Hanya Satu Malam

Hanya Satu Malam
bab 30


__ADS_3

bola mata Roni melotot sekatika. ia yang masih terduduk di lantai itu mengumpulkan tenaga dan bangkit. memohon adalah jalan terbaik yang dapat menyelamatkan hidupnya sekarang..


;; Ampuni saya. tuan!;; (ucapnya seraya memasang wajah sememelas mungkin);; tapi saya berkata benar. wanita itu memang seorang wanita panggilan. seseorang pernah membayarnya sebanyak satu miliyar untuk semalam!;;


kedua alis tebal Rayzel saling bertaut. dari mana Roni tahu tentang hal itu. padahal Rayzel memerintahkan agar malam itu di rahsiakan..;;dari mana kamu tahu tentang itu?;;


;;saya tahu dari tempat hiburan malam milik mami Lina. mereka pernah menjualnya pada seorang laki-laki itu. datang lagi untuk mencari wanita ini. mungkin. mau di sewa lagi. tuan!;;


;; siapa nama yang memberitahu mu?;;


;; Rafael. tuan! dia teman saya yang berkerja untuk tuan din dan mami lina. malam itu dia yang menghantar tuan din membeli wanita itu.;;


Rayzel semakin geram rasanya. ia melirik anak buahnya..;;cari orang yang bernama Rafael. dan potong lidahnya! berani sekali dia membicarakan tentang malam itu dengan orang lain!;;


bukannya tenang. Roni kembali gemetar.matanya melotot seperti hendak keluar dari tempatnya saat mendengar perintah yang mengerikan itu.


Rayzel menatap Roni. Kali ini lebih mengintimidasi dibanding sebelumnya..;;jadi. ucapan mu tadi bahwa Raisha yang duluan merayu mu itu benar?;;


detik itu juga sayatat pisau tajam pada lidahnya terbayang dalam pikiran Roni. membuat seluruh tubuhnya lemas tak bertenaga..


;; tidak-tidak! saya jujur. tuan! saya berbohong! Raisha memang tidak merayu saya. saya Yang gelap mata dan menawarkan uang padanya untuk melayani saya.;;


jika Roni berpikir kemarahan Rayzel. akan reda jika ia berkata jujur. maka salah besar. kerana kelimat yang di terlontar dari mulut laki-laki itu semakin membakar emosi Rayzel..


;; Apa kamu sudah bosan hidup!;; teriak Rayzel. menerjang menghantamkan kepalan tinjunya ke wajah dan tubuh Roni. hingga kembali tumbang..


sejenak j-hope melirik Raisha yang terduduk mendekap bayinya. kemudian langsung menarik lengan Rayzel dan menahan dadanya sekuat tenaga. hampir saja j-hope terjengkang ke belakang jika tidak memiliki keseimbangan tubuh yang baik. ia tahu betul seperti apa Rayzel jika sudah marah. nyawa orang lain pun akan di anggap mainan..


;; tahan Ray! tahan! kamu tidak perlu repot-repot menghadapi sampah seperti dia. serahkan pada ku saja! kalau mau menghabisinya biar kami yang lakukan!;; (sebelum Rayzel bertindak lebih jauh. j-hope memberi isyarat kepada anak buahnya);; cepat. seret orang itu keluar!;;


tiga orang anak buahnya bergerak cepat. menggelandang Roni keluar dari rumah itu. sementara Rayzel masih tampak mengatur nafas demi mengurangi amarah yang mendidih..


;; bujuk Raisha baik-baik dulu. kejadian ini bisa saja membuatnya trauma. akan urus laki-laki itu.;;


setelah Rayzel tenang. j-hope menepuk bahu sepupuhnya itu. dan memilih keluar dari rumah agar Rayzel memiliki waktu untuk bicara berdua dengan Raisha. urusan Roni akan ia serahkan kepada polisi..


Rayzel menarik napas dalam-dalam. manik hitamnya meneliti setiap bagian rumah itu. dalam sekejap sesak kembali menghimpit dadanya membayangkan bagaimana Raisha dan putranya menghabiskan waktu di tempat yang baginya tidak layak di huni itu. tidak hanya sempit pengap dan panas. rumah itu juga banyak nyamuk. tidak ada apapun disana selain kasur busa yang sudah lapuk. sebuah meja kecil dengan kompor dua dan kantongan plastik berisi beberapa bungkus mie instan murah. berhasil mengoyak hati Rayzel..

__ADS_1


ia kembali meraup banyak-banyak udara. kemudian perlahan mendekati Raisha. dan berjongkok di hadapannya. dilihatnya wanita itu gemetar menahan tangis sembil mendekap putranya erat-erat. dahinya berkeringat. Rambut acak-acakan dan pakaiannya sobek. balum lagi ada banyak lecet di sekitar tubuhnya. sebelah tangan Rayzel menghulur mengusap sudut bibir Raisha yang mengeluarkan darah. tangisan baby boy yang masih terdengar membuat Rayzel menghulur kedua tangannya..


;;sini sebentar. biar aku yang tenangkan.;;


Raisha menggeleng cepat. kedua tangannya semakin erat mendekap putranya. isak tangis kembali memacah kesunyian. Raisha bahkan tak berani untuk sekedar mengangkat kepala menatap Rayzel..


;; tolong jangan sakiti anak saya. tuan. apa salah anak saya sampai anda mau mengambilnya. sayalah yang memutuskan untuk melahirkannya. tolong jangan ambil dia. saya berjanji setelah ini akan membawanya pergi ketempat yang jauh. dia tidak akan menjadi aib untuk anda. kerana Saya akan merahsiakannya dari semua orang. tapi tolong biarkan anak saya hidup. tuan.;;


meskipun suara Raisha tersedat-sedat kerana bercampur isak tangis. namun. masih dapat di tangkap jelas oleh Rayzel. menciptakan rasa seperti tikaman benda tajam pada hatinya..


;; tidak. Raisha. kamu salah faham. aku tidak akan mengambilnya dari mu. dia akan tetap bersama mu. aku berjanji akan memberi kehidupan layak untuk kelian.;;


namun. bujukan Rayzel tak langsung di telan mentah-mentah oleh Raisha. wanita itu masih menggeleng dengan mebdekap baby boy yang menangis. ia akan melindungi putranya. sekalipun nyawa taruhannya..


;; tidak! anda berbohong!;; (lirih Raisha. suaranya masih terdengar gemetar);; orang terhormat seperti anda. tidak akan mau punya anak dari wanita miskin seperti saya. kelian hanya akan mengambil anak saya dan mungkin akan melenyapkannya untuk membersihkan nama anda. be-begitu kan?;;


Rayzel hendak menyentuh bahu Raisha. tetapi langsung di tepis oleh wanita itu.


;; ti-tidak. tuan. tolong biarkan saya pergi dari sini. biarkan anak saya hidup.;;


;;Apa aku akan tega menyakiti anakku sendiri? aku tidak segila itu. Raisha!;;(bujuk Rayzel sekali lagi);; tolong berikan dia sebentar padaku. lihat. dia terus menangis.;;


hingga pandangan Rayzel mengarah pada meja. ia bangkit dan merai sebilah pisau. kemudian ia serahkan kepada Raisha..


;; kalau aku macam-macam. kamu bisa gunakan pisau ini untuk menyerang ku!;;


Raisha memberanikan diri mendongakkan kepala demi menatap lalaki itu. Rayzel lantas meletakkan pisau tepat di sebelah Raisha. kemudian menghulurkan tangan kearah putranya..


;; percaya padaku. Raisha. aku hanya mau menenangkannya. mungkin dia ketakutan kerana mamanya terus menangis.;;


perlahan pelukan Raisha pada tubuh mungil itu merenggang. entah mengapa bujukan Rayzel membuatnya luluh. apa lagi putranya terus menangis dari tadi. Raisha takut bayi kecil itu akan sakit. namun. ia tetap waspada dengan menggenggam gagang pisau. akan ia gunakan untuk menyerang Rayzel jika berani macam-macam..


;;sini sama papa. sayang.;; Rayzel berbisik lembut. ia peluk dan kecup bayi kecil itu. demi melepaskan kerinduan. matanya sekatika terbalut kristal bening melihat putranya yang sudah lebih besar dibanding saat terakhir kali ia menimangnya..


seperti sebuah keajaiban. begitu Rayzel menyandarkan tubuh kecil itu di dadanya. secara perlahan tangisan mulai reda. bayi itu mulai tenang dan nyaman berada dalam pelukan papanya..


;;Ah. jadi dari tadi mau sama papa. ya?;; lagi Rayzel berbisik. satu tangannya bergerak membelai kepala dan punggung putranya..

__ADS_1


kelembutan Rayzel terhadap bayinya membuat Raisha terkesima. meski begitu ia tetap memasang sikap waspada dengan mengawasi dari tempatnya duduk. ingin berdiri. namun kakinya terasa lemas tak bertenaga kejadian tadi masih menyisahkan trauma..


beberapa minit kemudian


suasana mulai tenang. tangis baby boy sudah menghilang. sekarang ia sedang terlelap dalam hangatnya pelukan sang papa. mungkin ia juga rindu Sama seperti Rayzel yang sengat merindukannya selama ini..


;; Raisha. aku mohon ikut denganku. aku sama sekali tidak ada niat memisahkan kamu dari boy. aku akan bertanggung jawab atas kamu dan dia.;;


Raisha tergugu. tetapan penuh curiga ia arahkan kepada Rayzel. benarkah apa yang di katakan laki-laki itu? ataukah semua hanya topeng untuk menutupi tujuan sebenarnya..


;;Apa yang harus ku berikan supaya kamu percaya?;;(Rayzel berpikir sejenak);; baiklah. aku punya senjata api. aku akan berikan padamu. kalau aku macam-macam. kamu bisa menembak ku sampai mati.;;


akhirnya kelimat penuh kebohongan itu terucap. apapun akan di lakukan Rayzel untuk meyakinkan Raisha. sekalipun harus dengan kebohongan..


kehadiran j-hope pun memutus pembicaraan itu. ia mendekati Rayzel yang sedang menimang bayinya.


;; sebentar lagi hujan. lebih baik kita segera pergi dari sini. oh ya. urusan laki-laki tadi biar kita serahkan pada polisi saja.;;


Rayzel setujuh. beruntung tadi ada j-hope yang menghentikannya. jika tidak. ia pasti sudah membunuh laki-laki itu dan mungkin akan merugikan dirinya sendiri.


;; Kalau begitu bawah anakku ke mobil?;;


;;Aku?;;(j-hope terperanjat. urusan gendong bayi adalah hal yang tak pernah ia lakukan.;;Em.. baiklah. sini!;;


melihat itu. Raisha bereaksi cepat. bagaimana kalau itu adalah akal-akalan mereka untuk membawa anaknya ke tempat lain..;;tidak! tidak! berikan dia pada saya saja. tuan. saya masih bisa jalan sendiri!;;


Raisha hendak bangkit dengan bertumpu pada satu kaki. sebab sebelah kakinya masih terasa ngilu. ia memaksakan diri melangkah kearah Rayzel. namun sekatika hampir terhuyung. beruntung Rayzel bergerak cepat dengan Merai pinggangnya..


;; j-hope berikan boy padanya!;;


j-hope tak banyak bicara. ia serahkan bayi kecil itu ke tangan mamanya. begitu Raisha mendekapnya di dada. Rayzel mengangkat tubuh Raisha dan membawanya menujuh mobil..


;;,Tuan. anda mau membawa saya kemana?;; Raisha memberanikan diri bertanya. kakinya meronta-ronta seolah meminta diturunkan..


Rayzel menghentikan langkahnya sejenak dan menatap Raisha..


__ADS_1




__ADS_2