
;200 miliyar untuk semalam; (ucap seorang wanita paruh baya suaranya terdengar lantang)
ia baru saja menyabutkan harga yang harus dibayar oleh seseorang pria hidung belang yang akan membeli kesucian putrinya
Bu Farah baru saja akan menjual putri bungsunya kepada seorang pria bernama tuan din seorang pria kaya raya yang sudah cukup tua berwajah menyeramkan bertubuh gendut dan kapala dipenuhi uban. bahkan usianya jauh diatas usia bu farah.
sebenarnya bu Farah memiliki dua anak gadis. ia itu Raisha dan Raihana. namun ia memilih menjual raisha meskipun Raihana memiliki wajah yang jauh lebih cantik. alasan utamanya kerana raisha adalah anak tiri. selain itu Raisha tidak memiliki masa depan cerah. ia hanya berkarja disebuah katering milik tetangga mereka dengan gaji tak seberapa sedangkan Raihana saat ini sedang merintis karier sebuah perusahan besar dengan posisi sebagai sekretaris dan baru satu bulan berkarja.
dengan semua pertimbangan itu. tentu saja bu farah tidak akan rela mengorbankan Raihana yang merupakan anak kandungnya sendiri. apa lagi kepada seorang pria tua bengka seperti tuan din.
;tidak masalah.tapi aku akan memberikan uangnya setelah membuktikan sendiri bahwa gadis itu memang masih tersegel; (balas lalaki tua enting itu)
;tidak bisa begitu. tuan!.bagaimana kalau anda membohongi saya dan langsung pergi setelah dilayani?;
bagaimana pun juga bu Farah harus waspada meskipun pria di hadapannya itu terlihat berkuasa dan memiliki banyak uang..
;perlu kamu tahu 200 juta itu hanya recehan bagiku dan hanya seharga satu sepatuku;(pria itu berbicara dengan sikap sombong dan Arogan) kalau malam ini layanannya memuaskan.jangankan 200 juta satu miliyar pun akan ku berikan.tapi kalau ternyata kamu berbohong dan gadis itu sudah tidak perawan lagi.jangan harap aku akan berikan satu sen pun..
manik hitam bu Farah membulat sempurna mendengar angka yang disebut tuan din. satu miliyar? dalam mimpi pun wanita itu tak pernah membayangkan akan memiliki uang sebanyak itu...
;ma-maafkan saya.tua saya tidak bermaksud untuk menyinggung anda tadi.kalau begitu baiklah. saya setujuh!;
sejenak perhatian lalaki tua itu
tertujuh pada seorang gadis muda kira kira
berusia 20 tahunan yang tengah terisak isak di sudut ruangan.terlihat sengat ketakutan.berapa kali mencuba memberontak untuk melarikan diri. namun tenaganya kalah dengan dua pengawal yang sedang memagangi lengannya...
;bawa gadis itu ke mobil!;
(perintahnya kepada dua orang pengawal)
;baik tuan;
;tuan din sudah berjalan lebih dulu meninggalkan tempat itu.semantara dua pengawalnya handak menyeret sang gadis keluar.namun. ia kembali memberontak dan menangis sejadi jadinya memohon balas kasih kepada ibu tirinya yang hanya menatapnya tanpa berdosa..
;Bu tolong jangan seperti ini.kita bisa mencari uang dengan cara lain tanpa jual diri!;
;sudah diam.Raisha! hanya ini satu satunya cara untuk membayar hutang hutang kita! sekarang kamu harus ikut dengan tuan itu dan layani dia dengan baik malam ini!;
__ADS_1
;ibu benar, Raisha. lagi pula hanya malam ini saja kamu melayani tuan tadi, tidak seterusnya!; (tambah Raihana yang sedang berdiri disemping ibunya)
Raisha menggiling dengan cepat sembil memberontak dari cengkeraman dari dua pengawal tuan din,..
;aku akan berkarja lebih keras untuk melunasi hutang yang ditinggalkan ayah. bu! tapi tolong jangan jual aku;
;kerja? memang berapa gaji kamu? sedar, Raisha, kamu berkerja seumur hidup pun tidak akan bisa melunasi hutang hutang ayah mu yang banyak itu!;
bola mata Raisha melelehkan cairan bening. tak pernah terbayangkan sebalumnya bahwa ibu dan kakak tirinya akan tega melakukan semua ini...
;sudahlah, Raisha. Ayo cepat ikut dengan tuan itu atau dia akan marah;
dua orang pengawal itu Segara menarik lengan Raisha keluar rumah di depan sudah terparkir dua mobil. tuan din naik kesalah satu mobil, sedangkan Raisha digiring ke mobil satunya. Raisha bahkan tidak tahu kemana orang orang ini akan membawanya.
tak berselang lama mereka sudah tiba disebuah gedung apartemen mewah. mobil berhenti di basement yang merupakan tempat khusus parkir.. Raisha pun ditarik paksa keluar dari mobil menujuh sebuah lift khusus yang akan membawa mereka menujuh lantai teratas gedung mewah itu...
Raisha terus memberontak, menjerit dan berteriak meminta tolong.namun tak ada seorang pun yang mendengarnya.
:ayo masuk dan lalukan tugas mu dengan sebaik-baiknya! tuan rayzel akan Segara datang;(ucap seorang pengawal)
Raisha masih berusaha memohon belas kasih dengan mengatupkan tangan di depan dada..; tolong lepaskan saya tuan. saya bukan wanita penghibur. ibu tiri saya yang sudah menjual saya seenaknya;
Raisha di dorong dengan kasar
memasuki kamar luas nan mewah yang dilangkapi berbagai fasilitas itu. tubuhnya nyaris jatuh membentur lantai beruntung ia masih memiliki keseimbangan yang baik dan langsung berpegangan pada meja disudut ruangan...
;selamat datang. tuan!;(ucap salah satu pengawal kepada seseorang yang baru datang)
;Hemm.;
;ini gadis yang akan melayani anda malam ini;
pria itu hanya menatap seorang gadis yang sedang berdiri membelakanginya.
;anda butuh sesuatu yang lain. tuan;
(tanya sang pengawal)
;tidak kelian boleh pergi. Tapi ingat, jaga rahsia!;
__ADS_1
;baik tuan;
pintu akhirnya tertutup dan menyisakan mereka berdua. tuan rayzel kembali melirik gadis dihadapannya dari hujung kaki ke hujung kepala tubuhnya mungil, rambutnya penjang hitam, dan berkilau.
;Hey, kamu;
Raisha tersentak.kedua alisnya saling bertaut. entah mengapa ia merasa suara tuan din agak berubah. yang menjemputnya tadi terdengar serak dan berat. yang sekarang terdengar sedikit bening dan lembut. penasaran namun Raisha. sama sekali tidak berani menoleh.
;I-iya, tuan;
;mandilah dulu dan bersih kan tubuh mu sebersih mungkin. aku tidak mau kamu dalam keadaan kotor!;
Laki laki itu membuka jas dan melemparkan tepat disebelah Raisha..
;ba-baik, tuan;
;oh ya, potong kukumu juga. aku tidak mau kamu mencakarku;
banyak sekali keinginan pria tua itu. tetapi Raisha tidak dapat melawan atau membentah. kerana hidup dan matinya ada ditangan tuan rayzel.
tanpa berani menoleh. Raisha berjalan menujuh kamar mandi disana sudah tersedia peralatan mandi yang Langkap. sepertinya tuan rayzel memang sudah mempersiapkan sebalumnya. Raisha pun menghabiskan waktu cukup lama untuk membersihkan tubuhnya. kuku tangannya ia potong hingga tak cukup lagi mencakar sepanjang membersihkan tubuhnya tak hanti hentinya Raisha menangis meratapi kehidupannya yang malang.
sejak kecil ia hidup tekanan. tak hanya di jadikan pelayan oleh ibu dan kakak tirinya dirumah. ia juga kadang dipukul jika melakukan kesalahan sedikit saja. lebih parahnya lagi. Raisha harus menyetor gajinya tiap bulan kepada sang ibu kadang ia hanya disisakan beberapa untuk keperluan sendiri.
tiba tiba...
;kenapa kamu lama sekali di dalam;
lamunan Raisha membuyar. ia terlonjak saat mendengar suara panggilan diiringi ketukan pintu yang cukup keras. buru buru wanita itu. menyeka air mata dan menghakhiri ritual mandinya. lantas keluar dari kamar mandi setelah membalut tubuhnya dengan jubah mandi.
;maaf tuan, anda bilang tubuh saya harus benar-benar bersih.;
;tapi aku tidak meminta mu mandi selama berjam jam. kan? setiap detik waktu ku sengat berharga dan sekarang ku habiskan hanya untuk menunggu wanita seperti mu mandi.;
;maaf... saya benar benar minta maaf.;
untuk pertama kalinya Raisha memberanikan diri mengangkat kepala untuk menatap pria tua itu. namun sekatika, sekatika sepasang bola matanya membeliak. bagaimana tidak. pria di hadapannya sekarang bukanlah pria tua bangka yang tadi datang menjemputnya. melainkan sosok pria muda. tampan nyaris sempurna. hidungnya mancung alis tebal dan sorot mata tajam. tubuhnya yang jangkung nan atletis menyatuh sempurna dalam belutan kulit putih bersih..
;bukannya tuan. yang membeliku tadi sudah sengat tua. gendut dan menyaramkan;
__ADS_1