Hanya Satu Malam

Hanya Satu Malam
bab 33


__ADS_3

suasana pun menjadi lebih tenang. kini tinggal Rayzel berdua dengan Raisha. sementara baby boy sudah tidur di kamar.


;; boleh aku tanya sesuatu?;; Rayzel membuka suara.


;;iya. tuan;;


;;siapa laki-laki di kontrakan tadi? dan kenapa dia bisa ada di kamar mu.;; pertanyaan itu membuat raut wajah Raisha berubah.;; jangan takut. cerita saja semuanya.;;


Raisha menarik nafas dalam-dalam sebelum mulai berbicara.;; itu mas Roni. dia anak pemilik rumah yang Saya sewa.;;


;;kelian hanya tinggal berdua di rumah itu?;;


;;Tidak. tuan. bu Rini. pemilik rumah itu sedang keluar kota pagi tadi.;;


;;Apa dia saring mengganggu mu seperti tadi?;; kali ini nada Rayzel terdengar dingin.


Raisha menggelengkan kepala pelan. kejadian tadi. ia sendiri juga tidak pernah membayangkan akan terjadi. sebab selama ini Roni terlihat seperti pria baik dan sopan. tidak di sangkah ia tak lebih dari penjahat kelamin.


;; baiklah. kamu tenang saja. dia pasti akan mendekam di penjara dalam waktu yang lama.;;


Raisha tak menyahut. sebenarnya ia tak peduli dengan Roni. kemana pun Rayzel membawanya terserah. yang sekarang ada dipikirannya adalah bu Rini. perasaan wanita baik itu pasti hancur jika mengetahui putra semata wayangnya sekarang mendekam di kantor polisi kerana berniat melecehkan seorang wanita.


;; sekarang lupakan saja menusia tidak berguna itu. aku mau membicarakan hal penting lain dengan mu.;;


;;tentang apa. tuan?;;


;; kenapa kamu melarikan diri satu bulan lalu? apa kamu diancam seseorang?;; pertanyaan kali ini. tentu saja Rayzel tahu jawapannya namun. ia ingin dengar sendiri jawapan dari Raisha. apa dia akan jujur bahwa mama vina lah yang telah mengusir dan menghinanya.

__ADS_1


;; Tidak. tuan. saya pergi Karna keinginan saya sendiri.;;


;; kenapa?;;


;;saya takut anda akan mengambil anak saya.;;


;; hanya itu alasannya?;;


Raisha mengangguk.


entah mengapa Rayzel merasa puas dengan jawapan Raisha. wanita itu bisa saja mengungkap semua perbuatan mama vina. tetapi. sama sekali tidak ia lakukan.


;;Tapi sayang sekali aku akan tetap mengambilnya. Dia anakku. dan dia harus tumbuh dalam pengawasan ku.;;


detik itu juga kelopak mata Raisha melebar. ucapan Rayzel membuatnya kembali panik. demi apapun ia tidak akan sanggup jika harus berpisah dengan putranya.


;; hanya ada satu syarat supaya kamu bisa tetap bersamanya.;;


;; syarat? syarat apa?;;


;; menikah dengan ku dan kamu akan tetap bersamanya.;;


untuk beberapa saat bumi seperti berhenti berputar bagi Raisha. berbeda dengan jantungnya terpompa semakin cepat. apakah ini jebakan lain dari tuan Rayzel? pikiran Raisha tiba-tiba melayang memikirkan ibu dan kakak tirinya.


;; bagaimana reaksi Raihana dengan ibunya kalau aku benar-benar menikah dengan tuan Rayzel? mereka pasti akan semakin membenciku.;; ucapnya dalam hati.


Raisha menelan saliva.;;apa tidak ada syarat lain. tuan?;;

__ADS_1


;; tidak ada. hanya itu syaratnya.;;


pikiran Raisha berkecamuk. ajakan menikah bukannya membuat hatinya berbunga-bunga malah membuat gelisah. dalam beberapa detik wajah wanita itu bahkan terlihat pucat.


Raisha memang miskin dari sejak kecil hidup susah. namun. tak pernah ada dalam rencana bahwa ia akan menikah dengan buaya darat seperti Rayzel. itulah pandangan Raisha terhadap Rayzel. lelaki kaya raya yang suka menghabiskan malam dengan menyewa wanita yang berbeda setiap malam.


bisa saja Rayzel pernah tidur dengan banyak wanita. bagaimana jika bukan Raisha saja yang pernah di hamili olehnya? memikirkan hal mengerikan itu. sudah membuat Raisha merasa akan gila.


;; sebelum itu apa boleh saya menanyakan sesuatu?;;


;; boleh.;;


;;tuan. anda pasti saring menghabiskan malam dengan wanita berbeda. apa anda yakin tidak punya penyakit HIV?;; entah apa yang merasuki jiwa Raisha sehingga berani menanyakan hal sedemikian.


membuat Rahang Rayzel terbuka lebar. nyaris tak percaya dengan apa yang di dengarnya. untung saja pertanyaan itu diajukan oleh Raisha. jika j-hope. pasti sudah dihajar Rayzel habis-habisan. rasanya Rayzel benar-benar ingin menggigit bibir wanita itu.


;;apa kamu pikir aku seorang penjahat kelamin?;;


;; bukan-bukan! Saya tidak bilang kalau anda penjahat kelamin.;; Raisha cepat menyangkal. khawatir jika lidahnya terancam dipotong jika bicara semberangan tentang tuan Rayzel.


;;lalu yang tadi itu apa namanya?;;


Raisha menarik sudut bibirnya hingga memperlihatkan barisan giginya.;; saya hanya bilang. anda mungkin saring berganti teman tidur. salah satu teman tidur anda bisa saja mengidap HIV dan menular kepada anda kan?;;


;;itu apa bedanya?!;; semakin mengerucut saja bibir Rayzel dibuatnya. sebelah alis tebalnya terangkat dengan mata menyorot tajam.;; kalau pun aku menginap HIV itu pasti dari kamu!;;


__ADS_1



__ADS_2