
sudah larut malam ketika Rayzel sedang menikmati kesendirian dengan duduk di sebuah kursi. matanya mengarah pada pemandangan kota di malam hari.
lalaki itu menghela nafas panjang. balum mampu meredam amarah setelah mendengar kisah masa lalu Raisha. bahkan mandi di air dingin rupanya tak cukup untuk meredam amarah yang meletup-letup. Rayzel lantas Merai ponsel dan menghubungi seseorang.
;;iya. tuan?;; terdengar sahutan suga dihujung telefon.
;;aku ada tugas penting untuk mu.;;
;;saya selalu siap. kali ini ada tugas apa?;; jawab lalaki itu cepat.
;;aku ingin kamu mencari tahu apapun tentang Raisha. siapa orang tua kandungnya dan dimana mereka. masih hidup atau sudah meninggal.;;
;;itu saja. tuan!;;
;; untuk sementara hanya itu. laporkan padaku kalau kamu menamukan informasi sekecil apapun!;;
;;baik tuan!;;
Rayzel memutus panggilan setelahnya. kembali duduk bersandar dengan smirk mengerikan di sudut bibirnya.
**********
Dua tamparan keras mendarat mulus ke pipi Roni. membuat lalaki itu menunduk menahan malu. perbuatan bejatnya semalam telah sampai ke telinga sang ibu.
bu Rini yang berada di luar kota langsung kembali setelah dihubungi pihak kepolisian perihal Putra semata wayangnya.
;;tega-teganya kamu melakukan semua ini! Setan apa yang merasuki pikiran kamu. Roni?;; teriak sang ibu.
Roni terdiam dengan kepala menunduk. tak berani lagi menatap sang ibu.
;;Raisha itu wanita baik-baik! bisa-bisanya kamu melakukan itu padanya! kamu tidak pikirkan anaknya masih bayi hah! dia juga baru menjalani operasi!;; wanita itu berapi-api meledakkan amarah dan kecewa yang melebur jadi satu.
putranya yang selama ini ia banggakan ternyata tak lebih dari seorang pemabuk dan penikmat dunia malam.
;; kamu sudah mengecewakan ibu! ibu malu sekali dengan Raisha dengan tetangga-tetangga kita!;;
__ADS_1
tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Roni. lalaki pecundang yang biasanya hanya memanfaatkan kelemahan wanita itu bungkam.
di sudut ruangan. Rayzel mengulas senyum. sejak tadi dirinya dengan j-hope hanya menjadi penonton. kedatangannya pagi itu ke kantor polisi adalah untuk memberikan kesaksian perihal penganiayaan yang dilakukan Roni terhadap Raisha.
siapapun yang telah menyakiti Raisha. akan masuk ke dalam daftar catatan hitam Rayzel dan harus mendapatkan hukuman berat. ia akan memastikan Roni mendekam dibalik jeruji besi dalam waktu yang lama.
********
Rayzel menghunus tetapan tajam kearah wanita yang baru saja memasuki ruangan. bik Farah tampak menggunakan rompi warna oren.
;;mana yang satunya?;; suara Rayzel terdengar dingin dan kaku. membuat bik Farah semakin gemetar.
;; maaf. tuan anak saya sedang tidak enak badan. jadi balum bisa menemui anda.;;
Rayzel mendesahkan nafas panjang. tetapan tajam masih ia hujamkan kepada bik Farah.;; aku tidak peduli. panggil dia kesini!;;
;; tapi. tuan....;;
;; tidak ada tapi-tapian! lagi pula siapa tahu dia pura-pura sakit!;;
salah satu petugas kepolisian segera keluar dari ruangan demi memastikan kondisi Raihana. sementara bik Farah memberanikan diri menatap bekas majikan.
;; korban?;; Rayzel menaikkan sebelah alisnya.
;;iya. tuan anak saya tidak ada hubungannya dengan semua ini. saya yang sudah berbuat jahat kepada Raisha dan saya yang mendorongnya dari tangga sampai mengalami pendarahan.;;
jika bik Farah berpikir Rayzel akan iba mendengar pengakuannya. maka salah besar. kerana Rayzel masih menunjukkan sikap yang sama.
tak lama berselang. petugas kepolisian datang dengan membawa Raihana bersamanya. lagi-lagi Rayzel menghujam tetapan tajam.
;;aku mengaku salah Ray. tapi tolong jangan sekejam ini. aku akan membayar semua kesalahan ku dengan cara apapun asal kamu mau membebaskan aku dan ibuku dari sini.;; lirih Raihana tanpa berani menatap lalaki itu.
sudut bibir Rayzel terangkat tipis. membentuk senyum. Raihana dengan ibunya tidak tahu saja kejutan apa yang sedang disiapkan Rayzel.
;;oke. kali ini aku akan mengabulkan keinginan mu. laporan ku akan ku cebut. jadi kelian bisa bebas.;;
__ADS_1
senyum mengembang sempurna di bibir Raihana dan bik Farah. bebas adalah sesuatu yang paling mereka harapkan. sejak menjadi penghuni penjara..
;; benarkah. tuan?;; tanya bik Farah penuh harap.
;;benar. bik Farah akan kembali bekerja di rumah ku. sementara Raihana akan kembali bekerja di perusahaan ku.;;
kedua tampak girang.
;; terima kasih Ray. atas kebaikan kamu.;;
;; tunggu. jangan senang dulu!;; ucap Rayzel.
perlahan senyum di bibir dua wanita itu redup. kemudian saling bertatapan penuh tanya satu sama lain.
;;aku memang akan mencabut laporan ku. dan membebaskan kelian. bik Farah akan bekerja untuk melunasi hutang. sementara Raihana akan kembali bekerja di kantor. tapi bukan sebagai sekartaris. melainkan office girl.;;
bola mata Raihana membulatkan seketika. menjadi office girl tentu saja posisi yang sengat memalukan baginya. terlebih sebelumnya dia adalah seorang sekartaris sekaligus adalah tunangan sang bos.
;; Apa? OG! kamu serius?;; (protes Raihana.);; ini tidak adil untuk aku Ray!;;
;;tahu keadilan juga kamu?;;(sindir Rayzel);;sebalum bicara tentang keadilan. seharusnya kamu bercermin dulu?;;
Raihana bungkam. lidahnya mendadak terasa kaku.
bik Farah menatap putrinya yang tampak sengat syok. ia tahu betul seperti apa perjuangan Raihana untuk untuk mendapatkan posisi sekartaris di perusahaan Rayzel. bahkan ia pernah merayu salah satu manager untuk merekomendasikannya sebagai sekartaris.
;; maafkan saya tuan. tapi tolong pertimbangkan mental Raihana. dia pasti akan sengat terpukul kalau kembali ke kantor dan menjadi office girl. Karna sebalumnya dia adalah seorang sekartaris.;;
Rayzel berdecih. sorot matanya yang tajam mengalirkan nuansa gelap. dua wanita licik inilah yang telah menciptakan ribuan kenangan buruk dalam catatan kehidupan Raisha. menorehkan luka yang tak terobati. mereka harus membayar semua penderitaan Raisha selama ini. dan rasanya hukuman penjara terlalu ringan.
;;memikirkan mental Raihana? lalu bagaimana dengan Raisha! yang mentalnya kelian hancurkan berkeping-keping. yang hatinya kelian patahkan sejak kecil. dan masa depannya kelian hancurkan demi hanya uang!;;
sejujurnya Raihana gemetar mendengar ucapan Rayzel.
;;kelian berdua benar-benar racun di kehidupan Raisha!;;
__ADS_1