Hanya Satu Malam

Hanya Satu Malam
bab 28


__ADS_3

Sore ini Raisha membawa putranya untuk berbelanja di pasar tradisional terdekat untuk membeli beberapa keperluan. kebatulan masih ada sisa uang pemberian Roni tempoh hari. Raisha memilih kios bu Andin. tetangga yang tinggal di sebelah bu Rini.


;;anak kamu lucu sekali. Raisha. umur berapa sih. sekarang?;;


;; satu bulanan bu.;;


;;wah. tidak terasa ya. rasanya baru kemarin kamu lahiran.;;


Raisha hanya merespon dengan senyum. kemudian mengambil beberapa pelangkapan bayi.


;; ini semuanya berapa. bu?;;


;; sebentar. ya. saya hitung dulu.;;


sembil menunggu sang pemilik kios menghitung belanjaan. Raisha melirik ke sekitar pasar. sore itu tampak cukup ramai oleh pengunjung.


Raisha masih memperhatikan beberapa kios ketika perhatiannya berpusat pada beberapa pria berseragam hitam. tidak jauh darinya. sekatika seluruh tubuhnya meremang. saat melihat j-hope di antara beberapa pria tersebut..


;; itu kan mas j-hope?;; (Raisha yang panik langsung menyembunyikan diri);;mau apa mereka kesini?;;


ia sempat mengintip sebentar. mencuba mencari tahu apa niat anak buah Rayzel. mendatangi tempat itu. beberapa orang pria tampak menyambangi satu persatu kios sembil menunjukkan sebuah foto. Raisha mulai menebak dalam pikirannya..


;; Apa jangan-jangan. tuan Rayzel sudah tahu aku tinggal di daerah sini dan sedang mencari ku?;;


Raisha semakin ketakutan. jika menamukan Rayzel pasti akan merebut boy darinya. sungguh. Raisha tidak rela jika harus di pisahkan dari putranya. wanita itu terdiam sebentar sembil mencari celah untuk melarikan diri..


************


Raisha baru bernapas lega setelah tiba di rumah dengan selamat. ia membaringkan putranya di kasur. kemudian mengistirahatkan dengan ikut berbaring..


melarikan diri dari anak buah Rayzel. sengat menguras tenaga ia harus menunggu hingga kondisi memungkinkan..


;;Apa mereka memang datang untuk mencari ku? tapi dari mana mereka tahu aku tinggal disini?;;


tak terasa air mata Raisha mengalir begitu saja. memikirkan mengapa Rayzel harus mencarinya lagi? mengapa dia sejahat itu ingin merebut Putranya? bukankah Raisha sudah berjanji tidak akan pernah membocorkan siapa ayah dari anaknya? lalu mengapa Rayzel masih saja mengejarnya..


Raisha mendekap putranya. apapun yang terjadi. ia tidak akan pernah menyerahkan bayinya kepada Rayzel..


hingga kegelapan mulai menyelimuti alam. Raisha masih terbaring sembil menyusui putranya. ketika sayup-sayup terdengar suara pintu terbuka. wanita itu melirik dengan dahi berkerut. Ia yakin tadi sudah mengunci pintu rapat-rapat jadi tidak mungkin kalau ada yang masuk tanpa kunci..


sejenak Raisha melapas baby boy. kemudian mengancingkan kemejanya di bagian dada. lalu beranjak keluar kamar untuk melihat siapa. yang ada di depan..


Raisha pun terlonjak saat mendapati Roni duduk di sebuah kursi sembil melipat tangan di dada..


;; hai. kamu tidak keberatan kalau aku disini kan?;;


;;ma-mas Roni?;; (Raisha membulatkan kedua matanya. jantungnya sekatika berdegup cepat);;mas Roni sedang apa disini? dan bagaimana mas Roni bisa masuk?;;


;; bisalah. aku kan punya kunci cadangan rumah ini.;;


Raisha merasakan tubuhnya semakin Merinding melihat senyum misterius lalaki itu. tetapi. ia tak ingin cepat-cepat berburuk sangka. bagaimana pun juga rumah yang ia huni ini. adalah milik orang tua Roni. tentu saja Roni berhak untuk masuk ke mana pun. kapan saja..


;;ada apa. mas? tidak biasanya mas Roni ke sini?;;Raisha masih berusaha bersikap sopan..

__ADS_1


;;aku dengar dari ibu kalau kamu mau cari kerja. aku punya penawaran kerja yang menarik untuk kamu.;;


Raisha masih mencuba untuk tidak berpikir buruk. mungkin saja Roni memang punya informasi lowongan kerja yang bagus. meskipun caranya membuat takut..


;; kerja apa mas?;;


Roni terkekeh pelan. kemudian berdiri dari tempat duduk dan berjalan mendekati Raisha. wanita itu memasang sikap waspada dengan berjalan mundur demi menjaga jarak dengan Roni..


;;aku yakin kamu akan suka pekerjaan itu. besaran gaji. kamu yang tentukan mau berapa satu juta. lima juta. atau sepuluh juta. untuk semalam.;;


detik itu juga seluruh tubuh Raisha gementar hebat. setelah mampu menebak kemana arah pembicaraan Roni. ia bergerak mundur hingga punggungnya membentur dinding..


;; maksud mas Roni apa?;;


lalaki yang kira-kira seusia Rayzel itu. menyeringai . memperlihatkan mimik wajah menyeramkan. tidak terlihat seperti Roni. yang ramah dan baik hati yang di kenal Raisha selama ini..


;; kerana di rumah ini hanya ada kita. jadi kamu tidak usah jaim begitu. aku tahu siapa kamu dan apa pekerjaan mu sebelumnya.;;


Raisha membeku dalam ketegangan. cemas dan takut sudah memanuhi pikirannya.


;;satu miliyar untuk semalam.;;


air mata Raisha sekatika meleleh. mendengar kelimat singkat itu. tentu saja ia mampu mencerna apa maksud Roni. satu miliyar adalah angka yang di bayar Rayzel. untuk membeli kesuciannya beberapa bulan lalu..


;; maaf. mas. tidak baik kalau kita berdua di dalam rumah. tidak enak kalau di lihat tetangga. lebih baik mas Roni kembali ke sebelah.;;


Raisha hendak membuka pintu. namun. ternyata pintu sudah di kunci dari dalam oleh Roni. kunci yang biasanya di atas meja pun sudah raib. mungkin Roni sudah mengantisipasi dengan menyembunyikan..


;; jangan takut. rumah ini cukup berjarak dengan rumah lain tidak akan ada yang melihat atau mendengar apapun.;;


melihat reaksi Raisha yang sengat ketakutan. malah membuat Roni semakin merasa tertantang memandangi seluruh tubuh wanita itu dari hujung kaki ke hujung kepala. menelan saliva ketika tetapannya berhenti tepat di bagian dada. Raisha yang dalam keadaan menyusui sudah pasti memiliki ukuran dada yang lebih besar di banding tidak menyusui..


tersedar dengan tetapan mesum Roni. wanita itu langsung menyilangkan kedua tangan di depan dada. berusaha melindungi diri dari tetapan buas lalaki itu.


;; kamu kenapa sih. seharusnya kamu beruntung. kamu tidak perlu keluar rumah untuk mencari uang. kamu cukup memuaskan ku. aku akan membayar mu setiap habis pakai.;;(ucapannya frontal.);;tenang saja. aku tidak akan memberitahu ibuku. jadi ibu ku tidak akan tahu apa yang kita lakukan. lagi pula sekarang aman kerana ibu sedang keluar kota.;;


;; jangan. mas! tolong jangan! saya bukan wanita seperti itu!;;


;; bukan wanita seperti itu? lalu apa artinya satu miliyar itu. aku jadi ingin tahu seperti apa rasanya gadis satu miliyar.;;


Isak tangis Raisha mulai terdengar. matanya melirik kanan dan kiri. mencari celah untuk bisa menyelamatkan diri. namun. rumah itu serba tertutup. hanya ada sebuah jendela kecil yang terhalangi. oleh terali besi. tak menamukan jalan. Raisha memilih berlutut di hadapan Roni. mengatup kedua tangannya di depan dada. memohon dengan berurai air mata..


menjual diri adalah satu dosa besar yang tidak pernah terlintas dalam pikirannya. meskipun imbalannya adalah uang dalam jumlah besar. andai kala itu tidak ada benih kehidupan baru yang di titipkan Rayzel di rahimnya. Raisha pasti sudah menghakhiri hidupnya..


;; tolong izinkan saya pergi dari sini. mas.;;


;; memang kamu mau tinggal dimana? terlunta-lunta dijalan? bukankah lebih baik kamu puaskan aku saja?;; (Roni kembali tertawa kecil. mendekat kearah Raisha dan berbisik);; aku memang tidak bisa membeli mu seharga satu miliyar seperti orang kaya itu. tapi aku bisa memberi mu kepuasan dan uang yang cukup.;;


kedua tangan Roni mulai mencengkeram lengan Raisha. ia dapat merasakan dengan jelas betapa tubuh wanita itu gemetar hebat. namun. ia tak peduli. semakin Raisha ketakutan dan menolak malah samakin membangkitkan naluri kelakiannya..


;; lepaskan!;; Raisha memberontak memukul dada lalaki itu kekuatan tenaga. menjerit dan Meraung hingga tenggorokkannya terasa kering..


sementara di dalam kamar. tangisan baby boy mulai terdengar. semakin lama jeritan bayi kecil itu semakin terdengar jelas. sepertinya terkejut mendengar suara berisik di luar.

__ADS_1


*********


brukk


tanpa sedar Rayzel menjatuhkan ponsel dari genggamannya. disusul dengan setitis air mata yang tiba-tiba mengalir tanpa sebab.


Rayzel mengusap pipinya dan merasa heran. ia bukanlah tipe orang yang muda menitiskan air mata. tetapi. apa yang terjadi sekarang? entah mengapa hatinya tiba-tiba nyeri. bak di tusuk ribuan jarum..


rasa seperti baru saja kehilangan yang berharga. bahkan sekarang dadanya terasa sesak. seolah udara yang tersedia tak cukup baginya untuk bernafas..


;;Hp. anda tuan!;; salah seorang anak buahnya memungut ponsel yang terjatuh di lorong pasar yang becek. ia bersihkan dengan sapu tangan. lalu memberikan kepada sang bos.


;; apa balum ada informasi apapun tentang Raisha?;; hanya kelimat itu yang keluar dari mulut Rayzel. sudah berjam-jam mereka berkeliling di jalan dan sekitar pasar. bertanya kepada sesiapa pun sembil memperlihatkan foto Raisha. mungkin saja salah satu orang yang ada di sana mengenal atau tahu keberadaan Raisha..


;; balum. tuan. mungkin nona Raisha tidak tinggal lagi di daerah sini,;;


sepanjang mata Rayzel terpejam. menarik nafas dalam demi mengurai sesak di dadanya. tetapi perasaan sakit ini semakin lama semakin dalam. dan sekarang membuat tubuhnya terasa lemas tak bertenaga..


;; Rayzel. tempat tinggal Raisha sudah ketemu!;; pekik j-hope yang kini sedang berdiri sebuah kios pelangkapan bayi. tak jauh dari tempat Rayzel berdiri..


Rayzel mempercepatkan langkah kakinya kearah j-hope. matanya yang tajam menyorot wanita yang berusia 40 tahunan. yang sedang menjaga kios. wanita itu tampak kebingungan dan gelisah. sebab tiba-tiba saja kiosnya dikepung oleh beberapa pria. dua di antaranya. berpakaian rapi dengan setelan jas. sedangkan yang lainnya berseragam serba hitam..


;;ibu ini mengaku mengenal Raisha. Ia baru saja memberikan alamatnya dan ternyata tidak jauh dari sini;; ucap j-hope.


Rayzel menatap wanita itu sedikit ragu. demi meyakinkan diri. ia membuka ponsel miliknya dan memperlihatkan foto ke hadapan wanita itu.;; ibu yakin ini orangnya?;;


;; benar. tuan. wanita di foto ini memang Raisha. tadi dia datang membawa bayinya untuk membeli sesuatu. tapi saat saya menghitung belanjaannya. dia langsung pergi begitu saja.;; wanita itu menunjuk pelangkapan bayi yang tadi hendak di beli Raisha. sudah terbungkus ke dalam kantongan plastik..


;; apa mungkin tadi dia melihat kita. dan ketakutan?;; Rayzel melirik j-hope. hal inilah yang sengat ia takutkan jika pencarian terhadap Raisha. melibatkan banyak pihak. wanita itu pasti akan ketakutan dan nekat melarikan diri ketempat yang lebih jauh..


;; mungkin saja;; imbuh j-hope.


;; kalau begitu ayo cepat cari dia! jangan sampai melarikan diri lagi!;;


tanpa pikir panjang Rayzel langsung melangkah. j-hope menyempatkan diri memerintahkan anak buahnya untuk berpencar ke banyak tempat demi mengantisipasi ke mungkinan terburuk. sekarang ini mereka harus bergerak cepat dan tidak boleh lengah sedikit pun..


tak sampai lima minit mereka sudah tiba di sebuah rumah. seperti petunjuk yang di berikan wanita pemilik kios. Rayzel memandangi rumah yang tampak sunyi itu. tak ada tanda keberadaan seseorang di dalam sana. pagar besi yang menjadi pembatas pun terkunci. bahkan lampu utama di rumah bagian depan padam semua. sedangkan di sebelahnya hanya ada sebuah rumah kecil dengan pintu tertutup rapat..


;; sepertinya Rumah ini sudah kosong;; (ujar j-hope dengan pandangan berkeliling);; apa jangan-jangan Raisha sudah pergi membawa anaknya?;;


terdiam sesaat. Rayzel memikirkan tentang apa yang diucapkan j-hope. jika tadi Raisha melihat mereka. sudah pasti ia akan melarikan diri lagi dan tidak mungkin tetap tinggal dirumah ini. Rayzel benar-benar merasa akan gila sekarang..


;;aku akan periksa rumah ini dulu. yang lain cepat berpencar dan cari Raisha di sekitar sini. kalau pun dia sudah pergi. pasti balum jauh!;; perintah Rayzel.


;;baik tuan!;;


parah anak buah berpencar mencari. meninggalkan Rayzel dan J-hope berdua di depan rumah itu. Rayzel memijat kening yang terasa berdenyut. pikirannya kalut. namun. entah mengapa sisi lain hatinya merasakan kehadiran Raisha dan anaknya ada di sekitar sini.


;;aku akan kesana dulu untuk bertanya pada seseorang. mungkin ada yang melihat Raisha.;; ujar j-hope lalu berjalan menujuh sebuah warung kecil di tepi jalan..


sedangkan Rayzel melirik ke dalam rumah. pagar besi tinggi menjulang dengan hujung runcing itu ia sebrangi tanpa kesulitan..


__ADS_1




__ADS_2