Hanya Istri Kontrak Tuan Zack

Hanya Istri Kontrak Tuan Zack
Rambut kuncir kuda


__ADS_3

Seperti biasanya, sekitar pukul tujuh pagi Gadis sedang bersiap untuk berangkat ke kantor. Wanita itu masih sibuk merias wajahnya dengan sapuan make up tipis.


Gadis terlihat rapi dalam balutan rok hitam selutut dengan paduan blazer warna hijau olive. Tubuh rampingnya sangat pas mengenakan inner berbahan kaos warna hitam. Gantungan id card di leher semakin menjadi pemanis penampilan Gadis.


Kedua tangan Gadis sibuk mengikat rambut panjangnya. Hari ini Gadis lebih memilih gaya rambut kuncir kuda, karena Gadis tidak mau terlalu ribet saat bekerja.


Apalagi hari ini adalah hari yang cukup menguras tenaga, Gadis harus pergi kesana-sini untuk memulai dari awal lagi perihal syuting.


Tok... Tok...


Tiba-tiba terdengar ketukan dari pintu kamar Gadis. Siapa lagi kalau bukan Zack, karena di apartemen ini hanya ada Gadis dengan Zack saja.


Tidak ada asisten rumah tangga untuk membantu bersih bersih. Kalaupun Zack ingin membersihkan apartemen, ia hanya menggunakan jasa officeboy dari kantor DZ.


"Sebentar." sahut Gadis dari dalam kamar sambil terus melanjutkan aktivitas mengikat rambut.


Langkah kaki Gadis sedikit tergesa-gesa saat menuju pintu kamar, karena Gadis tahu persis sikap Zack yang sangat menyeramkan jika harus menunggu lama di depan pintu.


"Ada apa?" tanya Gadis setelah berhasil membuka pintu kamar.

__ADS_1


Sementara Zack masih terperangah akan penampilan Gadis. Karena, baru kali ini Zack melihat Gadis dengan rambut diikat kuncir kuda.


Apalagi pakaian yang dikenakan Gadis terlihat sangat pas. Walaupun di bagian alas kaki belum mengenakan apapun, sama sekali tidak mengurangi pesona Gadis di mata Zack.


"Ikut aku." sahut Zack sambil menarik pergelangan tangan Gadis.


"Kemana?" tanya Gadis yang masih bingung dengan sikap Zack.


"Bisa tidak sih gak perlu bawel?" ujar Zack yang selalu benci dengan penolakkan.


"Bukan begitu Zack, aku harus berangkat kerja. Kalau aku telat bisa bisa namaku hilang di DZ." ungkap Gadis yang mengkhawatirkan tanggung jawabnya sebagai karyawan.


"Kamu lupa kalau aku pemilik DZ." ungkap Zack dengan sedikit senyuman smirk khas seorang Zack.


Bagi Gadis nama Zack sama sekali tidak akan memberi kontribusi apapun dalam kehidupannya, mengingat pernikahan yang akan Gadis jalin dengan Zack hanyalah pernikahan palsu untuk keluarga Victor.


Zack hanya menatap Gadis dengan tatapan sedikit mengancam, sirat matanya seolah mengatakan tak perlu banyak bicara lagi.


"Tunggu dulu! Aku belum pakai sepatu." jerit Gadis dengan melepaskan tangan Zack. Kemudian Gadis bergegas masuk ke kamar lagi.

__ADS_1


"Empat, tiga, dua, sa..." belum selesai Zack menghitung di angka satu, Gadis sudah berdiri lagi di depan pintu kamar. Entahlah, pria itu menjadi semakin hobi menggoda Gadis.


"Aku belum kalah Zack!" pekik Gadis dengan sombongnya.


Harus Zack akui kalau Gadis memang sangat gesit, wajar saja kalau skill dan kemampuan Gadis mampu diterima oleh DZ.


"Kalau dalam hitungan terakhir kau tidak muncul, aku pastikan akan menyusul ke kamarmu." seringai licik Zack kembali terbit.


"Gak usah banyak omong, ayo pergi!" gadis yang lucu memang Gadis ini, kalimatnya sering datang tak terduga. Kadang Gadis takut pada Zack, kadang juga berani tak sopan.


Melihat Zack yang masih berdiri di depan pintu kamar membuat Gadis berbalik arah.


"Maaf Zack aku lupa, harusnya kita tidak jalan bersamaan. Kalau dunia tahu bisa repot nantinya." akhirnya Gadis menyadari alasan Zack yang tidak langsung mengikuti langkahnya.


"Gadis pintar, aku tunggu di basement." sahut Zack sambil mencubit hidung Gadis.


Selang lima menit kepergian Zack, Gadis baru mulai pergi menyusul keberadaan Zack di parkiran bawah tanah.


•••

__ADS_1


Kira-kira Gadis dibawa kemana ya?


Wkkwkk


__ADS_2