
"Loh loh! Baju lo kok ganti sih Dis?" tanya Tania setelah Gadis kembali memasuki ruang kerja.
"Iya." Sahut Gadis menghentikan langkahnya di depan meja Tania.
"Gimana ceritanya?" Tania masih menyelidik semua yang dikenakan Gadis dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Bagaimana Tania tidak terkejut? Beberapa brand mahal kini melekat di tubuh Gadis.
Bukan maksud Tania untuk merendahkan Gadis, karena Tania yakin gaji yang didapatkan Gadis tidak akan mampu membeli barang-barang branded yang sekarang Gadis pakai.
"Gila! Lo make baju siapa Dis? Ini barang branded semua Dis." ujar Tania yang sudah bangkit dari duduknya.
Kini sahabat Gadis itu menyentuh kemeja yang Gadis kenakan dengan raut wajah antusias.
"Dapet minjem. Baju gue kotor, abis kesiram kopi." jelas Gadis sesingkat mungkin.
"Siapa yang minjemin?" mendengar pertanyaan Tania membuat Gadis kebingungan mencari alasan lagi.
"Ya elah nih anak malah diem ditanyain." cecar Tania, tak sabar menunggu jawaban Gadis.
"Pak Faris." akhirnya Gadis menggunakan nama Faris untuk menyembunyikan semua pertolongan Zack.
"What?"
Tania nampak tidak percaya kalau Faris yang menolong Gadis, karena Tania tahu persis tabiat Faris tipe pria seperti apa.
"Maksud lo Faris Utomo?" Tania memastikan Faris yang dimaksud oleh Gadis.
Di mata semua karyawan DZ, Faris itu bukanlah tipe pemimpin yang peduli dengan karyawan. Apalagi sampai meminjamkan pakaian untuk Gadis.
"Kenapa Tan? Masih gak percaya?" Tania langsung menggelengkan kepala.
"Pak Faris tak sekejam yang lo bayangin Tania, dia masih punya hati buat nolongin gue. Ini baju mahal yang gue pake, bisa ajah baju pacarnya dipinjemin buat gue." penjelasan yang diberikan Gadis sedikit masuk akal bagi Tania.
"Tapi, gimana ceritanya sih lo sampe kesiram air kopi?" kini pertanyaan Tania berganti, ia justru ingin tahu penyebab Gadis ketumpahan air kopi.
__ADS_1
"Biasa, gue yang gak hati-hati Tan." hanya itu jawaban Gadis. Ia tidak ingin Tania mengetahui kalau semuanya disebabkan oleh Rachel.
"Oh, gitu ya Dis."
Melihat respon Tania yang membulatkan mulutnya, Gadis langsung menuju meja kerjanya yang berada di samping kanan Tania. Karena, beberapa project harus segera Gadis selesaikan.
•••
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, sudah waktunya bagi semua karyawan istirahat untuk makan siang.
Seperti biasanya Gadis dengan Tania selalu menghabiskan waktu istirahat di salah satu resto yang sudah disediakan oleh kantor DZ.
Mereka berjalan dengan sedikit tawa kecil yang menghias celotehan perihal pekerjaan sepanjang jalan menuju resto. Karena, letak resto lumayan jauh dari gedung kantor. Namun, masih satu lokasi dengan DZ Production.
Tiba-tiba tawa mereka terhenti saat Tania melihat Rachel berjalan menuju resto yang sama.
"Gadis, mending kita makan di kantin belakang saja deh." ucap Tania yang merasa enggan melihat Rachel, apalagi mereka akan menuju resto yang sama.
"Kenapa Tan?" tanya Gadis kebingungan melihat raut wajah Tania yang seketika berubah menjadi badmood.
"Yang mana sih?" Gadis masih berusaha sandiwara di samping Tania.
"Itu yang pake blazer warna navy, rambut curly." tunjuk Tania.
"Cantik ya Tan." dari awal Gadis melihat Rachel saat di pantry, ia sudah memuji kecantikan Rachel. Namun sayang, cantiknya Rachel hanya dalam balutan parasnya saja.
"Iya sih, tapi gue males banget Dis lihat mukanya." kilah Tania yang masih tak ingin berada dalam satu resto yang sama.
"Sudahlah Tan, kalau kita balik ke kantin belakang kantor malah lebih lama lagi. Sedangkan waktu istirahat kita hanya satu jam, nanti kita pilih meja yang jauh dari Rachel." tutur Gadis yang masih ingin melanjutkan langkahnya.
"Iya juga sih." ucap Tania sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Kemudian Gadis langsung menarik lengan Tania agar berjalan lebih cepat lagi.
Setelah beberapa langkah mereka sampai di D`resto, lalu Gadis memilih meja yang paling ujung. Namun, baru saja Gadis duduk, tiba-tiba pandangan Rachel bertemu dengan kedua bola mata Gadis. Sirat kebencian masih terasa dari tatapan Rachel.
__ADS_1
Rachel mulai bangkit dari duduk, ia mulai melenggangkan langkahnya yang semakin mendekat ke arah meja Gadis.
"Tania, sepertinya Rachel mau nyamperin kita deh." bisik Gadis di telinga Tania.
Kebetulan Tania berada dalam posisi duduk berhadapan dengan Gadis, sehingga ia tidak mengetahui kalau Rachel sedang berjalan mendekat ke arahnya.
"Sial! Mau apa dia?" pekik Tania setelah menolehkan wajahnya ke arah Rachel.
"Apa lo ada masalah sama dia Dis?" tanya Tania berusaha menebak situasi yang ada, karena seingat Tania dirinya tidak ada masalah apapun dengan Rachel.
"Maaf Tan, gue udah gak jujur sama lo. Sebenarnya yang udah buat gue kesiram kopi itu akibat perbuatan Rachel." pengakuan Gadis sedikit terbata.
"Emang gak ada hatinya si Rachel, pasti dia mau cari gara-gara lagi di sini." ujar Tania yang sudah mengerti tingkah Rachel.
"Mau apa lo ke sini?" tanya Tania yang langsung menyambut kedatangan Rachel dengan nada sarkas.
"Gak ada urusan sama lo." ujar Rachel yang langsung duduk di kursi samping Tania.
Rachel langsung meletakkan secarik amplop yang entah apa isinya di depan Gadis.
"Apa ini?" tanya Gadis tak mengerti dengan tingkah Rachel.
"Buka saja." perintah Rachel sinis.
Kemudian Gadis menuruti perintah Rachel, lalu dibukanya secarik amplop tersebut.
Ternyata, amplop tersebut berisi surat teguran untuk Rachel perihal pelanggaran attitude karyawan DZ.
"Siapa kamu sebenarnya Gadisha Kharisma?" tanya Rachel setelah mendapati ekspresi wajah Gadis yang nampak tercengang setelah membaca surat teguran milik Rachel.
Sesuai perintah Zack, surat teguran itu benar benar dilayangkan oleh divisi HRD siang ini juga untuk seorang Rachel Wilmia.
•••
Klik like ya 😉
__ADS_1