Hanya Satu Malam

Hanya Satu Malam
bab 10


__ADS_3

;; Arghh..;; Raisha menjerit ketika merasakan nyeri menjalar semakin kuat diperut tenaganya seperti hendak tercabut dari raganya. bahkan untuk sekedar bergerak pun begitu sulit..


kelopak matanya menutup dan terbuka secara perlahan namun sekaliling terasa buram dalam pendangan dan waktu seolah bergerak pelan nafasnya terengah-engah...


dalam sisa kesedaran Raisha masih dapat mendengar riuhnya suara orang-orang disekitar hingga tak lama berselang ia merasakan tubuhnya dipeluk erat entah oleh siapa namun yang pasti Raisha masih dapat menghirup udara parfum yang menguar dari tubuh yang sedang mendakapnya..


;;bangun Raisha;; ia merasakan pipinya ditepuk pelan berkali-kali serta mendengar suara tak asing menariakkan namanya dengan panik memekik tepat ditalinga.;;bertahan sebentar saja aku akan membawa mu kerumah sakit;;


Raisha merasakan tubuhnya seperti melayang seseorang berlari cepat mengangkat tubuhnya entah kemana..


perlahan Raisha membuka mata namun lagi-lagi semuanya gelap yang terlihat hanya bayangan tersamar kesedarannya pun semakin menurun..


*****


Rayzel berjalan mundar-mandir dengan gelisah didepan sebuah ruangan berpintu kaca sudah setengah jam Raisha didalam sana namun balum ada dokter yang keluar untuk memberitahu keadaan wanita itu..


Rayzel menghempas tubuhnya dikursi tunggu frustrasi bahkan ia tak lagi menghiraukan ponsilnya yang sudah puluhan kali berdering seluruh pikirannya hanya tertujuh pada Raisha dan anak dalam kandungannya...


;;permisi pak anda suami pasien;; seorang dokter wanita tiba-tiba muncul dari balik pintu..


Rayzel terdiam mematung tak tahu harus memberi jawapan apa. panik membuatnya tidak dapat berpikir jernih lidahnya pun terasa kaku..


;;kenapa dok;;


;; kondisi pasien sengat lemah dan tidak sedarkan diri harus segera dilakukan tindakan operasi kalau tidak bisa membahayakan ibu dan bayi dalam kandungannya;;


layaknya tersambar petir Rayzel tiba-tiba merasakan seluruh tubuhnya gematar dadanya penuh sesak seolah udara dalam ruangan itu tak cukup baginya untuk bernafas perasaan aneh ini benar-benar menyiksa. seolah terjadi kepada istri dan anaknya sendiri..


;; lakukan saja yang terbaik dokter;;


tanpa pikir panjang Rayzel langsung mengikuti langkah sang dokter didalam sana terlihat salah satu dokter sedang menyiapkan peralatan medis ada pula yang menyiapkan berkas-berkas sementara Raisha sedang terbaring diranjang pasien dalam keadaan tak sedarkan diri disisinya ada dua orang perawat yang tengah kesulitan melapas pakaiannya yang penuh noda darah..


entah dorongan dari mana Rayzel Segara mendekat membantu dua perawat itu menanggalkan seluruh pakaian Raisha hingga menampakkan perutnya yang buncit..


Rayzel menatap wajah pucat itu... sebelah tangannya terangkat untuk mengelus perut begitu telapak tangannya bersentuhan dengan perut ada perasaan aneh yang sulit ia jabarkan apa lagi ketika merasakan bayi didalamnya bergerak seolah merespon sentuhan Rayzel...


*****


Di gedung hotel


Raihana terlihat galau diantara keramaian sudah 15 minit ia mencari Rayzel diantara kerumunan parah temu. sebab acara inti yaitu peresmian pertunangan dan pertukaran cincin akan segera tiba namun calon tunangannya itu tak kunjung memunculkan diri entah kemana dia pergi..


;; Raihana mama dengar Rayzel tidak ada ya;; tanya mama vina wanita itu juga panik sama seperti Raihana..


;;iya mah aku sudah cari kemana-mana tapi Rayzel tidak ada;; Raihana menjatuhkan tubuhnya di kursi matanya mulai melelehkan cairan bening..

__ADS_1


;; memangnya Rayzel tidak bilang sama kamu mau kemana;;


Raihana hanya menyahut dengan gilingan kepala mami palsu yang sejak tadi berada disisinya sedang berusaha menenangkan...


;;kita tunggu saja dulu siapa tahu Rayzel sedang ada keperluan diluar tidak mungkin dia meninggalkan acara pertunangannya sendiri dia pasti akan kembali;; bujuk mama vina seraya mengusap bahu Raihana.;;kamu sudah cuba telefon;;


;; sudah mah tapi tidak dijawab;; Raihana mulai terisak-isak hingga makeup yang memoles wajahnya luntur..


melihat itu mama vina pun kebingungan sebab putranya tiba-tiba saja menghilang di puncak acara bisa malu mereka jika sampai Rayzel tidak kembali..


dipintu terlihat j-hope sedang berjalan kearah mereka dengan sedikit tergesa-gesa..


;; bagaimana;;tanya Raihana ketika j-hope mendekat kearanya..


;; tidak ada;;


informasi yang disampaikan j-hope membuat Raihana lemas pikirannya menebak apa ke Rayzel sengaja meninggalkannya dipuncak acara untuk mempermalukannya..


;;kamu yakin sudah cari kemana-mana didepan diteman belakang ditoilet;; Raihana mencecar hendak memastikan..


;;aku sudah berkeliling Raihana tapi Rayzel memang tidak ada. mobilnya juga tidak ada di parkiran;;


;;ya ampun lalu kemana anak itu;; mama vina membuang nafas kasar. tahu harus berbuat apa lagi geram kepada putranya sekaligus iba kepada Raihana yang kini sedang terisak-isak..


;;kerumah sakit mana?;;


;;tidak tahu tante. katanya Rayzel gendong wanita itu ke mobilnya dan langsung pergi;;


Raihana tersentak kedua tangannya terkepal dibawah meja ia menduga bahwa orang ketering yang dimaksud j-hope adalah Raisha..


senjata makan tuan mungkin adalah perumpamaan yang paling tepat untuk Raihana setiap kali ia menjahati Raisha pasti berbalik menyerangnya..mulai dari malam ia dan ibunya menjual Raisha dan ternyata yang membelinya adalah Rayzel dan malam ini Raihana membayar orang untuk mencelakai Raisha tetapi justru ditolong Rayzel Raihana benar-benar ingin mengamuk memaki takdir..


;; jadi bagaimana mana ini sekarang jeng bisa-bisanya Rayzel meninggalkan Raihana hanya demi seorang ketering memangnya tidak ada orang lain yang bisa menolong;; mami Tasha membuka suara melayangkan protes..


;; maafkan saya jeng Tasha mungkin Rayzel panik dan tidak tahu harus berbuat apa;; (mama vina melirik j-hope);;kamu sudah cuba hubungi Rayzel;;


;;sudah tante tapi tidak dijawab chat juga tidak dibaca;;


semakin frustrasi saja mama vina dibuatnya ia kembali mengusap pucuk kepala Raihana.;; Raihana sayang bagaimana kalau kita tunggu Rayzel dulu siapa tahu dia sudah dijalan perjalanan kembali kesini;;


tak ada sahutan dari Raihana saat ini pikirannya sengat kalut dan takut bagaimana jika anak dalam kandungan Raisha benar-benar benih Rayzel dan bagaimana jika Raisha memberitahu Rayzel bahwa Raihana dan ibunya lah yang telah menjualnya malam itu..


jika itu terjadi semua rencana Raihana untuk mendapatkan Rayzel bisa gagal total...


*****

__ADS_1


sudah hampir dua jam operasi berjalan namun balum ada tanda-tanda akan selasai Rayzel memilih duduk dikursi sembil menyandarkan punggung menatap kemejanya yang penuh bercak darah Raisha...


;; kenapa juga aku harus setakut ini?. bukan ke Raisha dan anak itu bukan siapa-siapa ku;;


Rayzel pikir harus cepat hubungi keluarga Raisha atau paling tidak ayah dari anak yang dikandungnya dia sendiri tidak mungkin terus terjaga dirumah sakit sementara mereka tidak memiliki hubungan apa-apa..


Rayzel Merai tas kecil milik Raisha dan membukanya berharap menamukan ponsel milik wanita itu untuk mencari nombor kontak keluarganya namun dalam tas tak ada ponsel sama sekali hanya ada dompet kecil dan kunci rumah..


;;apa dia tidak punya hp;;


dahi Rayzel berkerut tipis perlahan ia membuka dompet milik Raisha lancang memang tetapi tidak ada pilihan lain mungkin didalam dompet ada nombor telefon atau sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk namun tak ada petunjuk apapun didalam dompet lusuh tersebut..


hati Rayzel pun kembali nyeri bak ditusuk belati tajam ketika menamukan dua lembar pecahan 10 ribuan dan juga selambar 5 ribuan..


;;25 ribu uang yang dia punya hanya segini;; Rayzel berguman angka 25 ribu sudah pasti hanya recehan baginya berbeda dengan Raisha uang ini mungkin ia gunakan untuk mengisi perutnya...


tapi bisa makan apa dia dengan uang segini bahkan untuk membeli secangkir kopi yang biasa dinikmati Rayzel di kafe saja tidak akan cukup..


Rayzel menekan rasa aneh yang seolah memaksa bola matanya berair ia seorang pria dewasa yang pantang baginya untuk menitiskan air mata..


Rayzel mengeluarkan ponsel dari saku celana baru membuka saja sudah terlihat puluhan pemberitahuan panggilan tidak terjawab dan juga puluhan pesan masuk Rayzel tidak mempedulikan ia sudah dapat menebak itu dari mama oma atau Raihana kerana ia meninggalkan acara pertunangan begitu saja..


;;astaga Ray kamu kemana saja tante dan oma marah besar kerana kamu sudah mengacauhkan malam ini dan membuat malu;; omelan panjang j-hope menjadi sembutan menyebalkan saat panggilan terhubung tetapi bukan Rayzel namanya jika peduli..


;;tolong cepat kesini bawahkan pakaian bersih dan dompet ku yang ketinggalan dikamar;; bukannya menanggapi omelan j-hope Rayzel malah memberi perintah seenak jidat...


;; memangnya kamu dimana sekarang;;


;;aku ada dirumah sakit cipta harapan;; (jawabnya);;oh ya jangan beritahu siapapun kalau aku ada disini termasuk mama oma dan Raihana;;


;; memangnya kenapa lagi pula sedang apa kamu disana kenapa tadi tidak cepat kembali ke hotel apa kamu sedar kekacauan macam apa yang sudah kamu perbuat;;


hela nafas Rayzel terdengar berat;; ceritanya panjang nanti ku jelaskan bawah saja yang kuminta sekarang;;


sebenarnya hati j-hope dipenuhi perasaan jengkel Rayzel benar-benar membuatnya repot namun terdengar nada Rayzel yang datar ia memilih untuk tidak banyak bertanya..


;;oke oke tunggu dirumah sakit dimana tadi;;


;;cipta harapan unit bersalin;;


;;aku Segara kesana;;


;;tapi ingat jangan sampai mama atau siapapun tahu aku disini;;


panggilan terputus Rayzel kembali bersandar di kursi ruang tunggu merasa bingung dengan dirinya sendiri sebenarnya Rayzel merasa tidak perlu sepeduli itu dengan Raisha tetapi hati kecilnya tak dapat mengabaikan wanita itu bagaimanapun juga ia adalah laki-laki pertama yang menyentuh Raisha meskipun anak yang dilahirkan wanita itu bukan benihnya..

__ADS_1


__ADS_2