
Raisha baru saja tiba di kafe tempatnya berkerja pagi ini tubuhnya terasa lemas tak bertenaga semalam setelah kedatangan Rayzel ia sulit tidur ancaman laki-laki itu terngiang ditelinga membuat hatinya tidak tenang balum lagi ukuran perutnya yang sudah membesar hingga kadang kesulitan mencari posisi tidur yang nyaman
;; Raisha kamu dicari mbak jisoo;;(ucap Lisa yang kini sedang membersihkan beberapa meja);;tadi dia titip pesan katanya kalau kamu datang disuruh langsung keruangannya;;
dahi Raisha berkerut tipis tidak biasanya mbak jisoo yang merupakan manager kafe mencarinya;;memang ada apa;;
;;aku juga tidak tahu lebih baik sekarang kamu temui saja;;
;;oh baiklah;;(Raisha langsung menujuh ruangan wanita itu begitu membuka pintu tampak mbak jisoo sedang duduk dikursi dengan sebuah amplop ditangan satu hal aneh yang dirasakan Raisha mbak jisoo yang biasanya ramah itu terkesan sengat dingin...
;; selamat pagi mbak;;
;;pagi Raisha silakan duduk dulu ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan kamu;;
Raisha segera duduk dihadapan wanita itu pikirannya dipenuhi tanda tanya sepertinya apa yang akan dibicarakan mbak jisoo adalah hal yang cukup penting...
;;ada apa ya mbak;;
tanpa basa-basi mbak jisoo menggeser amplop kehadapan Raisha;; Raisha ini gaji kami bulan ini maaf saya tidak bisa lagi mempekerjakan kamu disini;;
kelopak mata Raisha melebar seketika mbak jisoo baru saja memecatnya secara tiba tiba...
;;maksudnya saya diberhentikan mbak tapi apa alasannya;;(suara Raisha mendadak gementar ia masih membutuhkan pekerjaan itu sebagai tabungan untuk persalinannya nanti kalau dipecat tidak mungkin mendapatkan pekerjaan lain dalam waktu cepat)
;;ini semua permintaan tuan Rayzel satriya alixmawan kamu kenal dia;;(tanya mbak jisoo)
membuat Raisha terdiam tidak berani menjawab;;katanya beberapa hari lalu dia dan calon tunangnya mendapat perlakuan tidak sopan dari kamu;;
ingatan Raisha langsung mengarah ke Raihana apa ke calon tunangan yang dimaksud mbak jisoo adalah Raihana kerana saat itu Rayzel datang bersama Raihana...
;;tapi saya tidak melakukan apa-apa mbak wanita itu yang menabrak saya sampai pakaiannya kotor kena tumpahan kopi;;
;;saya mengerti Raisha tapi maaf saya juga tidak bisa berbuat apa-apa tolong terima gaji kamu ya semoga setelah ini kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik;;
ternyata benar ancaman Rayzel kala itu bahwa ia bisa menghancurkan hidupnya hari ini mungkin hanya dipecat dari pekerjaan kedepannya ia tidak tahu hal buruk apa lagi yang bisa dilakukan Rayzel kepadanya...
****
****
;; Raihana ada apa kenapa kamu menangis;;(mama vina mengusap bahu Raihana sejak lima minit lalu Raihana terus terisak-isak tanpa mengucapkan sepatah kata pun)
saat ini mereka sedang berada disebuah kafe tadi sepulang kantor Raihana meminta bertemu dengan mama vina untuk membahas sesuatu yang penting...
;; Rayzel tante;;(lirih Raihana semakin terisak-isak)
;; Rayzel kenapa;;
Raihana merai selembar tisu dan mengusap air mata yang membanjiri pipinya setelah mendengar membicaraan Raizel dan Raisha kemarin ia memutuskan memberitahu hal ini kepada mama vina mungkin saja ia bisa menghasut mama vina agar mendesak Rayzel untuk menyetujui perjodohan mereka...
;;ada apa sih Raihana ayo cerita sama tante ada apa dengan Rayzel;;(mama vina kembali bertanya saat Raihana tak kunjung memberi jawab)
;;tapi janji dulu kalau aku cerita jangan beritahu siapa pun termasuk Rayzel dan oma kalau Rayzel tahu aku bilang ke tante dia pasti marah besar sama aku;;
mama vina semakin penasaran apa yang handak disampaikan oleh Raihana sampai akan membuat Rayzel marah besar dan mengapa harus disembunyikan dari oma...
;;oke tante janji tidak akan memberitahu sesiapa pun;;
Raihana menarik nafas dalam ia harus bisa memanfaatkan keadaan ini dengan baik dan harus tepat sesaran agar tidak merugikan dirinya sembil terisak-isak ia mulai bercerita...;;kemarin Rayzel buru-buru keluar dari kantor katanya ada janji penting dengan seseorang tapi di agenda aku tidak ada pertemuan penting hari itu jadi aku diam-diam mengikuti Rayzel dari belakang;;
;;terus;;(mama vina tampak semakin penasaran)
;; ternyata Rayzel menamui seorang wanita tante aku mendengar pembicaraan mereka dan..;;(ia kembali menangis sejadi-jadi mata Raihana bahkan sudah merah kerana terlalu banyak menangis)
;;dan apa Raihana jangan buat tante takut begini;;
(Raihana menatap wanita itu);; ternyata Rayzel itu pernah sewa wanita panggilan untuk teman tidur tante dan sekarang wanita itu sedang hamil;;
informasi yang disampaikan Raihana membuat jantung mama vina seketika terasa nyeri beberapa saat dia membisu seakan tak percaya tak pernah terbayangkan sebalumnya bahawa putra yang ia banggakan kepada semua orang bisa melakukan hal memalukan seperti menyewa seorang wanita untuk teman tidur apa lagi sampai hamil ini bisa mencoreng nama baik keluarga alixmawan...
;;ka-kamu yakin Raihana kamu tidak sedang bercanda kan;;(akal sehat mama vina menuntun untuk tidak menelan mentah-mentah ucapan Raihana)
;;mana mungkin aku berani bercanda untuk hal seperti ini tante aku dengar sendiri pembicaraan mereka;;(mama vina masih diam lidahnya terasa kaku Raihana menatap wanita itu sembil menggenggam tangannya);; kebatulan aku kenal wanita itu tante dia tetangga lamaku setahu ku dia memang wanita bayaran;;
mama vina mengusap dada bola matanya tampak tergenang cairan bening...;;ya ampun Rayzel bisa bisanya dia melakukan semua ini;;
Raihana mengusap hujung matanya yang basah...;;tapi aku sengat yakin wanita jelang itu hamil dengan laki-laki lain bukan dengan Rayzel aku takut nanti dia akan menjebak Rayzel dan mengaku kalau anak dalam kandungannya itu anak Rayzel;;
;; kamu yakin anak yang dikandung wanita itu bukan anak Rayzel;;
;;aku yakin tante aku hanya takut Rayzel dijebak bisa saja wanita itu ngaku-ngaku kalau hamil anak Rayzel kan;;
rasa khawatir membuat mama vina merasakan sesak tak terkira disusul rasa nyeri tak tertahan di dada hanya dalam hitungan detik sekaliling terasa buram dalam penglihatannya wanita itu ambruk ia tak sedar kan diri lagi...
melihat itu Raihana pun jadi panik ia tak pernah menyangkah reaksi mama vina akan seperti ini padahal niatnya tadi hanyalah agar mama vina mendesak Rayzel agar cepat meresmikan hubungan mereka...
;;tante bangun tante;;
*****
****
akhir-akhir ini Rayzel sengat membanci pikirannya sendiri bayangan Raisha tak pernah lepas dari ingatan selalu saja menghantui bahkan saat Rayzel mencuba melupakan dengan menyibukkan diri dikantor namun hasilkan sama saja..
apa lagi semalam ketika menamui Raisha dikamar kost Rayzel terfokus dengan perutnya yang membesar ada gerakan-gerakan lucu diperut Raisha yang kemarin tertangkap oleh penglihatannya bayi didalam sana sengat aktif bergerak hingga muncul tonjolan kecil pada permukaan perut sengat menggemaskan...
;; kenapa aku jadi ingin sekali menyentuh perutnya;;
Rayzel tersedar dari lamunan ia melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya sekarang sudah jam pulang kantor tadi Raihana juga meminta izin untuk pulang lebih awal tidak tahu akan kemana Rayzel pun memutuskan meninggalkan gedung kantor..
mobil melaju dengan kecepatan sedang laki-laki itu menyempatkan diri mampir kesalah satu restoran favoritnya yang berada tak jauh dari kantor kebatulan ia memang balum makan apapun seharian ini sehingga membuat perutnya terasa perih....
Rayzel sudah duduk dimeja favoritnya yang ada di sudut ruangan dan dekat dari jendela seorang waiters.. datang untuk membawakan pesanannya..
baru akan menyantap menu lezat itu pikiran Rayzel seketika tertujuh semangkuk mie instan yang telah mengembang buatan Raisha entah mengapa memikirkan itu saja membuat hatinya terasa seperti ditusuk ribuan jarum....
niat Rayzel untuk makan pun urung selera makannya lenyap seketika ia mengangkat tangan sebagai simbol panggilan kepada seorang waiters...;; tolong semuanya dibungkus saja sekalian tambah satu porsi teriyaki chicken;;(pintanya)
__ADS_1
;;baik mohon ditunggu;;
berselang beberapa minit kemudian Rayzel meninggalkan restoran berkendara tanpa arah dan tujuan pikirannya kosong hingga saat ia memasuki sebuah gang sempit dan berhenti didepan sebuah rumah berlantai dua ia baru sedar...
kemudian melirik makanan yang tadi dibelinya direstoran sepertinya tidak apa-apa kalau ia berikan makanan itu kepada Raisha dari pada makanannya dibuang...
Rayzel turun dari mobil dan segera menuju kamar yang ia datangi kemarin namun setelah beberapa minit mengetuk tak ada respon dari penghuni didalamnya..
;; kemana dia seharusnya dijam segini sudah ada di rumah kan;;
pintu sebuah kamar tepat disemping kamar Raisha terbuka seorang wanita tampak keluar dari sana..;;cari siapa?;;
;; saya mau bertemu dengan wanita yang tinggal di kamar ini apa dia balum pulang';;
ada kerutan pada dahi wanita itu sorot matanya menyisiri tubuh Rayzel dari hujung kaki ke hujung kepala tetapannya seakan penuh tanya mau apa laki-laki berpenampilan eksklusif ini mendatangi Raisha...
;; Raisha sudah pindah tadi sore;;(ucapnya)
;;pindah;;(Rayzel tampak bingung mungkin ke Raisha diusir oleh pemilik kontrakan kerana tidak mampu membayar sewa tetapi bukan kemarin Rayzel memberi perintah kepada suga untuk membayar sewa kamar itu Selama satu tahun atau jangan-jangan suga tidak mengerjakan perintahnya...
;;iya tadi ada yang datang menjemputnya;;
;;siapa?;;
;; kalau itu saya tidak tahu dia seorang laki-laki mungkin seumuran bapak tadi saya tidak sempat tanya-tanya kerana mereka terburu-buru mungkin suaminya;;
tangan Rayzel mengepal geram pikirannya menebak bahwa laki-laki yang datang menjemput Raisha adalah ayah dari anak dalam kandungannya sepertinya Rayzel melakukan kesalahan besar dengan mendatangi tempat itu hanya untuk membawakan makanan kenapa juga ia harus peduli dengan anak dalam kandungan Raisha itu bukan benihnya...
baru saja Rayzel meninggalkan tempat itu tiba-tiba posel miliknya berdering pada layar tertera nama Raihana...
;;iya Raihana;;(ucap Rayzel sesat setelah panggilan tersambung)
;;kamu dimana Ray;;(suara Raihana sengat panik menciptakan kerutan dikedua Alis tebal Rayzel)
;; dijalan mau pulang;;
;;bisa ke kerumah sakit sekarang tante vina tadi pengsan di kafe aku ada dirumah sakit sekarang;;
;;mama pengsan bagaimana bisa;;(tentu saja khabar itu membuat Rayzel ikut panik ia langsung berjalan cepat ke mobil)
;;aku tidak tahu tadi kami cuma ngobrol dan tiba-tiba tante pengsan;;
Rayzel semakin panik setahunya sang mama tidak memiliki riwayat penyakit apapun dan selama ini mama vina termasuk orang yang menjaga pola makanya...
;;iya sudah kirim alamat rumah sakitnya aku segera kesana;;(Rayzel memutus panggilan kemudian buru-buru meninggalkan tempat itu)
*****
*****
setibanya di rumah sakit Rayzel harus dikejutkan dengan penjelasan dokter mama vina mengalami serangan 'jantung ringan beruntung saat ini sang mama sudah dalam keadaan sedar kondisinya stabil...
Rayzel sudah berada diruangan mama vina wanita itu duduk bersandar dengan wajah pucat dan tubuh masih lemah...
;;mama kenapa bisa pengsan sih;;(tanya Rayzel)
;;mama juga tidak tahu tiba-tiba saja mama pusing dan sesak untung tadi ada Raihana kalau tidak mama tidak tahu apa yang akan terjadi;;
rasa takut yang dirasakan Raihana seketika menghilang lega beruntung mama vina bisa menjaga rahsia..
;;Ray mama boleh minta sesuatu ke kamu;;
Rayzel mengangguk saja untuk saat ini apapun keinginan mama pasti akan ia turuti apa lagi mama dalam keadaan sakit...
;; mama sengat berharap kamu bisa menarima Raihana dia itu wanita yang baik dan tulus sama kamu;;
Rayzel bungkam tak tahu harus memberi jawab apa...
;; kalau kamu balum siap menikah tunangan aja dulu;;
;; tapi mah;;
;;Ray mama ini sudah tua melihat kamu menikah dengan Raihana adalah keinginan terbesar mama;;
Rayzel menghembuskan nafas panjang beberapa minit ia habiskan untuk menimbang ucapan mamanya wajah wanita itu tampak sengat memelas membuat Rayzel tidak tega...
;;ya sudah kalau itu keinginan mama tapi aku balum mau menikah aku dan Raihana tunangan dulu;;
;;benar Ray;;
;;iya mah;;
larut dalam rasa bahagia mama vina memaluk putranya itu...;; terima kasih Ray maafin mama yang agak memaksa mama cuma takut kamu akan terjebak dengan wanita yang tidak baik di luar sana jangan sampai kamu terjebak dan punya anak diluar nikah mama lebih baik mati daripada itu terjadi;;;
diluar ruangan Raihana tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya seperti seseorang yang baru saja memenangkan undian besar jika saja tidak sedang berada ditempat umum ia pasti sudah melompat kegirangan..
;;Yes ada gunanya juga menakut-nakuti tante vina ah sekarang Raisha dan anaknya sekalipun tidak akan bisa menghalangi aku untuk memiliki Rayzel;;
****
****
waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam ketika Raisha berjalan kaki dengan menyeret sebuah koper kecil udara malam itu cukup dingin menusuk ketulang bumi sedang diguyur hujan deras sebuah halte bus menjadi pilihan Raisha untuk mengistirahatkan kakinya yang pegal dan sekaligus berteduh....
malam ini Raisha tak tahu harus kemana tak ada teman atau saudara untuk tempatnya mengaduh ia sendirian sebatang kara sementara ada nyawa yang bersemayam di dalam rahimnya yang butuh perlindungan....
;; sayang kamu yang kuat ya kita pasti bisa meliwat semua ini begitu kamu lahir nanti mama akan berkerja lebih keras supaya kamu tidak kekurangan apapun;;
Raisha membuka tas dan mengeluarkan sebuah dompet is masih memiliki beberapa ratus ribu mungkin masih cukup untuk membayar kontrakan baru yang sederhana dan sisanya bisa untuk bekal hidup beberapa hari kedepan sembil mencari pekerjaan...
Raisha tidak akan membiarkan anaknya nanti mengalami kemalangan sepertinya dimasa kecil dia akan hidup dengan limpahan kasih sayang dan Raisha akan melakukan apa pun untuk itu...
perhatian Raisha tertujuh pada sebuah brosur yang menempel di dinding kaca halte bus sebuah iklan lowongan kerja di katering mungkin tidak ada salahnya jika Raisha melamar kerja di sana ia memiliki pengalaman berkerja dikatering dan bisa masak beberapa menu...
*****
*****
__ADS_1
sementara diseberang sana Rayzel sedang mengemudi menatap derasnya guyuran hujan malam ini rencana ia akan pulang sebentar kerumah untuk mandi dan ganti baju kemudian kerumah sakit lagi untuk menemani mama malam ini kata dokter jika kondisi mama sudah membaik besok pagi sudah boleh pulang...
sepanjang jalan Rayzel memikirkan apakah keputusannya untuk menerima perjodohan dengan Raihana sudah tepat atau tidak entah akan ada penyesalan dihari mendatang atau tidak ia tidak tahu yang pasti ia melakukan semua hanya untuk mamanya
Sekilas Rayzel melirik kearah halte dari sana ia dapat melihat seorang wanita sedang duduk seorang diri dengan menyilangkan kedua tangan didepan dada mungkin sedang menahan tikaman udara dingin...
;;aku pasti sudah gila. kenapa aku seperti melihat Raisha?;;
lagi-lagi pikiran Rayzel tertujuh pada Raisha bagaimana jika Raisha sedang kedinginan kehujanan atau bahkan kelaparan diluar sana namun pikiran konyol itu ia buang jauh-jauh
Rayzel menekan pedal gas membuat mobil melaju meninggalkan tempat itu..
****
****
dirumah
Raihana tampak penuh semangat ketika memberitahu kejadian tadi pada bu Farah ia berbicara dengan mata berbinar-binar...
;; Rayzel sudah menyetujui keinginan tante vina untuk menjodohkan kami bu akhirnya aku akan mendapatkan Rayzel;;
;;wah itu benar-benar berita bagus Raihana ibu ikut senang ingat kalau nanti kamu menikah dengan Rayzel dan hidup senang jangan lupakan ibu;;
;; tidaklah bu pokoknya ibu juga akan ikut hidup senang kalau aku menikah dengan Rayzel nanti aku akan beli rumah lebih besar untuk ibu;;
keduanya tertawa bahagian namun kemudian bu Farah ingat semalam saat Raihana mengamuk membabi buta dan menghancurkan seisi kamarnya kerana marah dengan Raisha....
;;tapi bagaimana dengan Raisha bukannya kamu bilang Raisha sedang hamil anak Rayzel;;
;;aku sudah bereskan dia bu. aku komplain pakai nama Rayzel agar dia dipecat dari kafe itu tadi aku juga mendatangi dia di kontrakannya;;
;;untuk apa kamu ke kontrakannya;;
;;buat ancam dialah aku juga habis sogok tetangga sebelah kamarnya pokoknya urusan Raisha sudah beres bu sekarang tidak ada lagi yang bisa menghalangi aku mendapatkan Rayzel;;
***"
****
satu minggu kemudian
berita tentang pertunangan Rayzel dan Raihana tersebar begitu cepat dikalangan karyawan banyak yang mengeluh-eluhkan keberuntungan Raihana yang akhirnya mendapatkan big bos padahal ia hanya seorang sekretaris....
acara pertunangan pun akan digelar dalam beberapa hari mendatang Raihana dan mama vina sudah sibuk menyiapkan acara pertunangan yang direncananya akan digelar disebuah hotel mewah...
;; pertunangan kamu dengan Raihana bikin heboh seisi kantor;;(ucap j-hope yang tiba-tiba masuk keruangan Rayzel dengan membawa beberapa map)
Rayzel yang masih berkutat dengan laporan perusahaan hanya melirik sekilas nyatanya ia tidak begitu peduli dengan berita-berita yang beredar.. semuanya terasa hampa tak ada sedikitpun rasa bahagia dihatinya...
;;oh ya aku masih penasaran apa yang membuat mu menerima perjodohan itu bukannya kamu tidak suka dengan wanita karier dan lebih suka wanita rumahan;;(lanjut j-hope memandang Rayzel penuh tanya)
;;ini demi mama lagi pula saat ini aku balum punya calon lain ku pikir tidak ada salah menuruti keinginan mama;;
;;wow;;(j-hope terpukau) seorang Rayzel yang selama ini menentang perjodohan itu dengan keras kini tunduk pada kekuasaan ibunda ratu..;;ajaib sekali ini benar-benar diluar prediksi BMKG;;
;;dan akan diluar prediksi suku maya kuno kalau kamu tidak cepat-cepat keluar dari sini;;(balas Rayzel)
mendadak suasana ruangan terasa menjadi horor bak kuburan apa lagi setelah melihat wajah Rayzel yang datar...
****
****
Raihana sedang merasa menduduki tehta tertinggi sejak Rayzel memutuskan menerima perjodohan itu ia jadi besar kepala dan kerap membuat seenaknya terhadap staf lain ia tidak segan-segan menegur atau memarahi siapapun yang melakukan kesalahan sekecil apapun...
siapapun yang berani membentah akan ia beri ancaman berupa pemecatan sebagai calon istri bos tentu saja banyak yang ketakutan dengan ancaman itu..
seperti saat ini ia sedang merasa kesal serangan mati setelah hampir terpeleset dilobi seorang petugas kebersihan tak luput dari amukannya ..
;; kamu ini kalau kerja yang benar ingat saya adalah calon istri tuan Rayzel dan saya bisa memacat kamu kapan saja;;
;;saya benar-benar minta maaf bu saya akan pil ulangan lantainya;;(wanita itu menundukkan kepala tak lagi berani mengangkat kepala untuk menatap wanita dihadapannya beberapa hari belakang ini sikap Raihana memang semakin Arogan....
;;yang bersih saya tidak mau terpeleset lagi hanya karna kerjaan kamu yang tidak becus;;
;;baik;;
Raihana yang sibuk memarahi karyawan bahkan tidak menyedari kedatangan mama vina...mama vina berada dalam posisi cukup berjarak dengan Raihana namun masih dapat mendengar suara bentakkan keras Raihana...
mama vina sedikit terkejut sebab ini kali pertama ia melihat Raihana menegur seorang pekerja dengan kelimat yang menurut cukup kasar padahal Rayzel saja yang pemilik perusahaan tidak pernah memperlakukan karyawannya sekasar ini...
pelan-pelan wanita itu mendekat dan berdiri tepat dibelakang Raihana petugas kebersihan yang ada disana tampak menunduk..
;; setelah ini bersihkan ruangan saya awas kalau kerja kamu tidak beres;;
;; Raihana;;
Raihana sekatika tersentak mendengar suara yang menyapa dari belakang tentu saja ia hafal benar pemilik suara itu..
Ragu-ragu ia menoleh Raihana hanya dapat mengulas senyum saat wanita itu menatapnya penuh tanya...
;;ada apa Raihana kenapa kamu marah-marah;;
;gugup Raihana mengusap punggung lehernya...;;aku tidak Marah mah aku hanya menegur karyawan yang kerja kurang bagus lantai terlalu licin kalau ada yang jatuh kan bahaya;;
Raihana melirik petugas kebersihan tadi yang sikapnya galak jadi berubah sekatika ramah...
;;oh ya tumben mama tiba-tiba ke kantor;;(sejak menyetujui perjodohan itu Raihana mengganti panggilan dari tante menjadi mama)
;;mama kesini untuk menanyakan soal mami kamu mami kamu akan pulang di hari pertunangan kelian kan;;
pertanyaan itu membuat sekujur tubuh Raihana meremang...
Mami? mami dari mana mami yang selama ini mengurus perusahaan tambang diluar negara hanyalah kerangan bebas Raihana semata tokoh fiktif yang dibuatnya dengan penuh kebohongan...
******
__ADS_1