
"Sepertinya kau menyukai wanita itu." ucap Faris setelah Gadis berhasil pergi dari ruangan Axel.
"Bukan soal suka atau tidak. Aku hanya penasaran dengannya." kilah Axel yang tak ingin mengakui perasaannya pada Gadis.
"Hati hati Zack, semua pria berawal dari rasa penasaran." ucapan Faris kembali menelisik isi hati Zack. Di kantor DZ hanya Faris yang berani memanggil Axel dengan nama Zack.
"Entahlah. Aku merasa permainan akan semakin menarik." ucap Zack dengan seringai liciknya, tanpa menatap ke arah Faris.
"Bagaimana kalau Gadis benar benar menolakmu?" sepertinya Faris mengerti akan sikap Gadis yang cukup keras kepala.
"Aku yakin Gadis akan menerima tawaranku, tak perlu pesimis seperti itu." pria itu selalu saja memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi.
"Aku yakin cepat atau lambat David akan datang berbuat nekad pada Gadis. Karena, aku tahu bagaimana kejinya sikap David terhadap wanita. David tidak akan pernah menyerah sebelum keinginannya tercapai." tutur Zack yang sudah sangat mengerti sikap David.
"Sama persis denganmu Zack." potong Faris.
"Bagaimana kalau Gadis sudah punya pacar? Apa kamu tega?" naluri Faris memang sedikit lebih baik dibandingkan dengan Zack.
"Persetan soal pacar Gadis, yang terpenting bagiku adalah tentang menuntut balas kematian Derryk, ayahku." gurat mata Zack menyiratkan dendam mendalam untuk David, sampai ia tak peduli kalau ada hati yang akan tersakiti jika ia memaksa menikahi Gadis.
__ADS_1
"Keangkuhan dan ambisimu memang tak pernah berubah Zack." ucap Faris sambil menggelengkan kepala. Sementara Zack hanya mampu tersenyum licik penuh siasat.
•••
Setelah bergegas pergi dari ruangan Axel, aku langsung mengemasi barang barang. Rasanya aku ingin segera pulang. Lelah badan, juga lelah hati. Begitulah yang aku rasakan sekarang.
Langkah kakiku sudah menyusur ke area parkir, tepat di depan halaman kantor DZ. Aku sudah memesan taxi online mengingat cuaca yang mendung dan sedikit gerimis.
Aku sengaja meninggalkan motor kesayanganku di basement area. Rasanya, sangat tidak mungkin aku pulang menembus hujan. Suasana kantor sudah mulai sepi, jalananpun mulai gelap.
"Lama banget sih." gumamku yang masih menunggu taxi online sendirian di trotoar jalan.
Aku masih sabar menunggu taxi, berharap angkutan online itu segera datang. Kupalingkan kembali pandanganku setelah mengetahui taxi belum datang.
Aku merasa ada seseorang yang mengikutiku. Tapi, saat aku tolehkan lagi ke belakang, tidak ada siapapun di sana. Hanya sesekali pejalan kaki yang lewat.
Tiba-tiba ada tangan yang langsung membungkam mulutku dengan cepat, aku merasakan bau obat menyengat di sapu tangan. Aku yakin itu obat bius yang sering digunakan untuk tindak kriminal.
Ingin sekali aku melihat wajah orang yang sudah membungkam mulutku. Namun, pandanganku kabur. Aku hanya merasakan tubuhku seperti ada yang membawa paksa.
__ADS_1
"Bryan, tolong aku." bisikku dalam hati, berharap kekasihku akan datang menolongku. Selanjutnya aku sudah tak sadarkan diri.
•••
Setelah Gadis berhasil dibawa kabur oleh seorang pria berbadan besar, tiba-tiba ferrari hitam tipe 812 superfast datang dari arah belakang.
Rupanya Zack baru saja keluar dari DZ Production. Ekor matanya yang tajam sempat melihat bayangan Gadis sekilas, saat Gadis berhasil dibawa masuk ke dalam mobil.
Awalnya Zack akan pergi menuju bandara untuk mengejar penerbangan ke Tokyo. Namun, setelah melihat Gadis dalam situasi bahaya membuatnya memutar balik setir mobil.
"David!" racau Zack memanggil nama David dengan nada menekan mulutnya.
Dugaan Zack tidak akan meleset, dalang dibalik kejadian ini pasti ulah David.
Batin Zack bergejolak membayangkan semua perbuatan jahat yang akan David lakukan terhadap Gadis.
Tanpa ragu Zack langsung melesat melajukan mobil mewah berwarna hitam, pria itu berusaha mengejar mobil suruhan David.
•••
__ADS_1
Ayo klik like ya 😉