
;;kamu jangan makan semberangan. bagaimana kalau itu mempengaruhi ASI mu?;;
;;maaf. tuan. saya akan lebih menjaga makanan saya.;; sembil makan. sesekali Raisha melirik kearah Rayzel. pagi ini lelaki itu tampak gagah dengan setelan jas balum lagi wajahnya rupawan. pentas saja Raihana rela melakukan apapun demi mendapatkannya. termasuk memasukkan obat perangsang ke minumannya.
Rayzel melirik baby boy. yang sedang lelap di sofa. aroma segar khas bayi baru mandi yang berasal dari tubuhnya membuat Rayzel mendekat dan memindahkan ke pengakuannya. ia kecup bayi mungil itu berulang-ulang. kemudian ia menggerakkan dagunya pada permukaan leher hingga berhasil membangunkannya.
puas bermain dengan si kecil. Rayzel melirik Raisha. ia terfokus pada piyama miliknya yang tampak sengat kedodoran ditubuh kecil Raisha. hujung lengan dan kaki sampai di gulung beberapa kali.
;;hari ini akan ada ART dan baby sister yang datang untuk membantu mu disini.;; ucap Rayzel sesaat setelah Raisha selasai makan.
;; tidak usah. tuan. saya bisa mengurus semuanya sendiri.;;
;; tidak apa-apa. supaya kamu juga ada teman disini.;; Rayzel mengeluarkan dompet dari saku celananya kemudian menyodorkan sebuah kartu tepat di hadapan Raisha.;; ini untuk mu! pergilah berbelanja pakaian baru. beli apapun yang kamu suka. nanti akan ada sopir yang datang menjemput mu.;;
Raisha menatap kartu pemberian Rayzel. kartu hitam dengan tulisan berwarna emas itu tidak semberangan dimiliki orang. dan hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkannya. dengan ini Raisha bisa membeli apapun tanpa memikirkan biaya yang dikeluarkan.
;;PIN nya tanggal lahir boy.;; tambah Rayzel.
Raisha mengangguk tanpa kata. perlakuan Rayzel terhadapnya sekarang terlalu berlebihan bagi Raisha. ia khawatir tidak akan bisa membalas kebaikannya.
__ADS_1
;; masih ada satu lagi!;; Rayzel kembali bersuara.
;;apa itu. tuan?;;
Rayzel terdiam beberapa detik. menarik nafas panjang.;; kita akan menikah dalam minggu ini. jadi aku butuh data diri kamu untuk mendaftar ke kantor urusan agama.;;
sepasang mata Raisha membulat penuh. jantungnya berdegup lebih cepat.;;Me-menikah?;;
;;iya. boy butuh status yang jelas. dan orang tua yang lengkap.;;(ucap Rayzel);; selain itu cuba untuk tidak memanggil ku tuan. aku agak terganggu dengan panggilan itu.;;
Raisha menunduk. tiba-tiba ada banyak hal yang muncul di pikirannya.;; tapi bagaimana dengan...;; ucapan Raisha terpotong di udara. tetapi Rayzel dapat menebak kemana arah pembicaraan wanita itu.
;;mama?;; (tebak Rayzel);; jangan pikirkan tentangnya. tugas mu hanya memikirkan boy. mama biar jadi urusan ku.;;
Raisha sedang rebahan di sofa dengan mata tertujuh pada televisi yang menyala. dan masih memikirkan ucapan Rayzel sebalum berangkat ke kantor.
;; papa kamu itu pemaksa. nak. bagaimana hidup kita nanti bersamanya?;; bisik Raisha pada bayi kecil yang tertidur di sisinya.
tak lama berselang suara bel berbunyi. perhatian Raisha pun teralihkan.
__ADS_1
;; siapa yang datang?;; wanita itu segera bangkit dan berjalan keluar untuk membuka pintu. ia terdiam sebentar menatap seorang wanita yang berdiri di ambang pintu dengan senyum ramah.
;; selamat siang. nona Raisha. saya jennie. datang atas permintaan tuan Rayzel.;; ucap wanita itu dengan sopan.
;;maaf untuk apa?;;
;;tuan meminta saya untuk melayan nona Raisha disini. jadi mulai hari ini saya akan tinggal disini bersama anda. oh ya tuan juga menitipkan ini untuk anda.;; wanita itu menyerahkan sebuah paper bag ke tangan Raisha.
spontan bola mata Raisha membeliak. betapa tidak kaget. paper bag tersebut berisi sebuah ponsel keluaran terbaru. yang di tebak Raisha seharga puluhan juta rupiah.
;;apa ini benar-benar untuk ku?;;
;;benar. nona. di dalamnya sudah ada beberapa nombor yang tadi dimasukkan oleh tuan sendiri. termasuk nombor sopir peribadi anda dan nombor saya. oh ya tuan bilang kalau anda kurang suka. boleh tukar yang lain.;;
Raisha hanya mengulas senyum tipis. tidak tahu diri sekali jika ia sampai meminta benda mahal ini di tukar dengan yang lain. bahkan seumur hidup pun ia tidak pernah membayangkan akan memiliki ponsel mewah seperti ini.
tiba-tiba terdengar nada dering ponsel yang membuat Raisha terlonjak hingga hampir menjatuhkan benda itu. ketika melihat kearah layar ia kembali di buat Merinding dengan nama panggilan yang tertera disana.
;;suami!?;;
__ADS_1