Hanya Satu Malam

Hanya Satu Malam
bab 35


__ADS_3

Rayzel tersentak mendengar suara teriakan yang berasal dari luar. lalaki itu langsung mengeluarkan ponsel dan menyalahkan lampu senter. kemudian terburu-buru keluar kamar melihat pintu dapur yang terbuka. Rayzel yakin bahwa Raisha sedang berada di sana.


;;kamu dimana Raisha?;;pakik Rayzel sambil mengarahkan senter ponsel ke segala arah. Raisha tampak sedang berjongkok di semping kitchen set sambil menutup kedua talinganya. selain itu terdengar suara isak tangis disana.


Rayzel langsung berjongkok. menyentuh bahu wanita itu. menyadari Raisha sedang ketakutan dengan tubuh gemetar. Rayzel langsung memaluknya.


;; kamu kenapa?;;bisik Rayzel. sambil mengusap bahu Raisha.


;; Sa-saya ta-kut tu-tuan!;; lirihnya dengan suara terbata-bata.


;; tidak apa-apa. ini hanya mati lampu biasa.;;


Raisha tak menyahut. wajahnya ia benamkan di dada Rayzel. tubuhnya gematar hebat dengan keringat mengucur deras. isak tangis semakin jelas terdengar. melihat reaksi Raisha yang seperti memiliki phobia terhadap kegelapan membuat Rayzel mengeratkan pelukan.


;; sudah. tidak apa-apa. jangan menangis.;;


namun. bukannya reda. tangis Raisha malah semakin menjadi-jadi bahkan kini sudah menyisakan suara sesegukan. seolah kegelapan adalah sesuatu yang sengat mengerikan baginya.

__ADS_1


Rayzel pun merasa heran. biasanya jika terjadi pemadaman listrik di apartemen. genset akan segera di fungsikan. namun. sekarang sudah beberapa minit lampu tak kunjung menyala.


;;kamu phobia sama gelap?;;


sambil terisak-isak. Raisha mengangguk.


;;kenapa?;;


Raisha tak menjawab. deretan kenangan buruk menghantam pikirannya bertubi-tubi. menciptakan rasa takut yang teramat. ia merasa seperti sedang jatuh ke dalam lubang kegelapan.


Rayzel memilih membawa Raisha ke kamar dengan mengendongnya. satu tangannya tetap menggenggam ponsel sebagai penerang di tengah kegelapan. setiba di kamar. Raisha terduduk dengan kepala telungkup pada kedua lututnya. bahkan ketika lampu sudah menyala. ia masih terisak-isak.


Raisha terdiam. suaranya seperti tertahan di tenggorokan. ia memang memiliki phobia terhadap kegelapan. saat itu Raisha mengalami demam ibu tirinya yang jahat itu mengira Raisha berpura-pura sakit dan mengurungnya di gudang. ia juga memadamkan lampu semalaman. Raihana yang culas malah menakut-nakuti Raisha sehingga pengsan di gudang. kejadian itu berulang kali terjadi hingga menyisakan trauma mendalam. Raisha akan menjerit dan ketakutan setiap kali berada di tengah kegelapan.


tadinya. Raisha ingin menyimpan kenangan buruk itu sendiri. namun Rayzel terus memaksa sebab rasanya tidak mungkin Raisha sampai menjerit ketakutan jika hanya lampu padam terlalu cengeng.


hingga beberapa minit kemudian. Raisha mulai merasa lebih baik. seraya terisak-isak ia membagi Kenanga buruknya di masa lalu kepada Rayzel.

__ADS_1


mendengar kisah kelam di kehidupan Raisha membuat darah Rayzel seperti mendidih. tangan terkepal dan Rahangnya mengetat.


;; memangnya kesalahan apa yang kamu lakukan sampai ibu mu tega mengurung kamu di gudang.;;


;; sa-saya lupa membersihkan kamar mandi kerna ketiduran. saya demam saat itu jadi istirahat sebentar.;; ucapan Raisha membuat Rayzel tidak tahan untuk memaluk wanita itu. berat sekali kehidupan yang ia jalani di masa lalu. sengat berbeda dengan Rayzel yang hidupnya serba dilayani bak seorang raja.


;; sudah. jangan di pikirkan lagi. ke depannya kamu tidak boleh lemah. kamu harus kuat dan berani untuk melawan mereka.;;


Raisha diam. dalam pelukan hangat Rayzel. aroma tubuh lalaki itu. entah mengapa selalu menenangkannya.


;;oh ya. kamu bilang bik Farah itu ibu tiri kamu. lalu dimana ibu kandung kamu?;;


;;saya tidak tahu siapa. dan dimana dia?;;


dahi Rayzel berkerut tipis. sepertinya ia harus mencari sesuatu?


__ADS_1



__ADS_2