Hanya Istri Kontrak Tuan Zack

Hanya Istri Kontrak Tuan Zack
Menahan hati


__ADS_3

"Nyonya Zack, aku akan antarkan Anda pulang lewat pintu belakang." ternyata yang membawa paksa Gadis adalah Faris.


Rupanya security DZ menghubungi Faris perihal wartawan yang datang menyerbu Gadis, karena sudah tidak ada karyawan lain lagi di kantor.


Setelah Gadis resmi menjadi istri Zack, sikap pria kepercayaan Zack itu jauh lebih sopan terhadap Gadis.


"Baiklah." hanya itu jawaban Gadis. Ia ingin segera pulang, dan istirahat.


Kemudian Faris membawa Gadis menuju area basement, karena mobil Faris berada di sana.


"Kenapa tidak kau ceritakan saja kejadian sebenarnya tentang Friska?" tanya Faris berusaha memulai obrolan sebelum tancap gas mengantarkan Gadis.


"Aku tidak ingin merusak citra DZ, dan juga karir Friska." sahut Gadis dari kursi belakang Faris.


Faris tak pernah menyangka kalau Gadis akan bersikap demikian, ternyata dugaan Faris tentang Gadis salah. Ia pikir Gadis adalah sosok wanita yang sama seperti Friska, selalu gila akan popularitas.


Padahal dengan kehadiran wartawan yang meminta penjelasan dari Gadis, bisa saja Gadis menggunakan alasan masalah dengan Friska untuk mendongkrak popularitasnya. Namun, Gadis bukanlah wanita yang seperti Faris bayangkan.


"Mulia sekali hatimu Nyonya Zack." ujar Faris dibalik kemudi.


"Sebagai karyawan DZ, sudah seharusnya saya bersikap seperti tadi Pak Faris." Faris tersenyum kecil saat mendengar Gadis yang masih memanggil dirinya Pak Faris.


"Sepertinya Anda tidak perlu memanggilku dengan embel-embel Pak lagi, Nyonya." ujar Faris yang merasa dirinya justru menjadi bawahan Gadis.


"Hanya karena saya sudah resmi menjadi istri Zack." tebak Gadis. Sementara Faris hanya menganggukkan kepala sambil melirik cermin di atas dashboard.


"Saya hanya istri palsu Zack, tak perlu kau anggap serius Faris." ujar Gadis lagi, berusaha menerima kenyataan yang ada.


"Bagaimana kalau suatu saat nanti cinta Axelio padamu itu nyata?" tanya Faris ingin menguji respon Gadis.

__ADS_1


"Bagi saya tidak ada kehidupan nanti, yang terpenting saya bisa menjalani kehidupan sekarang, sekalipun hanya menjadi istri palsu Zack." tutur Gadis sambil menatap jalanan yang terbias dari kaca mobil di sampingnya.


Wanita itu sudah kehilangan harapan tentang cinta di kehidupan masa depannya, mungkin yang terpenting saat ini hanyalah melakukan yang terbaik atas apa yang harus dilakukannya.


•••


"Maaf Zack aku pulang terlambat." ucap Gadis setelah berhasil menutup pintu apartemen. Namun, tidak ada jawaban dari Zack.


Tatapan Gadis menyisir ruang tengah apartemen, namun Zack tidak ada di sana.


"Kemana dia?" bisik Gadis sendirian sambil mengendap-endap langkahnya.


Gadis takut kalau kepulangannya akan diprotes lagi oleh Zack. Apalagi malam ini adalah malam pengantin mereka, harusnya mereka sedang sibuk menikmati momen bahagia.


Derap langkah Gadis sudah menuju lantai dua, tepatnya menuju kamar miliknya, karena tubuh Gadis sudah tak kuasa menahan lelah. Ia ingin segera menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


Gadis membuka pintu kamar, tiba-tiba pandangannya terhentak pada sosok pria yang sedang sibuk dengan laptop di sofa kamar Gadis.


"Sedang apa kau di sini Zack?" tanya Gadis yang keheranan mendapati Zack ada di dalam kamarnya.


Setahu Gadis, Zack tidak pernah berani masuk ke kamar milik Gadis selama Gadis tinggal di apartemen Zack.


"Memangnya ada yang salah jika seorang suami berada di dalam kamar istrinya?" Zack justru balik tanya pada Gadis.


Gadis hanya menghela nafasnya dalam saat mendengar respon dari Zack.


"Terserah kamu saja Zack. Aku capek, mau mandi terus tidur." ucap Gadis sambil berjalan melewati keberadaan Zack.


Wanita itu seenaknya melenggangkan langkahnya menuju meja rias, lalu diletakkannya tas hitam kesayangannya di sana.

__ADS_1


Zack mulai beranjak dari sofa, ia berjalan mendekat ke arah meja rias, tempat dimana Gadis berdiri sekarang.


"Mau apa kau?" tanya Gadis dengan nada bicara sedikit gelagapan. Gadis tak kuasa melihat raut wajah Zack yang nampak mesum di hadapannya.


Sepertinya Gadis dapat membaca pikiran Zack. Gadis yakin kalau malam ini Zack akan meminta haknya sebagai suami.


"Bersihkan tubuhmu, aku akan menunggumu." ucap Zack sambil menangkup kedua pipi Gadis, lalu dikecupnya bibir Gadis sesaat.


"Sial! Wanita mana yang bisa tahan dengan pesonamu Tuan Zack." pekik Gadis dari dalam lubuk hati kecilnya.


"Iya, tapi lepasin aku dulu." gerutu Gadis berusaha manja di hadapan Zack.


"Oke, sweety." ucap Zack dengan seutas senyuman manisnya.


Kemudian Zack melepaskan wajah Gadis, memberikan kesempatan Gadis untuk mandi.


Bagaimana aku bisa menahan hatiku untuk tidak jatuh cinta padamu Zack?


Sementara pesonamu begitu kuat.


Bisik hati kecil Gadis sambil berjalan menuju toilet yang berada di sudut kiri kamar Gadis.


Wanita itu tidak mau munafik, hati kecilnya mengakui kalau pesona Zack memiliki daya tarik yang hebat untuk semua kaum wanita. Apalagi jika berada dalam posisi yang sangat dekat seperti tadi.


•••


...Aku harus mampu mengendalikan hatiku untuk tidak jatuh padamu....


...(Gadisha Kharisma)...

__ADS_1


__ADS_2