Hanya Satu Malam

Hanya Satu Malam
bab 22


__ADS_3

;;bayi nona Raisha sudah dipindahkan ke ruang perawatan dua jam lalu. kebatulan kondisinya sudah stabil. pernafasan normal dan berat badannya sudah mencukupi.;; jawapan dari suster membuat Rayzel merasa lega. seperti baru saja mengatasi sebuah masalah besar. lalaki itu terlalu takut. jika sesuatu yang terjadi terhadap putranya..


setelah menormalkan detak jantung yang memburu. Rayzel menujuh kamar Raisha yang berjarak tak begitu jauh dari ruangan khusus bayi. ia membuka pintu secara perlahan. menyorot setiap sudut ruangan itu. ada kerutan tipis pada kedua alis tebalnya..


ruangan luas nan mewah itu tampak sengat sunyi. tak ada Raisha mahupun bayinya. hanya sebuah box bayi yang berjejeran dengan ranjang pasien.


;; Raisha....;; kaki panjang Rayzel menjejaki ruangan itu. melirik sebentar kearah kamar mandi. lampu yang padam menjadi petanda bahwa wanita itu tak ada di dalam sana..


panik Rayzel mempercepatkan langkah keluar kamar. menghampiri meja petugas yang berjaga..


;;suster. kemana pasien di kamar sebelah? kenapa tidak ada?;; tanpa sedar Rayzel nyaris membentak. membuat wanita yang duduk disana terlonjak. namun. demi memberikan pelayan sempurna. sang perawat berusaha memasang senyum santun..


;; sepertinya nona Raisha masih di balkon. tuan. beberapa minit lalu beliau meminta izin berjemur bersama bayinya.;;


lagi-lagi Rayzel menghela nafas. entah mengapa sekarang ia merasa agak parno. Raisha hilang sedikit saja dalam pengawasannya sudah membuatnya Kelang kebut..


tanpa kata. Rayzel langsung menujuh balkon yang lokasinya cukup berjarak dari kamar. matanya mengedar sekaliling demi mencari. namun. Raisha juga tak ada disana..;; tidak ada disini lalu dimana dia?;;


perhatian Rayzel lalu terfokus pada kaos kaki bayi. berwarna biru tergeletak di lantai ia berjongkok memunguti benda kecil itu..itu milik putranya. Rayzel yang membelikan beberapa hari lalu..


********


suasana rumah sakit di selimuti ketegangan pagi itu berjemur dan menikmati menteri pagi di balkon. rupanya hanya sebuah alasan. Raisha menghilang secara tiba-tiba dan tak meninggalkan pesan sama sekali..


satpam dan parah petugas lainnya sudah menyisiri sekitar rumah sakit untuk mencari. semua gerbang pun ditutup pengunjung yang akan keluar dengan mobil. diperiksa dengan teliti. namun. sosok Raisha tak juga ditemukan. menghilang bak di telan bumi..


;;apa saja yang kelian semua lakukan? bukankah saya sudah minta pelayanan dan keamanan ditingkatkan? kenapa kelian semua masih saja lalai?;; Rayzel menipiskan bibirnya kala berbicara. berusaha menekan suara agar sampai tidak membentak namun. manik hitam legamnya menyorot dengan tajam. siapapun yang beradu pandanga dengannya dibuat Merinding..


tak terkecuali direktur rumah sakit pria berbadan besar itu tak berkutik ketika Rayzel mendiktenya dengan kalimat penuh tuntutan. ia sedar betul situasi yang dihadapi. kemarahan seorang Rayzel satriya alixmawan. bahkan sanggup membuat rumah sakit yang dipimpinnya mendapat citra buruk oleh masyarakat..


;; maafkan saya. tuan. tadi saya yang menemani nona Raisha duduk di balkon. kemudian nona minta saya pergi ke kafe rumah sakit untuk memesan jus dan makanan untuknya. saya tidak berpikir kalau nona Raisha akan pergi. Kerana beliau terlihat sengat senang. menghabiskan waktu dengan bayinya.;; ucapan seorang wanita berseragam serba putih. kepalanya tertunduk. jemarinya saling meramas. tubuhnya terlihat jelas gemetar..


sepasang mata Rayzel terpejam. hela nafasnya berat. keadaan ini memaksanya untuk meredam amarah yang semakin membuncah. jika sampai lepas kendali. semua petugas rumah sakit pasti sudah di maki habis olehnya..


;;lebih baik sekarang kita periksa rakaman CCTV. kita bisa melihat keberadaan Raisha disana.;; ditengah ketegangan yang melanda. j-hope berusaha untuk tetap bersikap tenang.


mereka menujuh ruang kendali. untuk memariksa rakaman CCTV...Rayzel pun kembali dibuat geram oleh rakaman yang menayangkan detik-detik Raisha berjemur di balkon. dengan menimang bayinya. kemudian langsung pergi setelah suasana sekitar terlihat lengang..


ia berjalan terseok-seok akibat kondisi fisiknya yang balum pulih sepenuhnya. gerbang belakang yang hanya dijaga oleh dua orang security. memudahkan Raisha untuk keluar dengan cara menyelipkan tubuhnya disemping mobil yang yang hendak melintas keluar..


dan seolah semesta mendukung. Raisha langsung naik ke sebuah bus yang terhenti tepat di gerbang rumah sakit..


;;dia nekat naik bus dalam keadaan tubuhnya yang belum pulih.;; j-hope hampir tak percaya..


mendadak Rayzel merasa dadanya sesak. hal pertama yang ada di pikirannya adalah baby boy yang mungkin akan kepanasan di dalam bus. atau mungkin akan menghirup udara yang tidak sehat akibat penumpang dan sebagainya..


;; kemana Raisha akan membawa anakku? kenapa dia sebodoh itu? bagaimana dia akan merawatnya sendirian?;;


melihat amarah Rayzel yang semakin memuncak. j-hope berusaha menenangkan..;; tenang dulu. kita pasti menemukan mereka secepatnya. Raisha tidak mungkin pergi jauh kan?;;


;; kalau begitu kerahkan banyak orang untuk mencarinya. periksa semua perbatasan kota. jangan sampai Raisha membawa anakku keluar kota!;;


Rayzel melangkah keluar. j-hope langsung berdiri mengikut sang bos. setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada petugas kendali.


*******

__ADS_1


langkah Raisha tertati. saat memasuki pagar sebuah rumah. rumah inilah tempatnya berlindung yang paling aman untuk selamanya..


Raisha merasa beruntung. kerana bu Rini sang pemilik rumah. tidak mengharuskannya membayar sewa. Raisha cukup merawat dan menjaga kebersihan rumah kecil yang ditempatkannya..


Rumah bu Rini itu terdiri dari dua bagian. satu bagian ia huni dengan anak lalakinya. Roni. yang jarang pulang kerana berkerja di luar kota. sementara satu bagian lagi menyerupai sebuah Pavilion yang sekarang ditempati Raisha..


bu Rini tempak keluar dari rumah setelah mendengar ada yang membuka pagar ia tampak terkejut. setelah melihat Raisha datang dalam keadaan perut sudah kempes dan mengendong bayi kecil..


;; Raisha dari mana saja kamu beberapa hari ini? kenapa tidak ada kabar?;; tanya wanita itu sembil melangkah kearah Raisha.


Raisha memaksakan senyum di bibirnya. saat ini tubuhnya terasa sengat lelah setelah melarikan diri dari rumah sakit. wajahnya terlihat pucat dan berkeringat..;; maaf. bu. saya tidak sempat.;;


;; iya tahu. tidak apa-apa yang penting kamu baik-baik saja. apa ini anak kamu?;; tanya wanita itu lagi..


;;iya. bu.;; Raisha menatap wanita itu. takut setelah menghilang beberapa hari. ia takut jika bu Rini. tidak akan mengizinkannya kembali tinggal dirumah itu..;; bu. apa saya masih boleh tinggal disini?;;


;;tentu saja boleh. Raisha. ayo kita masuk! di luar panas. kasihan anak kamu.;;


melihat keadaan Raisha yang sengat lemah. bu Rini membantu mengendong bayi kecil itu masuk ke kamar dan membaringkannya di atas kasur busa.. wanita baik itu juga membantu Raisha merapikan kamar dan membawa makanan juga teh hangat..


********


Raisha membelut tubuh putranya dengan selimut. beruntung udara malam itu sengat sejuk kerana hujung turun deras..


sekarang Raisha dapat bernapas lega. ia dan anaknya sudah aman. dari jangkauan Rayzel dan keluarganya yang jahat. bukan tanpa alasan sehingga Raisha nekat membawa pergi putranya. ia yakin kebaikan yang ditunjukkan Rayzel belakang ini hanyalah pura-pura lalaki itu hanya ingin merebut Putranya.


entah hal mengerikan apa yang bisa dilakukan Rayzel. mungkin ia akan mengirim bayi itu. ke luar negara untuk menghilangkan jejak demi menjaga kehormatan keluarganya. atau membunuhnya sekali pun. Raisha benar-benar takut. terlebih Rayzel telah melakukan tes DNA. tentu saja hasilnya akan identik. sebab bayi itu memang anak Rayzel..


melihat wajah mungil yang tengah terlelap itu membuat hati Raisha seperti disayat belati tajam. betapa ketidak berdayaan ini mengoyak hatinya tanpa ampun..


;;kamu pasti tahu siapa saya kan?;; pertanyaan sinis itu menjadi pembuka suara mama vina..


Raisha terdiam. tentu saja ia tahu siapa wanita yang berada di hadapannya. masih segar dalam ingatannya bahwa wanita berpenampilan elegen ini. berdiri tepat disemping Rayzel dimalam pertunangan Raihana dan Rayzel.


;;maaf. ada apa bu?;; Raisha mendekap baby boy di dadanya. menutup telinga bayi kecilnya dengan telapak tangan agar tidak terkejut Jika wanita itu membentak..


;;saya kesini untuk menawarkan kesepakatan kepada kamu;;


;; kesepakatan apa?;;


wanita itu menarik nafas dalam. seperti sedang menahan amarah.;; beritahu saya berapa yang kamu inginkan untuk menjauh dari Rayzel. kamu pasti menginginkan uang sampai sengaja menjebak anak saya kan? sebut saja. saya akan berikan berapapun yang kamu inginkan.;;


;; maaf. bu. saya juga tidak pernah menjebak tuan Rayzel. dan saya tidak butuh uang ibu. jadi tolong tinggalkan saya.;;


;;kamu pikir saya akan percaya? perampuan pelac*r seperti kamu pasti akan menghalalkan segala cara. setelah kakak kamu si Raihana itu gagal menipu saya. sekarang kelian menggunakan anak kamu untuk menjerat Rayzel. ya kan?;;


tetapan penuh tanya diarahkan Raisha kepada wanita itu. melalui ucapan mama vina. Raisha dapat menebak bahwa kebohongan Raihana sudah terbongkar..


;;ibu. salah. saya tidak pernah berkerja sama dengan sesiapapun. saya juga tidak akan menuntut apa pun dari tuan Rayzel.;;


;;bagus kalau begitu! bawa anak haram kamu itu jauh jauh dari kehidupan Rayzel! lagi pula mana saya tahu darah kotor siapa yang mengalir ditubuh anak kamu itu?;;


lamunan Raisha dari kejadian semalam membuyar.. ia merasakan dadanya bergemuruh. hinaan demi hinaan. mama vina. semalam berhasil merobohkan benteng yang ia bangun untuk melindungi hatinya yang rapuh.


dikamar sempit itu Raisha mendekap putranya yang terlelap. berjanji dalam hati bahwa segala hinaan yang pernah ia alami tidak akan pernah di Rasakan putranya..

__ADS_1


bayi kecilnya akan hidup dalam limpahan kasih sayang. tidak akan pernah ia biarkan bersedih. Raisha akan melakukan apapun untuk mengisi masa kecil putranya dengan kenangan manis. cukuplah Raisha seorang yang merasakan nasib buruk di masa kecil..


memori anak kecil sengat kuat. maka jangan pernah membentak atau menyakiti hatinya kerana rasa sakit itu akan tersimpan hingga dewasa dan berdambak buruk bagi perkembangan mentalnya. Raisha telah membuktikan itu sendiri..


dari ribuan kenangan buruk yang mengisi lembaran masa lalu. ada satu kenangan yang tak akan pernah bisa hilang dalam ingatannya..


;;bu. Raisha boleh ikut makan. ya?;; cicit Raisha. jemari kecilnya saling meramas. ada pencaran penuh harap dalam matanya. aroma lezat yang menguar dari meja. sukses membuat ususnya menjerit..


hari itu Raihana berulang tahun. ibunya memberi hadiah dengan membeli makanan enak. ayam goreng crispy berlogo kakek tua' adalah menu kesukaan Raihana. dan menjadi menu wajib setiap ibunya habis gajian.


;; tidak boleh!;; bentak bu Farah. matanya mendelik tajam seolah sanggup mengoyak tubuh kurus Raisha.


;;tapi Raisha. juga lapar bu.;;


;;kamu hanya boleh makan kalau Raihana sudah selesai! sana ambil air minum untuk Raihana!;;


bibir mungil Raisha saling mengunci. matanya hampir melelehkan cairan bening. tetapi sebisa mungkin ia tahan. Raisha tidak pernah berani menangis di depan ibunya. sebab ia akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih buruk. seperti dikurung di gudang dan tidak diberi makan..


setelah meletakkan segelas air putih dimeja. ia kembali terdiam. memandangi Raihana yang begitu lahap menyentap setiap potongan ayam goreng kesukaannya. berharap Raihana menyisakan sedikit untuknya.


;; kenapa kamu diam disitu? masuk kamar!;;


tubuh Raisha tersentak mendengar bentakan ibunya. tanpa kata ia menujuh sebuah dinding pembatas antara kamar dengan Ruang makan.


Raisha kecil hanya dapat mengintip dari balik dinding. lehernya ikut bergerak naik turun ketika Raihana menelan makanan dengan nikmat.


kala itu ia bertanya dalam hati. mengapa Raihana yang hanya boleh makan? mengapa dirinya tidak disayangi seperti Raihana?


kehidupan seperti inilah yang dulu dijalani Raisha. terkadang ia harus tidur dilantai yang dingin. jika Raihana menolak berbagi tempat tidur dengannya..


*******


Rayzel ditemani j-hope masih berkeliling mencari. namun. hingga larut malam tanda keberadaan Raisha balum juga ditemukan..


Rayzel menyandarkan punggungnya di mobil. menatap nanar setiap ruas jalan yang mereka lewati. sepanjang perjalanan pikiran Rayzel dipenuhi bayangan putranya.


memikirkan bagaimana Raisha akan merawat bayi itu sendirian dalam hidup yang serba kekurangan. bagaimana jika bayi kecil itu harus tidur dikamar yang sempit dan pengap. dan bagaimana jika Raisha tidak mampu memanuhi kebutuhannya..


Rayzel kembali merasakan dadanya seperti ditusuk ribuan jarum ketika mengingat dompet kecil milik Raisha yang hanya berisi 25 ribuah saja..;; bisa apa dia dengan uang segitu?;; Rayzel membatin.


Rayzel memejamkan mata. berusaha menghilangkan bayangan itu dari pikirannya.


;;Apa jangan-jangan Raisha pergi kerana merasa terancam?;; j-hope membuka suara setelah lama terdiam.


;; terancam oleh siapa? hanya Raihana dan ibunya yang bisa mengancam Raisha. dan sekarang mereka sedang ditahan dikantor polisi;; berbekal rakaman CCTV. hotel ketika mendorong Raisha. Rayzel juga melaporkan bik Farah.


;; bagaimana dengan tante vina? siapa tahu saja tante vina pernah menamui Raisha dan mengancamnya kan?;;


wajah Rayzel seketika berubah serius. dugaan j-hope memang ada benarnya. awas saja jika sampai mama menjadi penyabab kepergian Raisha. Rayzel pasti akan membuat perhitungan sekalipun itu mama kandungannya sendiri..


;;putar arah ke rumah! aku harus bicara dengan mama!;;


j-hope menekan pedal rem. kemudian langsung putar arah dan melajukan mobil menujuh kediaman keluarga alixmawan..


__ADS_1


__ADS_2