
Semoga kalian suka ceritanya.
Selesai baca, jejak jempolnya ya... 😁
•••
Baru saja Gadis melangkah pergi dari pandangan Bryan, tiba-tiba mobil merah metalik terparkir di tepi jalan rumah Bryan. Seorang wanita cantik berambut panjang curly turun dari mobil. Kalau dari bentuk tubuh, sepertinya Gadis mengenali wanita tersebut.
"Friska." gumam Gadis sendirian, langkah Gadis tiba-tiba terhenti saat melihat Friska turun dari mobil. Posisi berdiri Gadis lebih dekat dengan Friska, sementara Bryan berada di belakang Gadis sekitar tiga meter.
Apa mungkin wanita yang dijodohkan dengan Bryan adalah Friska?
Batin Gadis bertanya-tanya ke arah sana. Kemudian Friska dengan santai melenggangkan langkahnya mendekat ke arah Bryan. Sampai sampai Friska tidak mempedulikan keberadaan Gadis di sana, dia seenaknya melewati Gadis begitu saja.
"Hai Bryan." sapa Friska setelah berhasil mendekat ke arah Bryan.
Naluri Gadis masih ingin memastikan kalau Friska adalah wanita yang akan dijodohkan dengan Bryan. Akhirnya, Gadis membalikkan tubuhnya kembali untuk melihat kedekatan Friska dengan Bryan.
"Kamu kenapa Yan?" tanya Friska setelah sapaannya tidak Bryan pedulikan. Karena, tatapan Bryan masih tertuju kepada Gadis.
"Bryan! Kenapa sih? Aku ini calon istrimu, masa dicuekin." mendengar Friska menyebutkan dua kata calon istri membuat jantung Gadis seperti tertusuk duri.
__ADS_1
Tuhan...
Ternyata benar, Friska adalah calon istri Bryan.
Hati Gadis berkata-kata. Rasanya, untuk bernafas saja sangat sesak. Hidung Gadis mulai memerah akibat sulit menahan tangis setelah mendengar pengakuan Friska barusan.
"Gadis!" panggil Bryan setengah berlari ke arah Gadis. Bryan dapat melihat kedua bola mata Gadis yang mulai berkaca-kaca. Walau Gadis tidak berbicara sepatah katapun, batin Bryan masih dapat merasakan kalau cinta Gadis masih ada untuknya.
"Aku bisa jelasin semua ini Dis!" jerit Bryan yang berhasil menarik lengan Gadis. Ingin sekali tangan Bryan Gadis tepiskan. Namun, tenaga Gadis tidak cukup mampu mengimbangi kekuatan tangan Bryan.
"Tidak perlu kamu jelaskan lagi Yan. Bahkan aku sangat mengerti kalau cintamu hanya untuk aku. Hanya saja, takdir yang tak berpihak pada kita." ucap Gadis dengan nada bicara tergetar menahan air mata.
"Cintai dia Yan, bahagialah bersamanya." bisik Gadis di tengah pelukan. Namun, isak tangis Bryan justru semakin pecah.
"Tidak mungkin aku bisa mencintai wanita lain." ternyata, hati Bryan masih mengelak akan perjodohan itu.
"Dia pantas denganmu Yan." bisik Gadis lagi sambil melepaskan pelukan Bryan. Akhirnya, taxi online yang dipesan oleh Gadis sudah datang.
"Aku pergi. Selamat tinggal Bryan." ucapan perpisahan itu terasa sangat menyakitkan bagi Bryan dan Gadis.
Dua tahun kebersamaan mereka harus berakhir menyakitkan seperti ini. Dulu, mereka pernah bermimpi hidup bersama sampai masa tua nanti. Bahkan, sampai maut memisahkan. Kini, semuanya harus berakhir.
__ADS_1
Tangan Bryan masih tidak ingin melepaskan jemari Gadis. Pria itu justru semakin menggenggam erat jemari Gadis, mengecup kening Gadis cukup lama, teriring derai air mata.
"Aku masih mencintaimu Gadisha Kharisma." bisik Bryan mengakhiri ciuman terakhir untuk Gadis.
"Iya Bryan. Aku bisa merasakan itu, bye." akhirnya, Gadis mampu melepaskan tangan Bryan. Kemudian Gadis masuk ke dalam taxi, meninggalkan Bryan mematung dengan derai air mata.
•••
Bryan masih menatap kepergian Gadis. Sampai mobil itu menghilang, Bryan masih mematung di tepi jalan.
"Lupakan dia Yan." tiba-tiba kalimat itu terdengar di telinga Bryan. Rupanya Friska sudah menyaksikan drama perpisahan sepasang kekasih yang masih saling mencintai.
"Sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa menempati ruang Gadis di hatiku." tegas Bryan sambil menepiskan tangan Friska dari pundaknya.
"Mungkin untuk saat ini aku belum punya ruang di hatimu. Tapi, aku yakin suatu saat nanti aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku Bryan." ujar Friska penuh rasa percaya diri.
"Sebelum aku jatuh cinta padamu, akan aku buat kau menyesal dengan semua rencana gila ayahku." ancam Bryan di hadapan Friska.
Kemudian Bryan pergi meninggalkan Friska begitu saja. Beruntung, David tidak ada di sana. Pria paruh baya itu sedikit takut kalau Gadis akan menceritakan semua perbuatannya pada Bryan.
•••
__ADS_1