Hanya Satu Malam

Hanya Satu Malam
bab 8


__ADS_3

;;kalau untuk saat ini mami aku lagi sibuk-sibuknya mah..ada kerja sama baru dengan perusahaan asing;;


;;kalau begitu kasih ke mama nombor disana yang bisa dihubungi nanti biar mama yang bicara dengan mami kamu;; permintaan mama vina membuat Raihana Kalang kebut ia mengasah otak demi mencari alasan yang paling masuk akal untuk diberikan ke mama vina...


;;mami sulit dihubungi beberapa hari ini mah aku saja sudah beberapa hari tidak komunikasi;;(Raihana mencuba menyembunyikan rasa gugupnya dengan senyum);;tapi nanti aku akan bicara dengan mami dan minta untuk meluangkan waktu;;


;;harus begitu Raihana masa hari penting anaknya tidak datang;;


Raihana hanya mengulas senyum sembil meraba punggung lehernya..


;;oh ya mah sore ini kita jadi fitting gaun kan;;mengalihkan membicaraan mungkin adalah jalan terbaik untuk memutuskan membicaraan tentang mami palsu yang tinggal didunia lain..


;; jadi dong mama kesini sekalian mau mengingatkan kamu dan Rayzel jangan lupa nanti sore datang ke butik;;


;;iya mah;;


****


****


Raihana bisa bernafas lega setelah mama vina meninggalkan gedung kantor tadinya mama vina ingin bertemu dengan Rayzel sekalian tetapi ternyata Rayzel sedang berada di ruang rapat tidak bisa diganggu...


Raihana menghempas tubuhnya ke kursi saat ini pikirannya dipenuhi dengan mami palsunya sepertinya mama vina benar-benar ingin agar calon besannya datang ke acara pertunangan itu...


hampir satu jam Raihana duduk dalam kebimbangan hingga Rayzel terlihat berjalan menujuh ruangannya Raihana langsung berdiri dan mengikuti langkah laki-laki itu..


;;Ray tadi mama kesini;;(ucap Raihana)


;;Hemm;; seperti biasa Rayzel selalu bersikap acuh tak acuh padahal Raihana adalah calon istrinya sudah seharusnya Rayzel memperlakukannya dengan lebih lembut tetapi yang terjadi justru sebaliknya Raihana kadang dibuat kesal kerana sikap Rayzel ini..


;;mama bilang sore ini kita harus ke butik buat fitting pakaian untuk acara pertunangan nanti;;


Rayzel duduk di kursi tanpa mengindahkan ucapan Raihana ;;kamu sajalah yang kesana;;


;;tapi Ray mama minta kita berdua kesana lagi pula apa susahnya sih kamu meluangkan sedikit waktu;; ucap Raihana yang terkesan mendesak membuat Rayzel menghunus tetapan tajam tetapan yang membuat Raihana bungkam sekatika


;;kamu baru akan jadi tunangku bukan isteriku jadi jangan suka mengaturku kerana aku tidak suka;;


tergugu Raihana kehilangan kata nyalinya menciut saat itu juga..;;baiklah tidak apa-apa maaf kalau aku terkesan memaksa;;


;; sekarang keluar aku sedang tidak mau diganggu;;(perintah Rayzel)


;;Tapi Ray;;


;;apa harus aku ingatkan kalau dikantor status kamu hanya seorang sekretaris tidak lebih;;


Kekesalan merasuk semakin dalam ke hati Raihana untuk saat ini ia memang bukan siapa-siapa bagi Rayzel tapi lihat saja nanti kalau sudah menikah dia akan membuat Rayzel tunduk sepenuhnya...


tanpa banyak kata Raihana langsung keluar dari ruangan Rayzel dengan hati menggerutu ia beranjak menujuh lantai teratas gedung pencakar langit itu untuk mendinginkan hatinya yang membara sudah panik kerana keinginan mama vina yang ingin mami khayalan datang kini ia harus dibuat kesal dengan sikap Rayzel...


Raihana mengeluarkan ponsel dan menghubungi ibunya kerana tak kunjung dijawab Raihana mencuba berulang-ulang sampai panggilan tersambung...


;;ada apa Raihana tumben kamu telefon ibu diwaktu kerja;;(sahut bu Farah)


;;bu ini gawat;;


;;gawat apanya;;


;;mama vina minta orang tua ku datang kepertunangan aku sama Rayzel aku harus bagaimana sekarang?;;


sontak saja ucapan Raihana membuat bu Farah ikut panik ini semua salah Raihana yang mengaku anak orang kaya yang akhirnya membuat repot diri sendiri..;;kamu juga sih kenapa harus pura-pura segala jadi anak orang kaya kalau begini kan kamu sendiri yang susah;;


;;ya mau bagaimana lagi bu kalau mama vina tahu status aku yang hanya anak pembantu mana mau dia jodohin Rayzel sama aku ibu tahu sendiri kan;;


;;iya iya jadi mau apa kamu sekarang;;


;;ibu cariin solusi kek aku lagi pusing ini bu;;


;;bilang saja orang tua kamu sedang sibuk;;


;; sudah bu tapi mama vina tidak mau tahu malah minta nombor telefon orang tuaku;;


terdengar hela nafas panjang ditelefon keduanya terdiam selama beberapa saat hingga akhirnya bu Farah menamukan sebuah ide gila untuk menyelamatkan putrinya...


;;kalau sudah tidak ada jalan lain kamu sewa orang saja untuk pura-pura jadi mami kamu;;


;; maksudnya gimana bu;;


;;ibu punya teman kamu bisa sewa dia untuk pura-pura jadi mami kamu diacara pertunangan nanti;;


Raihana terdiam sebentar sembil menimbang ucapan ibunya sepertinya ucapan bu Farah masuk akal...;;tapi teman ibu itu tidak akan buat aku malu kan;;


;; tenang saja Raihana teman ibu ini bisa diandalkan kamu tinggal kasih dia pakaian yang bagus dandan yang cantik kaya ibu-ibu sosialita;;


senyum mengembang sempurna di bibir Raihana perlahan rasa takut dan khawatir yang dirasakannya menghilang ibunya itu memang pintar kalau mengelabui lawan...


*****


*****


sore harinya


Raihana kembali merasakan kekecewaan Rayzel benar-benar tidak datang ke butik untuk melakukan fitting pakaian sehingga di butik Raihana harus menanggung malu menjadi tontonan beberapa karyawan kerana datang seorang diri tanpa calon suaminya...


Rayzel hanya berpesan agar karyawan butik menghantarkan setelan tuxedo tersebut ke apartemen pribadinya namun Raihana memutuskan untuk membawanya sendiri...


saat ini Raihana berada didalam lift khusus yang akan menghantarkannya ke lantai paling atas gedung apartemen mewah itu sejak masuk ia tak henti-hentinya mengagumi kemewahan yang memanjakan mata unit biasa di apartemen itu saja sengat mewah apa lagi milik Rayzel yang merupakan penthouse...


Raihana sudah membayangkan betapa menyenangkan kehidupannya nanti setelah menikah dengan Rayzel semua orang akan tunduk dan hormat kepadanya ia tak perlu lagi berkerja kerana tinggal menunggu transferan dari suami selain itu Rayzel pasti akan memberinya kartun belanja tanpa batas Alias blackcard...


;;aku bisa beli mobil mewah tinggal di rumah Spek istana jalan-jalan keliling Eropah atau perawatan kecantikan yang mahal di salon tanpa harus ngutang Ah selamat tinggal kemiskinan;;


pintu lift akhirnya terbuka Raihana melenggang menujuh pintu satu-satunya yang ada disana dan menekan bel berulang-ulang hingga beberapa minit pintu akhirnya terbuka dan memunculkan sosok Rayzel yang hanya menggunakan handuk putih terlilit dipinggang sepertinya ia baru saja selesai mandi...


Raihana terpaku ditempat memandangi setiap Pahatan sempurna ditubuh Rayzel yang atletis nan menggoda Raihana hanyut dalam aroma seger yang menguar dari tubuh laki-laki itu...

__ADS_1


;;kenapa kamu yang datang;; kalimat sarkas itu menjadi sambutan pertama bagi Raihana bahkan Rayzel balum sempat mempersilakan untuk masuk...


;; karyawan butiknya sibuk jadi aku yang bawakan pakaian kamu kebatulan aku lewat sekitar sini;;


tanpa dipersilakan Raihana langsung nyelonong masuk ia harus kembali terpukau dengan kemewahan penthouse super mewah milik Rayzel ada fasilitas lengkap didalamnya benar-benar hunian sultan dan sepertinya Rayzel sedang sendirian disana...


;;oh gantung saja disana;; Rayzel menunjuk kesudut ruangan dimana terdapat gantungan pakaian.;;aku akan cuba nanti;;


;;oke tidak masalah;;


Raihana berjalan ke sudut ruangan menggantung setelan tuxedo tersebut sejenak ia melirik Rayzel yang sedang menuang minum ke dalam gelas punggung tegak laki-laki itu benar-benar menggoda Raihana pikir harus bisa memanfaatkan keadaan ini dengan baik untuk membuat Rayzel terikat dengannya..


jika Raisha saja kampungan dan jelek bisa membuat Rayzel tergoda sampai hamil apa lagi dirinya jauh lebih cantik modern dan menggoda apa lagi saat ini Raihana hanya menggunakan mini skirt dan dalam tanktop dibalik blazel yang memperlihatkan belahan dadanya yang menantang...


;;kucing mana yang menolak diberi ikan;;(begitu pikir Raihana dengan Rayzel)


perlahan Raihana mendekati Rayzel yang berdiri dalam posisi membelakanginya membuka blazer hingga bagian dadahnya terbuka lalu melingkarkan tangannya ke tubuh Rayzel sengat erat hingga bagian dadahnya menempel sempurna ke punggung tegap laki-laki itu..


Rayzel bereaksi cepat hendak melapas tangan Raihana namun semakin erat pelukan itu..


;; jangan lepas Ray... apa kamu tahu kalau aku sengat mencintai kamu;; ia bersuara lirih sengaja sedikit mendesah dengan maksud menggoda...


;;lepas Raihana;;


bukannya melapas Raihana malah menciumi punggung polos Rayzel mengeratkan kedua tangannya hingga tubuh mereka benar-benar menyetuh..


;;kamu kenapa sih selalu cuek sama aku aku kurang apa Ray aku wanita yang cantik modern dan cerdas aku sengat layak sama kamu;;


jika Raihana berpikir Rayzel akan tergoda dengan kemolekan tubuhnya maka salah besar kerana Rayzel malah bersikap biasa-biasa saja soal tak ada hasrat dalam dirinya tak ada rasa gejolak seperti saat bersama Raisha beberapa bulan lalu...


;;lepas;; Rayzel melapas tangan Raihana dengan kesar Raihana balum mau menyerahkan ia berpindah tepat dihadapan Rayzel belahan dadanya kini lebih terlihat jelas kerana sengaja menurunkan tanktopnya..


;;lihat aku sekali ini saja Ray buka hati mu untuk aku aku yakin kamu bisa menarima aku seperti aku menarima kamu;;


Rayzel menyeringai yang sialnya malah terlihat menyeramkan dimata Raihana kepercayaan diri wanita itu perlahan luntur diluluh lantarkan oleh sikap dingin Rayzel...


;;ingat satu hal Raihana aku bersadia bertunang dengan kamu bukan kerana aku menyukai kamu rapi demi ingin memanuhi keinginan mama jadi jangan berharap lebih dariku;;


detik itu juga pipi Raihana yang merona berubah menjadi pusat pasih Rayzel mendorongnya hingga memberi jarak bagi keduanya...;; sekarang keluar dari sini aku ingin istirahat!;;


sepasang bola mata Raihana tergenang cairan bening untuk kesekian kali ia harus memandam rasa kecewan seperti harus menggunakan cara lain untuk menaklukkan Rayzel.. kemolekan tubuh dan cantik wajahnya bahkan tidak bisa menggoyahkan Rayzel... ternyata ikan satu ini tidak tertarik dengan ikan salmon...


*****


sisi lain Raisha sedang duduk seorang diri di dalam sebuah masjid sudah beberapa hari ini ia tidur di masjid kerana balum dapat hunian baru beberapa tempat yang ia datangi cukup mahal sedangkan uang yang tersisa balum cukup Raisha juga balum berani kasbon di tempat kerja yang baru kerana baru beberapa hari berkerja..


Raisha membelai perutnya sedari tadi bayi didalam sana terus bergerak namun kali ini Raisha merasa sedikit aneh jika biasanya ia merasa bahagia dan tenang saat merasakan gerakan bayinya kini Rasanya berbeda entah mengapa ada rasa sakit dihati yang tidak tahu berasal dari mana...


jika sedih balum mendapatkan tempat tinggal sepertinya bukan hidup seperti sekarang jauh lebih baik dari pada saat tinggal bersama Raihana dan ibunya dimana ia sering dipukuli atau dianggap sampah...


tiba-tiba saja air mata berderai tanpa dapat ditahan dalam hitungan detik Raisha sudah terisak-isak hati kecilnya berkata bahawa kesedihan sekarang adalah bawaan bayi dalam kandungannya apa lagi pikiran Raisha tiba-tiba tertujuh pada Rayzel konon katanya bayi dalam kandungan memiliki ikatan batin yang kuat dengan ayah biologisnya..


;;kamu kenapa sayang. kamu sedih ya;; ia kembali membelai perut tangannya bergerak mengikuti gerakan gerakan bayi mungil itu...


*****


;;nak kamu sebenarnya siapa dan mau kemana sudah beberapa hari ini ibu lihat kamu tidur di sini;; suara seorang wanita mengagetkan Raisha yang sedang menyapu didalam masjid..


;;maaf bu nama saya Raisha saya nginap disini kerana sudah beberapa hari cari kontrakan tapi balum juga dapat yang murah;;


sejenak wanita berusia kira-kira 47 tahunan itu memandangi Raisha dari hujung kaki ke hujung kepala ia memperhatikan perut buncit Raisha yang tertutup mukena..


;;kamu sedang hamil;;


Raisha mengangguk ragu


;; suami kamu dimana;;


kali ini Raisha bungkam tak tahu Harus jawab apa jika ia berbicara jujur dan mengatakan tidak memiliki suami kerana hamil diluar nikah mungkin ia akan diusir dan tidak diizinkan menginap disana...


;;saya..;; Raisha menunduk demi menyembunyikan air mata yang menggenangi bola matanya dan wanita itu sepertinya dapat melihat kesedihan yang tersembunyi...


;; tidak apa-apa Raisha kalau kamu tidak keberatan saya ada kontrakan yang masih kosong kamu bisa tinggal disana kalau kamu mau;;


;; tapi sewanya berapa ya bu;;


;; tidak usah kamu pikirkan masalah sewanya kebatulan rumah itu memang sudah beberapa bulan kosong kerana penyewa lama pulang kampung dari pada kosong dan banyak debu kan lebih baik kamu tinggal disana;;


;; terima kasih bu maaf akan merepotkan ibu;;


;; tidak apa-apa ayo ikut ibu;;


Hati Raisha dipenuhi rasa Shukur bertemu dengan seorang wanita baik yang mau memberi tumpangan.. lokasi rumah bu Rini tidak begitu jauh dari masjid hanya berjalan kaki mereka sudah tiba. rumah kontrakan itu cukup sempit berada tepat di sebelah rumah bu Rini..


;;rumahnya agak berdebu kerana lama kosong kamu bisa bersihkan. air dan listrik jalan kok;;


;;baik bu sekali lagi terima kasih;;


Raisha memandangi rumah itu. baginya hunian ini cukup layak untuknya setelah kepergian bu Rini. Ia mulai membersihkan debu dan sampah yang berserakan hingga tak terasa sore berganti malam..


Raisha terkulai lemas di atas kasur busa cukup melelahkan memberikan rumah berkurusan kecil itu bagi wanita besar sepertinya..


Raisha terdiam sebentar sembil memandangi Rumah itu menyedihkan memang. ia hidup dalam kemiskinan sementara ayah dari anak yang dikandungnya memilik kekayaan tak terhitung..


******


beberapa hari kemudian


hari pertunangan Rayzel dan Raihana tiba.


hotel tempat digelarnya acara sudah tampak ramai oleh temu..


Rayzel berada di tangga ruangan sedang berbicara dengan beberapa teman. sedangkan mama vina dan oma sedang menyembut kerabat yang berdatangan..


disisi lain ada Raihana yang malam ini tampil sengat cantik dalam balutan gaun indah ia sedang duduk dengan sang mami yang konon katanya baru datang dari luar negeri. mami palsu yang di sewanya itu malam ini juga tampak berkelas Raihana memberikan pakaian bermerk yang mahal assesories dan identik dengan wanita karier dari kalangan atas..

__ADS_1


;; ingat kalau bicara hati-hati jangan biji malu;; bisik Raihana kepada wanita itu. sudah berulang-ulang ia menekankan kelimat yang sama.


;;kamu tenang saja Raihana. saya sudah tahu harus melakukan apa;;


;;aku hanya mau ngingetin tante jangan sampai mengacauhkan hari pertunangan aku;;


;;iya iya kamu tenang aja. kenapa sih;;


Raihana melirik mama vina dan juga Rayzel sembil menghilangkan rasa gugup tidak lama lagi mereka akan memasuki acara inti. iya itu tukar cincin menandai resminya pertunangan antara Raihana dan Rayzel..


;; Raihana kamu sudah datang ya;; mama vina dan juga oma Tini menghampiri Raihana dan maminya..


;;iya mah maaf aku lama. soalnya lama dandan disalon;;


;; tidak apa-apa acara juga baru mulai kok;;


;;oh ya mah oma kenalin ini mamiku. baru datang kemarin dari luar negeri;;


mama vina dan oma melirik wanita di semping Raihana mereka saling berkenalan dengan berpelukan..


;;saya senang sekali jeng Tasha mau datang ke acara malam ini tadinya saya pikir jeng Tasha tidak bisa datang;; ucap mama vina terlihat sengat senang bertemu calon besan


;;iya jeng vina. tadinya saya memang sengat sibuk kerana ada perusahaan dari luar yang mau berkerja sama dengan perusahaan kami. tapi Raihana terus menghubungi jadi saya menyempatkan diri datang;;


Aman untuk perkenalan pertama segelanya aman dan terkendali. mami Tasha menjalankan perannya sengat baik tanpa kecurigaan siapapun..


tetapi tentu saja bangkai yang ditutupi serapat mungkin baunya akan tetap tercium mami Tasha berasal dari kalangan bawah tentu terkagum-kagum dengan pesta ala kalangan atas yang meriah dan gemerlap..


setelah perkenalan itu kini mami Tasha sedang mengagumi beberapa temu artis yang datang ia sempat sembunyi-sembunyi meminta foto dengan beberapa artis setelah itu ia terfokus dengan berbagai hidangan.yang tersedia bahkan ia sudah berada kali mencicipi makanan yang menggugah seleranya


dan hal itu tidak lepas dari pengawasan oma Tini yang memiliki tingkat ke-kepoan tinggi..


;;kamu tidak merasa aneh. dengan maminya Raihana;; bisik oma Tini


;;aneh bagaimana bu?;;


;;lihat disana;; (oma menunjuk kearah wanita itu);;pakaian sih berkelas tapi sikapnya itu tidak pentas.;;


mama vina melirik calon besannya terdiam sembil berpikir sejenak.;; memang agak aneh sih bu, tapi sudahlah mungkin kerana dia lama di luar negeri jadi jarang makan makanan Indonesia;;


;;bisa jadi sih;;


mama vina mengulas senyum meskipun tanda tanya mulai bermunculan dikepalanya. melihat keanehan calon besannya..


jika Raihana terlihat sengat bahagia berbeda dengan Rayzel yang sedari tadi berwajah murung tak ada raut bahagia di wajahnya semua terasa hambar tetapannya kosong pikiran melayang-layang bahkan Raihana yang berada disisinya tak ia pandang sedikit pun..


hingga akhirnya sesuatu mencuri perhatian Rayzel ia terpaku sosok yang tengah menata beberapa minit dimeja tengah..


bagaimana tidak sosok wanita diantara ratusan temu itu adalah Raisha. Rayzel terpaku memandangi Raisha yang malam itu tampak manis alami. perutnya semakin besar..


untuk kesekian kali Rayzel merasakan sesuatu yang aneh melihat Raisha cukup kerepotan dengan perut yang membesar. pasti sengat sulit baginya untuk melakukan semua perkerjaan itu..


dan bukan hanya Rayzel yang terkejut melihat keberadaan Raisha Raisha pun sama terkejutnya saat menoleh dan baru menyadari sang punya acara ternyata adalah Rayzel dan Raihana..


;; jadi yang tunangan itu tuan Rayzel dengan kak Raihana;;(ucapnya dalam hati)


tiba-tiba Raisha merasakan dadanya penuh sesak ayah dari anak dalam kandungannya kini bersama wanita lain dalam posisi cukup mesra dimata Raisha dan dengan bodohnya air mata yang berusaha ditahan itu meleleh Raisha berusaha menyembunyikan agar tak seorang pun melihat..


;;aku harus cepat pergi dari sini;;


sementara itu Raihana yang menyadari Rayzel akan terfokus akan sesuatu ikut mengarahkan pandangannya ketempat yang sama alangkah terkejutnya Raihana saat mendapati adik tirinya berada disana pentas saja sejak tadi Rayzel terkesan mengabaikan dirinya..


;; sialan jadi Raisha adalah salah satu karyawan ketering;; Raihana membatin kesal detik itu juga berbagai rencana jahat tersusun di otaknya..


tidak akan ia biarkan Raisha mengacauhkan apa yang sudah ia perjuangankan mati-matian..


;; kamu kenapa sih Ray. dari tadi aku lihat kamu diam saja;; tanya Raihana yang kini bergelayut manja dilengan laki-laki itu..


;; tidak apa-apa dari dulu aku memang seperti ini kan?;;


;;aku tahu tapi hari ini hari pertunangan kita setidaknya kamu senyum dong;; bermaksud mengalihkan perhatian Rayzel dari Raisha..


Rayzel hanya menghela nafas kasar ia melapas tangan Raihana yang melingkar dilengannya kemudian melangkah begitu saja tanpa kata..


Raihana yang kesal hanya menatap punggung Rayzel yang berjalan menujuh ruang depan ia lantas memberi isyarat kepada seorang petugas hotel..


;;Mas bisa bantu saya;; ucapnya sembil merogoh tas dan mengeluarkan lembaran uang kemudian membisikkan sesuatu ditelinga pria tersebut..


*****


Raisha melangkah dengan sedikit terburu-buru ia harus segera meninggalkan gedung hotel sebalum Rayzel atau Raihana menemukannya...


sedikit tanda tanya terbisik dibenaknya mengapa saat dia ingin menjauh. takdir seolah mempertemukannya kembali dengan Rayzel lalaki yang sebalumnya memberi ancaman akan menghancurkan hidupnya..


ketika hendak menuruni tangga Raisha tiba-tiba merasakan dorongan kuat pada punggung yang membuatnya kehilangan keseimbangan sehingga terjerembab diantara anak tangga kemudian terguling ke bawah dan terhempas dengan posisi perut mendarat lebih dulu..


;;Arghh..;; Raisha mengerang keras ketika merasakan nyeri menjalar ke perut. nyeri hebat yang jauh lebih besar di bending kontraksi palsu yang biasa dialaminya...


jeritan Raisha memenuhi udara. sakit yang berpusat di perut terasa semakin menjadi-jadi..dan hanya hitungan detik orang-orang yang berada disekitar sudah berkerumun suasana panik pun mendominasi


*****


Rayzel sedang menenangkan diri di luar ruangan pertemuan dengan Raisha tadi membuatnya hilang fokus...


terlebih saat turun dari panggung ia tak menamukan wanita itu lagi diantara parah temu Raisha entah hilang kemana..


seharusnya Rayzel tak perlu peduli dengan Raisha terserah ia mau tinggal bersama siapa. dan berkerja sebagai apa bukan urusannya tetapi entah mengapa Rayzel selalu merasakan sesuatu yang aneh setiap kali memandangi perut Raisha dan ia merasakan sakit ketika melihat Raisha masih berkerja dengan perut membesar..


lamunan Rayzel buyar kala mendengar suara keributan yang berasal dari kerumuran orang-orang tak jauh dari tempatnya duduk ada kepanikan disana..


;;disana ada apa ya pak;; tanya Rayzel pada seorang petugas hotel yang tampak terburu-buru..


;;itu ada wanita hamil jatuh dan pendarahan;; jawab pria itu..


Dahi Rayzel berkerut tipis entah mengapa pikirannya tertujuh pada Raisha....

__ADS_1


__ADS_2