
Raisha merasakan seluruh tubuhnya meremang melihat nama yang ada di layar ponsel. ingin menjawab tetapi ragu. akhirnya ia memilih untuk mengabaikan panggilan itu dan baru bernapas lega setelah ponsel berhenti berdering.
;; kenapa tidak di jawab nona?;; jennie melayangkan tetapan heran. Karna Raisha tak menjawab panggilan itu dan malah membiarkannya.
;;Emh... kira-kira mau apa dia menghubungi ku?;; Raisha tersenyum penuh keraguan. entah mengapa ditelefon Rayzel. seperti ditelefon malaikat maut. membuatnya Merinding cemas dan takut. padahal lelaki itu bersikap sengat baik terhadapnya meskipun sengat galak.
;; mungkin ada sesuatu yang mau di bicarakan dengan anda.;; tutur jennie.
;; kalau begitu nanti saja aku bicara dengannya.;;
;;tapi tuan mungkin akan marah kalau anda mengabaikan panggilannya. setidaknya biar tuan tahu kalau ponselnya sudah sampai ke tangan anda.;;
baru saja jennie selasai berucap. ponsel sudah kembali berdering. Raisha merasa nafasnya sudah tertahan di tenggorokan.
;; jawab saja nona! siapa tahu memang ada yang perlu dibicarakan tuan dengan anda.;; bujuk jennie akhirnya berhasil meluluhkan Raisha. jennie mungkin akan mendapat masalah jika Raisha tidak menjawab panggilan itu.
meskipun Aga gemetar. ia menggerakkan jempolnya pada simbol berwarna hijau. sembil menarik nafas untuk menghilangkan gugup.
;;iya tuan?;; sepa Raisha sesaat setelah panggilan terhubung.
;; bukannya tadi aku sudah bilang jangan panggil tuan lagi?;;nada sarkas itu menjadi sembutan pertama bagi Raisha.
;;Ah. iya! maaf. saya lupa;; Raisha menjawab cepat. lantas kalau tidak memanggil tuan. harus memanggil apa? bukankah sengat tidak sopan jika hanya memanggil dengan nama saja.;; kalau begitu anda ingin saya panggil apa?;;
;; terserah asal jangan tuan!;; sembur Rayzel setengah galak.
;;baik.;; Raisha berusaha agar suaranya terdengar seceria mungkin.
;;oh ya. aku hanya mau memberitahu tentang jennie. mulai hari ini dia yang akan membantu kamu mengurus boy. jadi kamu bisa santai sedikit. soal keamanan boy tenang saja. jennie itu bisa di percaya.;;
;; terima kasih tuan.;;
;;kamu memanggil ku tuan lagi!?;; ada nada penekanan dari setiap kata yang terucap dari mulut lelaki itu.
;;saya tidak sengaja. maafkan saya! kalau begitu saya akan memanggil bapak saja. bagaimana?;;
__ADS_1
hela nafas Rayzel terdengar berat. selama beberapa saat terdiam.;; hey! sejak kapan aku menikahi ibumu sampai kamu memanggil ku bapak!;; pekik Rayzel membuat Raisha terlonjak.
;; jadi saya harus panggilan apa?;; Raisha merasa serba salah. memanggil tuan salah. memanggil bapak juga salah. lalu apa maunya tuan Rayzel ini?.
;;itu tugas mu untuk mencari tahu harus memanggil ku apa!;;
Rayzel memutus panggilan secara tiba-tiba. membuat Raisha menjatuhkan benda itu. dari daun telinganya. kemudian menatap nanar layar ponsel sembil memikirkan panggilan cocok untuk Rayzel.
;; memangnya dia suka dipanggil apa? apa susahnya dia memberitahu? malah membuat teka teki seperti ini entah apa maunya.;; ucap Raisha dalam hati.
padahal hanya nama panggilan saja. tetapi sudah membuat Raisha pusing tujuh keliling bahkan menjelang sore ia masih di pusingkan dengan memikirkan nama panggilan yang tepat untuk tuan Rayzel.
***********
Raisha duduk disofa dengan sebuah remote kontrol di tangannya. matanya tertujuh pada televisi yang menyala. tetapi pikirannya terbang ke tempat lain. hari ini tubuhnya terasa melas bergerak.
;;nona....;; panggilan jennie membuyarkan konsentrasi Raisha.
wanita itu menoleh sejenak.;; ada apa?;;
sejenak Raisha melirik piyama kebesaran milik Rayzel yang membalut tubuhnya. seperti dia memang harus membeli pakaian baru. tidak mungkin terus menggunakan piyama Rayzel. apa lagi lelaki itu terang-terangan melarangnya kembali ke kontrakan lama untuk mengambil pakaian yang tertinggal.
;;tapi bagaimana dengan anakku? aku tidak mungkin meninggalkannya disini sendirian.;;
;;anda tenang saja. saya yang akan menjaganya. anda bisa menyimpan ASI ke dalam wadah untuk nanti saya berikan padanya.;;
;;apa itu tidak merepotkan mu?;;
;; tentu saja tidak. tuan sudah menugaskan saya untuk membantu anda.;;
akhirnya Raisha mendengarkan saran dari jennie. ia segera kembali ke kamar untuk membersihkan diri dan menggantikan pakaian. urusan baby boy aka ia percayakan sepenuhnya kepada jennie. bukankah tuan Rayzel juga percaya dengan wanita itu.
;; sudah siap nona?;; tanya jennie ketika melihat Raisha keluar kamar.
;; sudah. maaf sudah menunggu lama.;; ucapnya sungkan.
__ADS_1
;; tidak apa-apa nona. kamu selalu siapa melayani anda.;;
jennie berjalan kearah pintu dan membukanya. Raisha mengikuti di belakang punggungnya. wanita itu pun kembali dikejutkan dengan dua pria bertubuh besar yang berdiri di ambang pintu. Raisha memandang dari hujung kaki ke hujung kepala. kemudian langsung bersembunyi di balik punggung jennie.
tiba-tiba saja satu malam itu terbayang di pikiran Raisha. kala itu ia juga di seret tanpa balas kasih oleh dua lelaki bertubuh besar.
;; siapa mereka?;; tanya Raisha.
jennie merasa heran melihat sikap nyonya bos. yang terlihat sengat ketakutan.
;; mereka ini pengawal yang ditunjuk tuan untuk menjaga anda. nona. jadi selama anda berada diluar rumah mereka yang akan bertanggung jawab keselamatan anda.;;
;; menjaga keselamatan ku?;;
;;iya. benar!;;
Raisha melirik ketakutan. penjelasan jennie itu tidak langsung di telan mentah-mentah. bagaimana kalau semua ini hanya trik licik Rayzel untuk memisahkannya dari boy? bagaimana kalau dua orang ini ternyata di tugaskan untuk menculik dan membawanya ke suatu tempat. apa lagi saat ini boy hanya ditinggal dengan pengasuhnya di apartemen.
dan bukan hanya dua pria itu yang membuat Raisha terkejut. tetapi juga kehadiran seorang wanita yang tidak asing berdiri tepat di hadapannya.
;;kak Raihana. kenapa dia ada disini?;;(batinnya)
sepasang mata Raisha membeliak. ia pasti sudah terhuyung kebelakang jika tidak berpegang pada pintu. selama beberapa saat ia terdiam di tempatnya. ingin mengucapkan sesuatu tetapi lidahnya kaku. sejak pagi hingga sore ini. Rayzel selalu memberi kejutan tak terduga yang berhasil membuat jantungnya seperti ingin tercabut.
sementara Raihana terlihat membungkukkan kepala dengan sopan. ada senyum tipis di sudut bibirnya meskipun tampak sengat terpaksa. sorot matanya sejenak memindai Raisha dari hujung kaki ke hujung kepala.
;; selamat sore. nona Raisha!;;
mendengar panggilan sopan dari Raihana itu. membuat seluruh tubuh Raisha terasa meramang. dulu jangankan berbicara sopan. Raihana bahkan sengat kasar dan saring membentak.
salah satu pria membungkukkan kepala dengan sopan.;; nona ini adalah Raihana. sesuai perintah tuan. dia yang akan melayan anda selama berbelanja hari ini. kalau layanannya kurang memuaskan. beritahu kami saja. biar kami yang akan menghukumnya!;;
__ADS_1