
Selepas rangkaian acara, Gadis langsung pergi ke kantor, karena ia tak ingin orang-orang di DZ mencurigai alasan Gadis izin kerja.
Tidak ada izin, ataupun cuti pernikahan untuk Gadis, semuanya berjalan seperti biasa. Semua ini sangat tidak biasa bagi kehidupan orang normal.
Harusnya Gadis sedang menikmati momen pengantin baru, namun ia justru berlaga seperti tak terjadi apapun.
Bagi Gadis pernikahannya dengan Zack hanyalah perjanjian dalam secarik kertas buku nikah, sama sekali tidak ada yang spesial.
"Tumben lo datang siang Dis." tanya Tania saat Gadis berjalan melewati meja kerjanya, kebetulan letak meja kerja Tania lebih dekat dengan pintu ruang divisi editor.
"Ada sedikit urusan." hanya itu jawaban Gadis.
"Sedikit urusan kok sampe jam 11 begini?" cecar Tania yang selalu ingin tahu urusan Gadis.
"Apaan sih lo? Kepo banget." mungkin Gadis malas untuk menceritakan semua yang sudah dilaluinya sejak pagi tadi.
"Soalnya gak biasanya lo datang telat, gue takut lo kenapa kenapa Gadisha Kharisma." celotehan Tania kali ini memang terdengar sangat rese.
"Gue sibuk nyari model baru buat ambassador parfum." sepertinya alasan yang diungkapkan oleh Gadis cukup masuk akal.
"Wah... Lo udah curi start dari gue nih." ujar Tania yang turut memikirkan model pengganti Friska.
"Coba kalau rekomendasi lo, kira-kira siapa model yang pas?" tanya Gadis berusaha merangkai kebohongan selanjutnya untuk Tania.
__ADS_1
"Siapa ya? Bingung gue Dis." ucap Tania dengan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Ah, buang buang waktu nanya sama lo." pekik Gadis sambil berlalu dari meja Tania.
"Sialan lo! Tapi, emang bagus juga sih Friska terhempas dari DZ. Itu karma dari lo." Tania masih berceloteh dibalik kubikel, seperti sudah menebak kalau Gadis masih mendengarkan ocehannya.
"Berisik ah, nanti lo dihujat sama fansnya Friska." Gadis memperingatkan Tania untuk tidak terlalu mengumbar kebenciannya pada Friska.
"Tapi, ngomong ngomong DZ hebat banget ya. Langsung mutusin kontrak kerjasama dengan model yang lagi hits. Hanya karena alasan attitude model yang gak baik terhadap karyawan DZ." tutur Tania yang tak ingin mengakhiri obrolan dengan Gadis.
"Mungkin rejeki gue kali Tan." kilah Gadis, tidak ingin bercerita lebih pada Tania.
"Tapi Friska itu memang harus digituin sih, biar gak seenaknya." timpal Tania lagi.
•••
Sekitar pukul delapan malam semua pekerjaan Gadis baru selesai. Sementara Tania sudah pulang lebih awal, mungkin karena jam masuk kantor Gadis yang telat membuat jam pulangnya juga ikut telat.
"Akhirnya beres juga kerjaan gue hari ini." gumam Gadis sendirian, lalu tangannya langsung menarik tas yang ia letakkan di meja samping. Dengan gesit Gadis mengemasi barang barang pribadinya ke dalam tas.
"Tuhan... Aku lupa kalau hari ini aku resmi menjadi istri Zack." batin Gadis berkata demikian saat kakinya hendak melangkah menuju pintu lift.
"Jangan jangan dia sudah menungguku di apartemen lagi." batin Gadis masih berkata-kata.
__ADS_1
Kemudian ia mulai berjalan memasuki lift, otaknya berusaha menepiskan berbagai pikiran yang tidak tidak tentang Zack.
Sesampainya di lantai dasar, hanya ada security DZ saja. Rupanya semua karyawan sudah pulang. Namun, tiba-tiba saja beberapa orang menyerbu ke arah Gadis dengan membawa beberapa kamera perekam, dan handphone yang disodorkan ke arah Gadis.
"Nona Gadis, apa benar pemutusan kontrak kerjasama antara Friska dengan DZ akibat Anda?" ternyata mereka sekelompok wartawan dari beberapa media infotainment.
"Apa benar tindakan Afriska yang tidak bermoral terhadap Anda?" tanya wartawan lain lagi.
Melihat mereka yang langsung berkerumun di hadapan Gadis membuat Gadis merasa pusing, apalagi tubuhnya sudah lelah tak terkira seusai bekerja.
Security DZ sudah mencoba menghalau kerumunan wartawan, namun tetap usahanya sia-sia.
"Maaf, saya tidak mengerti soal pemutusan kontrak kerjasama antara Friska dengan DZ Production." akhirnya pernyataan itu keluar dari mulut Gadis.
"Tapi, netizen mencurigai kalau aksi Friska terhadap Anda ada kaitannya dengan kisah asmara Friska." kembali salah satu wartawan bertanya, berusaha ingin menggali berita lebih dalam lagi.
"Kalau urusan itu, tidak ada kaitannya sama sekali. Kita hanya sedikit salah paham saat coaching skrip, hanya itu saja kok." Gadis tidak ingin melebih-lebihkan perihal kejadian Friska yang menampar dirinya.
"Tapi, terlihat di rekaman video kalau Friska menampar Anda, Nona Gadis." ucapan wartawan kali ini sulit Gadis elak lagi. Sampai akhirnya, tiba-tiba saja tangan kekar menarik lengan Gadis dari belakang, membawa Gadis kembali masuk ke gedung DZ, agar wanita itu selamat dari kejaran wartawan.
•••
Happy reading ya 😉
__ADS_1