
;;Apa mama tahu kenapa malam itu aku bisa bersama Raisha?;; teriakan Rayzel kembali menggema. menciptakan suasana heningan yang menegangkan.
semua diam. tak ada yang bersuara. j-hope memberi isyarat kepada semua ART. untuk masuk ke kamarnya masing-masing meninggalkan mereka bertiga di ruangan itu.
;;malam itu terjadi bukan kerana Raisha yang merayu aku! tapi aku yang sudah memaksa dia! dan mama mau tau kenapa? semua itu hasil perbuatan Raihana. calon menantu kebanggaan mama. dia berusaha menjebak ku dengan memasukkan obat perangsang ke minumanku!;;
;;Apa?;; wajah mama vina semakin pucat. ia masih ingat ketika Raihana mendatanginya dan melaporkan bahwa Rayzel telah menyewa seorang gadis panggilan untuk teman tidur satu malam..
j-hope yang paham situasi langsung mendekat dan menyerahkan ponselnya. sebuah rakaman kejadian di hotel ketika Raihana diam-diam memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan memberikannya kepada Rayzel. sontak saja rakaman CCTV membuat sang mama syok. luar biasa.
;; malam itu Raisha dijual ibunya seharga satu miliyar. untuk melayani seorang laki-laki yang mencari gadis perawan. orang itu aku. mah! aku yang membeli Raisha! malam itu Raisha datang dengan badan penuh lebam kerana habis dipukuli ibunya. dia dijual dan dipaksa melakukan apa yang tidak pernah dia lakukan. dan mama masih bisa berpikir kalau Raisha wanita panggilan!;;
mama vina tersentak mendengar semua ungkapan hati Rayzel. rasa bersalah menyergap hatinya bertubi-tubi. apa lagi setelah membaca hasil tes DNA. yang menunjukkan bahwa bayi tak berdosa yang kemarin ia usir dari kehidupannya ternyata adalah cucunya sendiri..
;; mama minta maaf. Ray. mama sudah melakukan kesalahan besar.;; ucap mama vina. bulir Kristal bening. menerobos membesahi pipinya.
Rayzel hanya menatap mama vina. dengan tetapan penuh amarah dan kecewa.;; sudah terlambat. mah. Raisha sudah pergi membawa anakku. dia pergi membawa semua rasa sakit dan kecewanya. sekarang mungkin dia berpikir bahwa aku sama jahatnya dengan kelian semua! kerana itu dia memilih pergi!;;
tak ada kata yang terucap. dari mulut mama vina wanita itu menangis sejadi-jadinya.
;; sekarang aku tidak tahu dimana mereka. apa mereka kedinginan di luar sana? apa Raisha sedang kelaparan? dan semua itu kerana mama!;;
Rasanya Rayzel benar-benar ingin meruntuhkan bangunan rumahnya yang mewah itu menjadi puing-puing kecil. dirinya tinggal dirumah mewah. sementara anaknya terlunta-lunta diluar sana.
__ADS_1
tak tahan berlama-lama dirumah itu. Rayzel memilih segera pergi. ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan kepada mamanya jika masih disana dalam keadaan marah..
***********
selembar uang 10 ribu dan 5 ribu rupiah terselip di dompet. Raisha yang kini berdiri di depan mini market tak jauh dari rumah kontrakannya itu tampak kebingungan. wajahnya murung meratapi nasip hidupnya. apa yang bisa ia beli dengan uang 15 ribu rupiah?.
fisiknya balum pulih sepenuhnya. sehingga balum dapat berkerja kembali. selain itu Raisha tidak memiliki benda apapun yang bisa diuangkan untuk menyambung hidup..
Raisha melihat langit yang cerah dan terik. kemudian menatap bayinya yang tertidur lelap dalam gendongannya. dengan segera ia menutup wajah bayinya dengan kain gendongan yang bu Rini berikan padanya..
tadi ia tak berani meninggalkan baby boy sendirian di rumah kerana takut bayinya itu akan terbangun dan menangis. Raisha juga tidak enak menitipkan pada bu Rini. alhasil. ia membawa bayi itu di tengah teriknya menteri..
;;aku harus beli apa dengan uang segini?;; Raisha melangkah masuk. menengok kearah kanan dan kirinya. bingung harus membeli apa dengan uang yang ia miliki saat ini..
beruntung beberapa hari ini bu Rini membawakannya makanan setiap hari. sehingga Raisha benar-benar merasa terbantu..
setelah beberapa saat terdiam. mata Raisha tertujuh pada mie instan yang berjejer di rak. bingung harus membeli apa. akhirnya Raisha mengambil beberapa bungkus Mie instan dan membayar di kasir. itu pun Raisha memilih mie dengan harga paling murah. setelah keluar dari minimarket. ia menghela nafas panjang. berdiri di sisi jalan yang tampak Ramai..
;; kamu yang kuat ya. sayang. setelah kondisi mama lebih baik. mama akan berkerja untuk kamu supaya kamu tidak kekurangan apapun.;; bisiknya kepada sih kecil. yang masih terlelap. senyum tipis terlukis di bibirnya. bayi mungil itu benar-benar seperti pantulan Rayzel. tidak ada satupun bagian wajahnya yang tidak menyerupai sang papa..
Raisha menutup kembali wajah putranya dengan kain agar terlindungi dari teriknya mentari.
tanpa di sedari oleh Raisha. sepasang mata sedang mengintainya. Roni yang kebatulan berada di minimarket untuk membeli sesuatu. sejak tadi memerhatikan tingkah Raisha. mulai dari memasuki minimarket wanita itu terlihat bingung. kemudian membuka dompetnya dengan wajah murung. lalu membeli beberapa bungkus mie instan..
__ADS_1
dari tingkah Raisha itulah. Roni dapat menyimpulkan bahwa kemungkinan Raisha tidak mempunyai banyak uang untuk membeli makanan lain..
;; aku jadi penasaran dimana suaminya? kenapa mereka terpisah padahal Raisha baru saja melahirkan seorang anak?;; gumam Roni dalam hati.
selain itu dalam pandangannya. Raisha adalah seorang wanita yang cukup cantik dan manis. laki-laki bodoh mana yang sudah menyia-nyiakan dan membiarkan hidup terlantar.
Roni kembali memerhatikan wanita di luar sana. Raisha yang hendak menyebrang jalan itu berniat memasukkan dompetnya ke dalam kantong plastik berisi mie instan. tetapi kerana terburu-buru. dan kesulitan kerana sedang mengendong bayi dompetnya tidak masuk kedalam kantong plastik dan malah terjatuh tanpa ia sedari..
melihat itu Roni. cepat-cepat keluar dan mengambil dompet Raisha yang terjatuh di sisi jalan. baru akan memanggil. Raisha sudah berada di seberang. membuat tangan Roni menggantung di udara.
;; cepat sekali perginya;; lalaki itu berdecak sembari membolak-balikan dompet yang ditangannya..
tiba-tiba rasa penasaran kembali menguasai pikiran Roni. ia memberanikan diri membuka dompet itu. dan ternyata dugaannya tadi tidak meleset. tidak ada selembar pun uang yang tersisa di dalamnya. hanya ada selembar KTP disana..
;;Ah...nama panjangnya Raisha Anissa. ya?;;( gumamnya sembil membaca nama yang tertera pada KTP);; nama yang cantik. secantik orangnya;;
;;Apa? balum menikah? tapi. dia baru saja melahirkan. apa jangan-jangan anaknya itu hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria?;;
tak ingin menebak sendiri. Roni memutuskan untuk pulang. begitu memasuki rumah. terdengar suara berisik dari arah dapur. dan melihat sang ibu yang sedang sibuk membuat jus..
;; itu pasti jus untuk Raisha;; gumam Roni kembali menebak. ia tahu betul jika ibunya sama sekali tidak menyukai jus. jadi untuk siapa lagi kalau bukan untuk Raisha..
Roni berdiri di ambang pintu yang mengarah ke dapur. melipat tangan di depan dada. ia bingung dan heran sendiri melihat ibunya..
__ADS_1