini dipicu oleh aksi kasarku terhadap pria paruh baya yang sudah aku tampar di club malam. Bahkan aku menamparnya dengan keras, sampai sampai semua mata pengunjung club hanya tertuju ke arahku.
Sebenarnya di dalam hati kecilku masih ada rasa sesal yang mendalam. Karena, tak sepantasnya aku menampar pria paruh baya yang mungkin usianya sama dengan usia mendiang ayahku. Tapi, pikiran masa bodo itu muncul lagi di kepalaku.
Bukankah dia yang tidak tahu malu?
Sudah berusaha menggodaku dengan seringai keji seperti tadi.
"Ah, persetan semua itu. Lebih baik sekarang aku segera pulang." batinku mengatakan demikian.
Akupun langsung tancap gas, kemudian melesat jauh meninggalkan area club malam dengan motor sport hitam kesayanganku.
•••
__ADS_1
"Fantastic girl." ujar pria asing bernama Zack.
Pria itu masih berdiri gagah di area basement setelah menyaksikan kepergian Gadis.
Harus Zack akui kalau Gadis merupakan sosok wanita mempesona, dan tak biasa.
Sebenarnya ada rasa ingin tahu yang lebih dalam lagi dari batin Zack, sejak ia melihat Gadis dengan bengisnya menampar pria paruh baya bernama David, tiba-tiba matanya langsung tertuju ke arah Gadis.
Rasa penasaran Zack terhadap Gadis kian memuncak. Betapa hebatnya wanita muda seperti Gadis yang mampu menolak rayuan David.
David adalah anak kedua dari keluarga Victor. Keluarga dengan segudang kekayaan di seluruh penjuru dunia.
Bisnis keluarga Victor menguasai hampir seluruh pasar bebas. Baik bisnis legal maupun ilegal, semua dibabat habis oleh kekuasaan Victor.
Sementara Zack adalah cucu pertama di keluarga Victor, dia telah lama menghilang dari keluarga Victor setelah aksi pembunuhan berencana yang dilakukan oleh David.
Ada dendam membara di dalam hati Zack yang telah lama ia simpan. Namun, setelah Zack melihat aksi Gadis yang begitu berani menampar David, dendam Zack seperti dipicu kembali.
Ada semangat dan siasat tersendiri di dalam pikiran Zack setelah menemukan wanita seperti Gadis.
Bahkan harus Zack akui kalau pesona yang dimiliki oleh Gadis cukup mampu menembus hatinya. Hanya saja, Zack sedikit munafik untuk mengakui.
"Sudah saatnya kamu menuai perbuatanmu David." gumam Zack sendirian di dalam mobil, sebelum mobil miliknya melaju kencang mengejar keberadaan Gadis.
•••
Di tepi balkon kamar megah bak istana, menampilkan pria tampan berbalut setelan jas hitam yang sedang menyulutkan sebatang rokok. Pikirannya kalut memikirkan kisah percintaan yang tak direstui oleh ayahnya.
__ADS_1
Di saat dia merasakan debaran cinta yang hebat, saat itu pula ayahnya memaksa dirinya untuk menikahi wanita yang sama sekali tidak dia cintai.
"Sudahlah, lupakan saja kekasihmu Yan." kalimat yang diucapkan David barusan memang terdengar enteng. Namun, berat untuk Bryan lakukan.
Bryan masih tetap diam, dia tak mempedulikan ucapan ayahnya. Bahkan Bryan seakan-akan masih fokus menikmati sebatang rokok.
Bryan sama sekali tidak menoleh ke arah David yang mulai berjalan mendekat ke arahnya.
"Kenapa tidak kau saja yang menikahi putri pengusaha sukses itu?"
"Bukankah kau lebih suka daun muda?" beberapa pertanyaan Bryan terdengar seperti sedang menyindir perilaku David yang buas akan wanita.
Tidak sekali, dua kali Bryan menemukan David sedang bermain main dengan teman wanitanya.
"Friska bukan seleraku Nak." ungkap David dengan nada bicara tidak tahu malu.
"Kalau Papih bisa menolak soal selera, lalu bagaimana denganku Pih? Tidak adil." kilah Bryan yang masih berusaha menyudutkan David.
"Ayolah jagoan, sejak kapan kamu membangkang dengan Papih?" raut wajah David masih mengisyaratkan paksaan terhadap Bryan.
"Lagipula pernikahan ini hanya sekedar pernikahan politik. Tak perlu kau khawatirkan Yan. Setelah seluruh saham keluarga Victor kamu kuasai, Papih akan berikan kebebasan hidupmu sepenuhnya, dan kamupun bebas menceraikan Friska." tutur David menjelaskan semua rencana busuk pada putranya.
Telah lama David mendambakan seluruh harta ayahnya. Namun, dia takut kalau suatu saat putra Derryk akan datang menemui Victor untuk menuntut semua hak ayahnya.
David tidak mau itu terjadi. Sementara Victor masih belum ingin membagi hartanya sebelum Zack ditemukan kembali.
•••
__ADS_1