Hanya Istri Kontrak Tuan Zack

Hanya Istri Kontrak Tuan Zack
Model terkenal


__ADS_3

Gadis hanya tersenyum kecil setelah membaca isi pesan dari Zack. Setidaknya batin Gadis mengatakan kalau Zack adalah pria yang cukup peduli dengan keselamatannya, bahkan Zack masih memperhatikan semua kebutuhan Gadis.


Zack sengaja mencari celah untuk bisa masuk di kehidupan Gadis. Apalagi pria itu menyantumkan namanya dengan nama Zack di dalam isi pesan yang dia tuliskan. Karena, tidak sembarang orang bisa bebas memanggilnya dengan nama Zack.


Gadis bergegas menuju toilet, niatnya setelah selesai mandi dia akan pergi menemui Bryan. Gadis yakin kalau Bryan sedang mencari keberadaannya, pria itu pasti sudah setengah gila memikirkan keberadaan dirinya.


Ingin sekali Gadis menghubungi Bryan saat handphone yang diberikan oleh Zack sudah Gadis buka. Sayangnya, Gadis tidak ingat detail digit nomor handphone milik Bryan. Biarlah nanti setelah selesai dari kantor Gadis akan menemui Bryan di rumahnya. Gadis sudah bertekad ingin mengakhiri hubungan bersama Bryan.


Gadis merasa dirinya sudah berkhianat pada Bryan. Lagipula Gadis sangat merasa kotor untuk Bryan sejak kehormatannya direnggut oleh Zack.


Buliran bening itu kembali mengalir di pipi Gadis. Nafas Gadis kembali sesak, dia tak kuasa membayangkan hidupnya tanpa Bryan. Pria yang selalu ada di samping Gadis, pria yang selalu gigih untuk mendapatkan cinta Gadis. Namun, kini semuanya harus Gadis tinggalkan.


"Aku memang tak pantas untukmu Bryan." ucap Gadis dengan nada bicara terbata, berusaha menahan sesak di dadanya. Lalu Gadis beranjak menuju toilet untuk segera bersiap pergi ke kantor.


•••


"Selamat pagi Gadis." sapaan Tania sedikit membuyarkan fokus Gadis yang sedang menyiapkan seluruh rangkaian jadwal syuting iklan.


"Pagi Tania." balas Gadis dengan senyuman indah yang merekah dari bibirnya.


"Model iklan sudah datang." bisik Tania tepat di telinga Gadis.

__ADS_1


"Apa Afriska maksudnya?" tanya Gadis memastikan informasi yang diberikan oleh Tania.


"Iya, terus siapa lagi? Kan ema lo yang minta make dia." sepertinya Tania kurang menyukai Friska.


"Udah nurut ajah. Lagian kita cuma staff di sini Tan. Bukan wewenang kita buat milih modelnya." ujar Gadis mengingatkan posisi masing-masing. Walau sebenarnya Gadis juga tidak terlalu suka dengan Friska, mungkin karena Friska yang sangat sulit dihubungi oleh pihak DZ Production. Apalagi model yang sedang hits itu merasa karirnya sedang melejit, membuatnya sedikit besar kepala.


"Iya sih Dis. Tapi, tetep ajah gue empet liat si Friska." ucap Tania yang masih tidak suka dengan Friska.


"Kabarnya sih Friska mau nikah." celoteh Tania lagi. Nilai plus Tania salah satunya adalah selalu mengetahui kehidupan pribadi orang lain.


"Bagus dong, itu artinya Friska mau melepas masa lajang." Gadis justru senang mendengar ucapan Tania barusan.


"Husss! Jangan sembarangan ngomong kamu Tan." pekik Gadis sambil meletakkan jari telunjuk di bibirnya.


Melihat respon Gadis yang seperti itu tanpa banyak bicara lagi Tania langsung menarik lengan Gadis, lalu membawa Gadis ke lantai bawah.


"Kita mau kemana?" tanya Gadis yang masih bingung dengan sikap Tania.


"Lihat muka asli model yang lagi hits." ujar Tania singkat.


•••

__ADS_1


Setelah sampai di lantai bawah Tania langsung melepaskan genggaman tangannya dari lengan Gadis. Kedua bola mata Tania langsung menghentak ke arah wanita cantik yang duduk di sofa ruang tamu.


"Oh... Itu yang namanya Friska." ucap Gadis pelan dengan membulatkan mulutnya. Gadis memang tidak terlalu peduli akan kehidupan artis, sekalipun beberapa selebriti hits sudah pernah dipakai sebagai bintang iklan DZ Production.


"Gitu doang respon lo Dis." Tania sedikit kesal akan respon Gadis yang tidak seantusias dirinya.


"Cantik aslinya ya Tan." kedua bola mata Gadis masih tertuju pada Friska. Apalagi Friska nampak mempesona dalam balutan dress navy. Wanita cantik itu sedang diwawancara oleh salah satu reporter DZ untuk perihal kontrak kerjasama.


"Sebenernya sih cantikkan lo Dis. Tapi, nasib lo beda sama dia." umpat Tania. Ucapan orang keki memang selalu sinis, seperti Tania misalnya.


"Sialan lo!" pekik Gadis sambil menutup mulutnya.


Gadis dan Tania hanya mampu melihat Friska dari jarak sekitar lima meter. Gadis sedikit tidak suka akan kehadiran Friska yang berlenggak-lenggok layaknya tuan putri.


"Ayo ah! Males. Mending kita lanjut kerja." ujar Gadis sambil melangkah menuju lift.


"Iya juga ya Dis." timpal Tania yang langsung mengikuti langkah Gadis.


•••


Klik like ya 😉

__ADS_1


__ADS_2