
Suasana dapur di apartemen milik Zack memang nampak luar biasa tenangnya, apalagi desain interior apartemen tersebut sangat kental dengan tema Jepaneese.
Banyak tutup kabinet yang tergantung di dinding berbentuk vertikal menyerupai rotan bambu yang berbaris di sana, namun justru memberikan suasana asri dalam apartemen tersebut.
Pemilihan lampu warna kuning memberikan efek redup, namun menyegarkan.
Gadis yakin apartemen ini memang didesain khusus oleh Zack sendiri.
Wanita itu tidak pernah mengetahui kemana Zack pergi, bahkan Gadis juga tidak pernah tahu kalau Zack sebenarnya berkewarganegaraan Jepang.
"Mau masak apa?" gumam Gadis di depan pantry sendirian.
Gadis masih memikirkan menu makanan kesukaan Zack, karena ini pertama kalinya Gadis memasak makan malam untuk Zack.
"Apa mungkin sebenarnya Zack ini memiliki keturunan Jepang?" benak Gadis mulai menerka-nerka.
"Buktinya semua desain apartemen ini kental dengan suasana Jepang."
"Ah, aku coba buat tempura udang saja." tiba-tiba ide segar itu muncul dari otak Gadis.
Tangan Gadis mulai mencari semua bahan-bahan di dalam kulkas. Beruntung semua bahan yang dibutuhkan Gadis sudah tersedia di sana.
"Oke, semua bahan sudah lengkap. Ayo mulai masak!" ucap Gadis dengan riang menatap semua bahan yang sudah ia kumpulkan.
"Anggap saja ini rasa terimakasihku untuk hari ini Zack. Karena, kau sudah menolongku dari ancaman Rachel." celoteh Gadis lagi sendirian.
Bagaimanapun juga pertolongan Zack pagi tadi memang sangat berkesan untuk Gadis. Kalau tidak ada Zack yang membantu mengobati lukanya, dan membelikan baju untuknya, entahlah apa yang akan terjadi pada diri Gadis?
•••
__ADS_1
Sudah sekitar setengah jam Gadis sibuk memasak di dapur, sepertinya wanita cantik itu tidak mendengar derap langkah Zack yang sudah sampai di apartemen.
Wajar saja kalau Gadis tidak mengetahui kepulangan Zack, karena letak dapur sengaja dibuat outdoor agar pertukaran udara lebih bergerak bebas.
Kedua bola mata Zack sudah mencari Gadis sejak ia memasuki apartemen. Sebenarnya ada perasaan kesal dalam hati Zack, karena ia ingin sekali Gadis bertindak manis dengan menyambut kepulangannya, layaknya istri pada umumnya.
Zack sudah mencari Gadis di kamarnya, namun tidak ada. Kini langkah kaki Zack menyusur ke ruang tengah, Gadis tetap tidak ada di sana.
"Apa mungkin dia tidak pulang?" batin Zack mengatakan demikian.
"Atau dia sedang asyik jalan dengan Mike sepulang kantor?" otak Zack semakin membayangkan yang tidak-tidak.
"Hmmmm..." bisik Zack menikmati aroma masakan yang bersumber dari dapur.
Langkah kaki Zack semakin menyusur ke sumber aroma tersebut, lalu seutas senyum merekah dari bibir Zack. Namun, senyuman itu hanya sesaat saja. Bahkan belum sempat Gadis lihat senyuman manis dari bibir Zack.
Hati kecil Zack mengatakan demikian, ia berusaha untuk mengingat kembali niat awal ia pulang hanya untuk melampiaskan amarahnya pada Gadis, akibat sikap Mike yang sok manis di depan Gadis.
"Hey Zack! Kau sudah pulang." pekik Gadis merasa terkejut akan kedatangan Zack.
Sementara Zack masih berdiri kokoh di pintu dapur.
"Aku sedang membuat tempura udang, semoga kau suka." ucap Gadis yang masih sibuk menyiapkan saus, tanpa memandang ke arah Zack.
Zack berjalan semakin mendekat ke arah Gadis, posisinya kini sudah berada tepat di belakang tubuh Gadis. Bahkan pria itu sudah memeluk Gadis sangat erat.
"Jangan bercanda Zack, aku sedang masak." kilah Gadis yang merasa risih akan tindakan Zack.
Zack masih tidak mempedulikan ucapan Gadis, lalu tangan Zack justru bergerak mematikan kompor.
__ADS_1
"Kenapa dimatikan kompornya?" tanya Gadis yang masih dalam posisi membelakangi Zack.
"Aku ingin memelukmu erat." bisik Zack mengeratkan pelukannya di bahu Gadis. Pria tampan itu bergelayut manja di ceruk leher Gadis.
Ternyata, tugas menjadi istri seorang Zack semakin tidak mudah. Buktinya Gadis sekarang sedang terperangkap dalam posisi ketakutan akan sikap agresif Zack, dan sepertinya Gadis masih belum terbiasa.
"Jauh lebih erat dari pelukan Mike tadi siang." tandas Zack dengan nada bicara sedikit mengancam.
"Mike hanya menolongku saja, tidak ada maksud lain." Gadis berusaha menjelaskan kejadian sesungguhnya.
"Apapun alasannya, malam ini kau akan aku hukum." ucap Zack santai dengan melepaskan pelukannya dari tubuh Gadis.
Gadis sempat tertegun akan ucapan Zack yang mengatakan akan menghukum dirinya.
Hukuman apa?
Apa salahku?
Dasar pria aneh! Arogan.
Tak hentinya batin Gadis memaki Zack habis-habisan.
"Lanjutkan masaknya! Aku lapar." titah Zack sambil berlalu dari dapur, meninggalkan Gadis sendirian di sana.
Axelio Kevin Zack, aku benci kamu.
Batin Gadis semakin kesal akan sikap Zack yang seenaknya, lalu ia kembali melanjutkan aktivitas masak yang sempat terhenti akibat ulah usil Zack.
•••
__ADS_1